Tampilkan postingan dengan label Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2015

Di Tanah Lada

Harga:Rp55,000 / Rp44,000 (20% Off) 
Penulis:Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie | 
Penerbit:Gramedia 
Code:9786020318967 
Rencana Terbit:Oktober 2015 
Jenis Cover:Soft Cover 
Halaman:244 
Ukuran:135 x 200 mm 
Berat:300 gram 
Bahasa:Indonesia 

Sinopsis:
Namanya Salva. Panggilannya Ava. Namun papanya memanggil dia Saliva atau ludah karena menganggapnya tidak berguna. Ava sekeluarga pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal. Kakek Kia, ayahnya Papa, pernah memberi Ava kamus sebagai hadiah ulang tahun yang ketiga. Sejak itu Ava menjadi anak yang pintar berbahasa Indonesia. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa lebih menganggap penting anak yang pintar berbahasa Inggris.

Setelah pindah ke Rusun Nero, Ava bertemu dengan anak laki-laki bernama P. Iya, namanya hanya terdiri dari satu huruf P.Dari pertemuan itulah, petualangan Ava dan P bermula hingga sampai pada akhir yang mengejutkan.

Ditulis dengan alur yang penuh kejutan dan gaya bercerita yang unik, sudah selayaknya para juri sayembara memilih novel Di Tanah Lada sebagai salah satu juaranya. 

Senin, 21 September 2015

White Wedding

Harga:Rp59,000 / Rp47,200 (20% Off) 
Penulis:Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie | 
Penerbit:Pastel Books 
Code:978-602-7870-65-9 
Rencana Terbit:September 2015 
Jenis Cover:Soft Cover 
Halaman:252 
Ukuran:135 x 200 mm 
Berat:300 gram 
Bahasa:Indonesia 

Sinopsis:
Ini kisah kecil tentang gadis mungil bernama Elphira. Dia terlahir albino. Drai ujung kepala hingga ujung kaki, semuanya putih. Kadang-kadang, Elphira menganggap dirinya hantu. Dia akan meringis ngeri setiap melihat pantulan dirinya dalam cermin. Kulitnya akan terbakar jika sinar matahari menyentuhnya. Pada akhirnya, Elphira punya satu keyakinan bulat: dia benci warna putih.

Kemudian, kisah kecil ini menjadi besar ketika Sierra, cowok berambut merah datang ke dalam hidup Elphira. Dia sabar bagaikan malaikat. Dia tersenyum ketika Elphira merajuk, dan teguh pada tekadnya untuk membuat Elphira menyukai warna putih. Bagi Sierra, putih adalah warna kebahagiaan, kesucian, dan keabadian.

Elphira senang atas kehadiran Sierra, sebenci apa pun dirinya pada prinsip Sierra tentang warna putih. Hingga, Elphira percaya. Mungkin dia harus menerima semua keyakinan konyol Sierra tentang warna putih. Namun haruskah kisah besar ini dihentikan jika Sierra memang benar-benar malaikat?