Tampilkan postingan dengan label Mizan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mizan. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2015

Dunia Cecilia

Harga:Rp39,000 / Rp31,200 (20% Off) | 
Penulis:Jostein Gaarder | 
Penerbit:Mizan | 
Code:978-979-433-886-5 | 
Rencana Terbit:Agustus 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:216 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:250 gram | 
Bahasa:Indonesia | 


Sinopsis:
“Orang bilang, kita akan ke surga setelah mati. Benarkah?”
Malaikat Ariel mendesah,
“Kalian semua sekarang sudah berada di surga.
Sekarang, di sini. Jadi, sebaiknya kalian berhenti bertengkar
dan berkelahi. Sangat tidak sopan berkelahi 
di hadapan Tuhan.”


Malam Natal tahun ini sungguh menyedihkan bagi Cecilia. Ia sakit keras dan mungkin tak akan pernah sembuh. Cecilia marah dan menganggap Tuhan tak adil.

Namun, terjadilah keajaiban. Seorang malaikat—Ariel namanya—mengunjungi Cecilia. Mereka berdua kemudian membuat perjanjian. Cecilia harus memberitahukan seperti apa rasanya menjadi manusia dan Malaikat Ariel akan memberitahunya seperti apa surga itu.

Buku ini memenangi Norwegian Bookseller Prize dan diadaptasi ke dalam film yang juga memenangi Amanda Award, anugerah tertinggi Norwegia pada tahun 2009.


Buku ini pernah terbit dengan judul Cecilia dan Malaikat Ariel

Rabu, 15 Juli 2015

Putri Sirkus & Lelaki Penjual Dongeng

Harga:Rp43,000 / Rp34,400 (20% Off) | 
Penulis:Jostein Gaarder | 
Penerbit:Mizan | 
Code:9789794338872 | 
Rencana Terbit:Juli 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:264 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:250 gram | 
Bahasa:Indonesia | 


Sinopsis:
Peter, adalah anak laki-laki yang dijuluki dengan nama ‘Si Laba-laba’. Peter sangat suka sendiri. Ia senang duduk seorang diri untuk berpikir. Ia pandai berimajinasi dan membuat cerita. Kepalanya selalu penuh dengan cerita khayalannya sendiri.

Laba-laba adalah tokoh cerita pertama Peter. Ia menyusun cerita mengenai seorang gadis pemain trapeze di sebuah sirkus. Sirkus menjadi pilihan cerita Peter karena setiap minggu Ayahnya mengajak Peter menonton sirkus. Walaupun sirkus itu hebat, sirkus khayalan Peter lebih hebat lagi.

Si gadis pemain trapeze dalam cerita Peter sesungguhnya adalah putri sang pemimpin sirkus. Namun malangnya, baik sang pemilik sirkus ataupun sang putri sama-sama tidak menyadari bahwa mereka memiliki hubungan darah Ayah dan anak. Suatu ketika, si gadis pemain trapeze ini terjatuh sehingga lehernya patah. Saat berdiri dan menunduk di atas tubuh gadis itu sang pemilik sirkus melihat liontin dari getah ambar yang di dalamnya terdapat fosil laba-laba berumur jutaan tahun menggantung di leher sang gadis. Saat itu lah sang pemilik sirkus menyadari bahwa gadis pemain trapeze ini adalah putrinya yang ia kira telah tenggelam.

Cerita khayalan ini membuat Peter ketakutan oleh imajinasinya sendiri, terutama juga ia takut oleh kehadiran seorang laki-laki kecil yang membawa tongkat bambu di dalam mimpinya. Hanya Peter yang dapat melihat laki-laki kecil tua itu. Lelaki kecil bertopi hijau itu berhasil keluar dari mimpi Peter namun sejak saat itu ia mengikuti Peter sepanjang hidup. Seolah lelaki itu merasa bertanggungjawab atas diri Peter. Laki-laki di dalam mimpi itu muncul begitu saja di dalam dunia nyata Peter bersamaan dengan waktu yang sama ketika Ayah Peter meninggalkan rumah.

Sepeninggal Ibu, orang terdekat yang paling ia kasihi, Peter menempati flat itu sendiri. Rasa kesepian membuat Peter mulai membuka diri terhadap gadis-gadis untuk menemaninya. Sampai suatu ketika ia berkenalan dengan Maria, seorang gadis yang dicintainya. Peter sering menceritakan dongeng-dongeng khayalannya kepada Maria. Maria terpesona oleh Peter namun ia tak ingin membina hubungan mereka ke arah yang lebih serius. Maria mencintai Peter sekaligus takut oleh imajinasi Peter yang meruap-ruap. Suatu hari Maria memberi kabar bahwa dirinya akan pindah ke kota lain, namun sebelum kepergiannnya ia ingin memiliki anak dari Peter. Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng. 

Selasa, 14 Juli 2015

Islam Mazhab Cinta

Harga:Rp89,000 / Rp71,200 (20% Off) | 
Penulis:Mukti Ali | 
Penerbit:Mizan | 
Code:9789794338919 | 
Rencana Terbit:Juli 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:420 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:450 gram | 
Bahasa:Indonesia | 


Sinopsis:
Belum ada.

Jumat, 10 Juli 2015

Surat kepada Kanjeng Nabi

Harga:Rp85,000 / Rp68,000 (20% Off) | 
Penulis:Emha Ainun Nadjib | 
Penerbit:Mizan | 
Code:978-979-433-888-9 | 
Rencana Terbit:Juli 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:504 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:450 gram | 
Bahasa:Indonesia | 


Sinopsis:
Di negeri kami ini, umatmu berjumlah terbanyak dari penduduknya. Di negeri ini, kami punya Muhammadiyah, punya NU, Persis, punya ulama-ulama dan MUI, ICMI, punya bank, punya HMI, PMII, IMM, Anshor, Pemuda Muhammadiyah, IPM, PII, pesantren-pesantren, sekolah-sekolah, kelompok-kelompok studi Islam intensif, yayasan-yayasan, mubalig-mubalig, budayawan, seniman, cendekiawan, dan apa saja.

Yang tak kami punya hanyalah kesediaan, keberanian, dan kerelaan yang sungguh-sungguh untuk mengikuti jejakmu.

***

Demikian tulis Kiai Mbeling—“julukan” budayawan Emha Ainun Nadjib—dalam “surat”-nya kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Sudah sampai di manakah langkah kita dalam meneladani kiprah Nabi Suci Saw.?



“Dalam diri Emha terwakili suatu sensibilitas pemuda.
Yaitu pemuda yang kritis, suka protes, tapi sekaligus religius.”
—Kuntowijoyo

Senin, 15 Juni 2015

Islam Q&A: Dari Hukum Makanan Tanpa Label Halal

Harga:Rp49,000 / Rp39,200 (20% Off) | 
Penulis:Nadirsyah Hosen | 
Penerbit:Mizan | 
Code:978-602-0989-74-7 | 
Rencana Terbit:Juni 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:272 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:300 gram | 
Bahasa:Indonesia | 


Sinopsis:

  • Apakah boleh menjamak shalat karena terjebak macet saat pulang kantor?
  • Adakah pilihan lain dalam pelaksanaan kewajiban shalat Jumat?
  • Bolehkah perempuan Muslimah membuka aurat di depan perempuan non-Muslimah?
  • Bolehkah kita memakan hewan sembelihan yang pada saat disembelih tidak disebut nama Allah?
  • Apakah makanan yang tidak ada label halalnya dapat tergolong makanan halal?


***

Sejak Gus Nadir—penulis buku ini—tinggal di Australia 18 tahun lalu, santri dan sarjana syariah ini sering mendapat pertanyaan keislaman. Selama belasan tahun itu, kiai muda yang akademisi ini sangat menikmati “dialog interaktif” dengan para kolega dan umatnya. Sebuah proses dialog yang mengasyikkan, karena tak jarang jawaban-jawaban yang diberikannya “disanggah” dan disusul dengan pertanyaan-pertanyaan lain. Jadilah, buku ini—yang merupakan rangkuman dialog tersebut—menjadi jawaban Islam yang relevan dan mewakili banyak tantangan serta peristiwa dalam kehidupan Muslim masa kini.

Khadijah

Harga:Rp69,000 / Rp55,200 (20% Off) | 
Penulis:Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal | 
Penerbit:Mizan | 
Code:978-602-1337-26-4 | 
Rencana Terbit:Juni 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:368 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:350 gram | 
Bahasa:Indonesia | 


Sinopsis:
Siapakah perempuan tangguh penuh inspirasi dan teladan bagi umat? Siapakah perempuan yang jadi panutan dalam hal ketaatan kepada Allah dan suami? Siapa pula perempuan yang tak pernah putus asa terhadap cobaan apa pun yang menerpanya?

Khadijah. Khadijah. Khadijah. Dialah perempuan itu. Perempuan yang selama hidupnya menjadi panutan bagi kaum hawa sehingga dia pun disemati sebagai Ummul Mukminin. Rasulullah Saw. pun mengakui belahan jiwanya tersebut adalah motivator ulung tiada duanya yang dihadiahkan Tuhan.

Membaca buku karya Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal ini mengingatkan kita akan romantisme kisah cinta sepasang manusia mulia yang sarat dengan perjuangan, kesetiaan, kasih sayang, optimisme hidup, kesabaran, dan keintiman dengan Sang Pencipta. Maka, tidaklah salah Anda memiliki karya ini sebagai hidangan spiritual bagi keluarga dan generasi muda yang haus akan narasi keteladanan.

Rabu, 10 Juni 2015

Markesot Bertutur Lagi

Harga:Rp55,000 / Rp44,000 (20% Off) | 
Penulis:Emha Ainun Nadjib | 
Penerbit:Mizan | 
Code:978-979-433-883-4 | 
Rencana Terbit:Juni 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:344 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:300 gram | 
Bahasa:Indonesia | 


Sinopsis:
“Buku ini (Markesot Bertutur lagi) mampu mengharu-biru perasaan pembacanya
dengan humor, keseriusan, sikap kritis, kepolosan, kesedihan, dan kekaguman.”
—Kompas

Buku yang berada di tangan pembaca ini merupakan kelanjutan petualangan Markesot dalam mengarungi samudra permasalahan kita. Dibandingkan dengan “buku pertama”-nya, “buku kedua”-nya ini lebih seru dan lebih mengajak kita untuk merenungi hakikat kehidupan—tanpa menghilangkan sama sekali nuansa guyonan (canda) yang memang telah menjadi ciri khasnya. “Pada hakikatnya, Markesot ‘hanyalah’ sebuah cara (untuk tetap) bertahan menjadi manusia,” ujar Emha Ainun Nadjib dalam mengantarkan buku ini.

Markesot Bertutur - New

Harga:Rp75,000 / Rp60,000 (20% Off) | 
Penulis:Emha Ainun Nadjib | 
Penerbit:Mizan | 
Code:978-979-433-882-7 | 
Rencana Terbit:Juni 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:472 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:400 gram | 
Bahasa:Indonesia | 


Sinopsis:
Markesot adalah sosok lugu nan cerdas, mbeling, terkadang misterius. Dalam kesehariannya dengan sahabat-sahabatnya, Markembloh, Markasan, Markemon, dan lain-lain yang tergabung dalam Konsorsium Para Mbambung (KPMb), Markesot memperbincangkan seabrek problem masyarakat kita. Dari konflik politik internasional sampai soal celana. Dari tasawuf hingga filosofi urap. Dalam gaya bertutur khas Jawa Timuran yang penuh canda dan sindiran, Markesot mengajak kita meneropong kehidupan secara arif dan menemukan hakikat di balik nilai-nilai semu yang merajalela.

Markesot Bertutur adalah salah satu karya emas dalam perjalanan kepengarangan Emha Ainun Nadjib. Setelah lama “absen”, buku ini hadir kembali menyapa pembaca. Dan terbukti, apa yang diperbincangkannya masih terus relevan dengan kondisi Indonesia.


“Markesot Bertutur menggugat kemapanan berbagai hal, yang selama ini jarang disadari bahwa di baliknya terdapat persoalan-persoalan yang prinsipiel.”
—Republika

“Gaya penulisan Emha di sini mengajak orang telaten mencari ‘mutiara’ yang dia sampaikan dengan aneka bungkus.”
—Mohamad Sobary, budayawan, Peneliti LIPI