Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2015

Menyelisik Sastra Melayu

Harga:Rp100,000 / Rp85,000 (15% Off) | 
Penulis:Maizar Karim | 
Penerbit:Histokultura | 
Code:9786027284715 | 
Rencana Terbit:Oktober 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:194 | 
Ukuran:160  x 270 mm | 
Berat:500 gram | 
Bahasa:Indonesia | 

Sinopsis:
Buku menelisik Sastra Melayu ini aknan rnengusut dan menyingkap secara teliti produk kreaivitas manusia atau masyarakat Malayu dalam berbagai bentuk sastranya.

Senin, 28 September 2015

Pasung Jiwa (Cover Baru)

Harga:Rp65,000 / Rp52,000 (20% Off) | 
Penulis:Okky Madasari | 
Penerbit:Gramedia | 
Code:978-602-03-2220-9 | 
Rencana Terbit:Oktober 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:328 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:350 gram | 
Bahasa:Indonesia | 

Sinopsis:
Apakah kehendak bebas benar-benar ada? Apakah manusia bebas benar-benar ada?

Okky Madasari mengemukakan pertanyaan-pertanyaan besar dari manusia dan kemanusiaan dalam novel ini.

Melalui dua tokoh utama, Sasana dan Jaka Wani, dihadirkan pergulatan manusia dalam mencari kebebasan dan melepaskan diri dari segala kungkungan. Mulai dari kungkungan tubuh dan pikiran, kungkungan tradisi dan keluarga, kungkungan norma dan agama, hingga dominasi ekonomi dan belenggu kekuasaan.

Okky Madasari adalah seorang novelis yang dikenal dengan karya-karya yang menyuarakan kritik sosial. Pasung Jiwa (2013), bercerita tentang perjuangan manusia mendapatkan kebebasan dalam periode sebelum dan sesudah reformasi. Edisi Inggrisnya terbit dengan judul Bound dan dalam bahasa Jerman terbit tahun 2015 dengan judul Gebunden. Okky meraih Khatulistiwa Literary Award 2012 untuk novelnya Maryam (2012) yang bercerita tentang orang-orang yang terusir karena keyakinannya. Maryam telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul The Outcast. Novel pertama Okky, Entrok (2010), berkisah tentang dominasi militer dan ketidakadilan pada masa Orde Baru. Entrok telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul The Years of the Voiceless. Novel ketiganya, 86 (2011), bercerita tentang korupsi di Indonesia pada masa sekarang, dterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul sama. Lulusan Hubungan Internasional UGM ini menyelesaikan master di bidang sosiologi sastra dari Departemen Sosiologi Universitas Indonesia dengan tesis Genealogi Sastra Indonesia: Kapitalisme, Islam, dan Sastra Perlawanan.

Kamis, 27 Agustus 2015

Mangir (Cetak Ulang)

Harga:Rp45,000 / Rp36,000 (20% Off) | 
Penulis:Pramoedya Ananta Toer | 
Penerbit:KPG | 
Code:9789799109262 | 
Rencana Terbit:September 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:163 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:250 gram | 
Bahasa:Indonesia | 

Sinopsis:
Permata-permata kesenian, baik di bidang sastra, musik, dan arsitektur tidak lagi di temukan. Selama hampir satu abadjawa dikungkung oleh pemerintahan teror (schrikbewind), yang berpolakan tujuan menghalalkan cara.

Salah satu bentuk pemerintahan teror itu diungkapkan secara jernih dalam buku ini. Penembahan senopati, raja Mataram kurun 1575-1607, yang bercita-cita menjadi penguasa tunggal, menundukkan perlawanan gigih penduduk desa Mangir dengan cara kotor dan keji. Wanabaya atau Ki Ageng Mangir, pemimpin desa yang letaknya kurang 20 km dari ibukota, dirayu putri kesayangan. Senapati dijebak, dan kemudian dibunuh dalam sebuah pertemuan keluarga.

Buku ini, yang ditulis Pramoedya di Pulau Buru dan sempat hilang beberapa tahun, membuka wawasan kita untuk melihat lebih seksama kelemahan dan ketimpangan sistem pemerintahan silam, serta pengaruhnya pada masa sekarang.

Centhini - Kekasih Yang Tersembunyi

Harga:Rp75,000 / Rp60,000 (20% Off) | 
Penulis:Elizabeth D. Inandiak | 
Penerbit:KPG | 
Code:9789799109095 | 
Rencana Terbit:September 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:412 | 
Ukuran:135 x 200 mm | 
Berat:400 gram | 
Bahasa:Indonesia | 

Sinopsis:
Sesungguhnya Suluk Tambangraras namaku. Suluk adalah “suara meninggi” dalam pewayangan, tetapi ia juga mengacu pada semua sastra gaib Jawa kurun Islam. Adapun Tambangraras, ia istri Amongraga, si tokoh utama. Namun orang lebih umum menyebutku Serat Centhini.

Tahun 1814. Di Keraton Surakarta, Pangeran Anom Hamengkunegara III memerintahkan ketiga pujangga Keraton agar mereka menyusun Serat Centhini, yang berisi cerita-cerita lama tentang ilmu-ilmu alam dan gaib Jawa.

Serat Centhini menembangkan kembara Amongraga, pangeran muda yang terpaksa kabur meninggalkan Kerajaan Giri, setelah kerajaan Islam itu diserbu oleh Sultan Agung pada awal abad ke-17. Dalam perjalanan spiritualnya, Amongraga bertemu berbagai macam manusia: pedagang keliling, para penembang, penggamel, ledek, banci, sastrawan sufi, pelacur, petapa Buddha-Siwa, pandai besi, dukun, guru kanuragan, kecu, segala orang bebas, pelarian atau paria yang, di luar kekuasaan, menenun serta mengutakutik jaring khayal syahwat dan roh Tanah Jawa.

Elizabeth D. Inandiak menggali dan merangkai kembali mutiara-mutiara yang tersebar dalam serat setebal 4.200 halaman itu. Membiarkan dirinya lenyap di antara gelombang tembang, Elizabeth menghidupkan kembali suara-suara lirih Serat Centhini yang telah aus bersama memudarnya bahasa Jawa.

Jumat, 21 Agustus 2015

Pengakuan Pariyem

Harga:Rp60,000 / Rp48,000 (20% Off) | 
Penulis:Linus Suryadi | 
Penerbit:KPG | 
Code:9789799109101 | 
Rencana Terbit:Agustus 2015 | 
Jenis Cover:Soft Cover | 
Halaman:328 | 
Ukuran:130 x 190 mm | 
Berat:300 gram | 
Bahasa:Indonesia | 


Sinopsis:
Inilah prosa lirik karya puncak Linus Suryadi AG, seorang penyair yang kuat dalam lirik. Lewat tokoh Pariyem, seorang babu asal Wonosari, Gunung Kidul, Linus--sebagai seorang kejawen--mendedahkan beragam segi dalam kebudayaan Jawa: Dari soal agama sampai soal dosa. Dari soal falsafah hidup sampai soal seks. Dari soal wayang sampai soal sikap kebangsawanan.

Semua itu diungkapkan tanpa kehilangan rasa humor dan wajar. Karena itu, meski beberapa adegan seks dalam karya ini digambarkan agak telanjang, ia tidak terjebak dalam kevulgaran.

"Keluguan kultur digambarkan oleh Linus dengan asyiknya.... Dia bicara bagaimana konsep nrimo dalam kultur Jawa, dia bicara bagaimana pentingnya keseimbangan antara dua jagad di dalam kehidupan manusia,dia bicara tentang konsep Manunggaling Kawula lan Gusti yang sudah amat dikenal sebagai ciri kultur Jawa itu." --Hotman M. Siahaan

"Linus Suryadi, yang dikenal sebagai penyair yang kuat dalam lirik, kiranya menemukan kesempatan luas untuk merefleksikan suasana lingkungan melalui karya ini, dan dapat dilihat sebagai pujangga Jawa Lama dahulu, yang dengan kekuatan lirik mengungkapkan dunia di luar dirinya setelah melalui pemikiran Kejawen." --Ashadi Siregar

Kamis, 22 April 2010

Mahkota Yang Hilang, Cahaya Ilmu Press

Judul: Mahkota Yang Hilang
Terjemah: At-taj Al-Mafquud
Pengarang: Faishal bin Qa'id Al-Hasyidi
Penerbit: Cahaya Ilmu Press (Pustaka Al-Haura)
Tebal : 148 halaman
Fisik : 14,5 cm x 21 cm, uv, soft cover
Disc: 20 %

Harga: Rp. 28.000
Harga Disini: Rp. 22.400


Bersimpuh di hadapan guru, ternyata tidak melulu untuk mengambil ilmu, lebih dari itu. Bahkan, dahulu mereka para ulama Salaf, dengan sengaja duduk di hadapan gurunya bukan umtuk mengambil ilmu, tetapi untuk mengambil perangai, penampilan dan akhlak sang guru.
Ibnu Muflih rahimahullah berkata: "Dahulu majelis (AI-Imam) Ahmad dihadiri sekitar 5000 orang atau lebih. Yang menulis kurang dari 500 orang. Adapun sisanya, belajar adab dan samt yang baik dari beliau."
Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: "Sungguh dahulu ada sekelompok salaf yang sengaja pergi menuju seorang hamba yang shalih untuk melihat samt dan hadyu, bukan untuk mengambil ilmunya. Karena hadyu dan samt merupakan buah dari ilmunya."

Pembaca Hafidhokumullah
Buku ini berjudul Mahkota Yang Hilang. Apa yang dimaksud oleh Penulis dengan judul tersebut? Dengan seksama dan teliti Insya Allah antum akan dapatkan Mahkota Yang Hilang dalam risalah ilmiah ini. Semoga Allah senantiasa membimbing kita menuju Akhlak yang Karimah dan Mahmudah. Amin ya Mujibas Sailin.