Tampilkan postingan dengan label Singa sahara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Singa sahara. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2013

Singa-Singa Sahara II, Menembus Negeri Persia

Judul: Singa-Singa Sahara II, Menembus Negeri Persia
Penulis: Abu Royhan Hudzaifah dkk
Penerbit: SKETSI (Grup AsSalam)
Tebal: 219 halaman
Fisik: 14 cm X 21 cm, soft cover, doft, shrink, hvs 70 gsm plus art paper full colour
Harga: Rp. 70.500
Harga  disini: Rp. 56.400
Disc: 20 %


Singa-singa Sahara ksatria Islam setelah berjuang keras menghancurkan bala tentara iblis yang tergabung dalam Laskar Riddah maka segera mereka menyusun kekuatan dan strategi untuk menembuskan Islam ke pelosok dunia. Mereka siap meluncurkan serbua-serbuan dasyat terhadap musuh-musuh yang tetap membangkang dan menolak kedamaian.
Negeri super power Persia menjadi sasaran pertama. Sang ksatria pedang Allah didaulat oleh khalifah untuk mengomando pasukan penuh tenaga ini. Mereka berangkat dari Yamamah langsung menuju Mesopotamia yang berada dalam cengkeraman Persia.
Sementara itu Syah Persia telah pula menyiapkan bala tentara terbaiknya yang dipimpin oleh jendral-jendral Persia kelas satu. Hormizd, Qarin putra Qaryanis, Bahman, Andarzaghar dan yang lainya. Sekuadron tempur Persia yang begitu menakutkan lawan-lawanya, kini dikerahkan untuk menghancurkan pasukan singa-singa Sahara yang mencoba menembus negeri itu. Segeralah mereka terlibat dalam serangkaian pertempuran dasyat di sekitar Tigris dan Euphrates.

Jumat, 15 Maret 2013

Singa-Singa Sahara I (Menuju Gerbang Penaklukan Persia)

DAPATKAN DI SINI
Judul: Singa-Singa Sahara I (Menuju Gerbang Penaklukan Persia)
Penulis: Abu Royhan Hudzaifah
Penerbit: SKETSI (Grup AsSalam)
Tebal: 250 halaman
Fisik: 14 cm X 21 cm, soft cover, doft, shrink, hvs 70 gsm plus art paper full colour
Harga: Rp. 68.000
Harga disini: Rp. 54.400
Disc: 20 %



Sinopsis:
Seluruh belahan bumi, terkhusus Jazirah Arabia tersaput oleh gelapnya
kabut kekafiran saat sosok penuh keberkahan diutus ilahi membawa
benderangnya cahaya kebenaran. Perlahan tapi pasti, sinar yang dibawa
Rasulullah itu semakin menjulang hingga mampu menerangi seluruh
Arabia.

Akan tetapi sepeninggal beliau, tiba-tiba saja kabut gelap datang
kembali bersama badai yang mengamuk. Sinar Islam seolah melemah,
ibarat lilin keimanan di gelapnya malam keingkaran yang berbadai.
Seumpama sebuah perahu keislaman di tengah amukan samudera kekafiran.
Islam dan pemeluknya diambang kepunahan!

Tugas berat terpikul di pundak-pundak ksatria Islam. Tidak hanya
menjaga cahaya lilin dari terpaan badai, bahkan harus mengubah
pekatnya malam menjadi benderang dan mengenyahkan segala kekuatan
iblis dalam serbuan badai itu.

Maralah mereka ke hadapan, menerjang tentara syetan yang terhimpun
dalam laskar riddah. Segarang singa-singa sahara, mereka berhasil
mencabik-cabik kekuatan para durjana itu.

Operasi militer menumpas kaum riddah itu menyampaikan para ksatria
Islam ke gerbang penaklukan Persia. Benar! Kini singa-singa sahara itu
siap pula menerkam para Hazar Mard, ksatria andalan Persia yang
kekuatan satu personilnya disetarakan dengan 1.000 prajurit!