Tampilkan postingan dengan label Radio Rodja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radio Rodja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Mei 2014

Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 06 vol.02/Rajab – Sya’ban 1435H/Mei – Juni 2014

Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 06 vol.02/Rajab – Sya’ban 1435H/Mei – Juni 2014
Judul: Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 06 vol.02/Rajab – Sya’ban 1435H/Mei – Juni 2014,
Tema : Isbal, Dosa Besar yang Diremehkan
Penerbit: Ma’had al-Manshuroh
Tebal: 104 halaman
Fisik: 15 cm x 23 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 12.000 (Jawa) Rp.14.000 (Luar Jawa)

UNTUK KALANGAN SENDIRI

Sinopsis Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 06 vol.02/Rajab – Sya’ban 1435H/Mei – Juni 2014

Salam Pengantar, Keakraban Rodja dengan Ali Hasan al-Halabi
Setiap orang memiliki standar yang sama ketika ingin menjadikan orang lain sebagai teman atau sahabat. Standar tersebut adalah adanya sejumlah kesamaan pada dirinya dengan orang yang hendak dijadikan teman. Sehingga kita bisa melihat di masyarakat, demikian banyak pertemanan (komunitas) yang dijalin atau disatukan oleh kesamaan-kesamaan, meski kesamaan itu bisa dipandang oleh orang lain sebagai sesuatu yang sanagt remeh (tidak penting).
agama kita telah menjelaskan bahwa kedudukan teman adalah sangat penting. sehingga kita diwajibkan untuk tidak sembarang menjadikan orang lain sebagai teman. Karena teman bisa memberi pengaruh yang besar pada agama kita.
Sehingga, sungguh merupakan suatu yang sangat mengherankan ketika ada sekelompok orang yang menyeru kepada dakwah salafiyah, namun mereka menjalin pertemanan yang akrab dengan seorang tokoh yang memiliki banyak penyimpangan dan telah ditahdzir oleh para ulama agar umat menjauhi tokoh tersebut. Inilah yang dilakukan oleh para pengelola radio Rodja (dan juga RodjaTV) terhadap Ali Hasan al-Halabi.
Di antara bentuk keakraban para pengelola Rodja dengan Ali Hasan adalah mereka mengadakan muhadhoroh di masjid Istiqlal pada tanggal 29 Syawal 1433 H (16 September 2012) dengan pembicara Ali Hasan al-Halabi. Begitu pula salah satu pentolan Rodja yang bernama Firanda Andirja, begitu gigih melakukan pembelaan-pembelaan terhadap Ali Hasan al-halabi.
Fawaid edisi kali ini mencoba mengangkat sedikit bukti kedekatan hubungan antara para pengelola Rodja dengan Ali Hasan. Semoga kita bisa mengambil pelajaran bisa mengambil pelajaran dan memaklumi mengapa Syaikh Robi’ bin Hadi hafidzohulloh sampai mendahdzir umat agar tidak mendengarkan radio ini.

Selasa, 17 Desember 2013

Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 03 vol.01/Muharrom-Shofar 1435H/November-Desember 2013

Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 03 vol.01/Muharrom-Shofar 1435H/November-Desember  2013
Judul: Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 03 vol.01/Muharrom-Shofar 1435H/November-Desember  2013
Penerbit: Ma'had al-Manshuroh
Tebal: 124 halaman
Fisik: 15 cm x 23 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 12.000 (Jawa) Rp.14.000 (Luar Jawa)
UNTUK KALANGAN SENDIRI

Sinopsis Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 03 vol.01/Muharrom-Shofar 1435H/November-Desember  2013

Media Dakwah Milik Kita Sudah Mencukupi

Berdakwah melalui media adalah sesuatu yang sudah jamak dilakukan. Terlebih di masa kini, ketika media komunikasi makin banyak jenisnya.

Sebagai ahlussunnah, kita diajarkan untuk selalu berhati-hati dan selektif dalam mencari ilmu agama, termasuk lewat media. Karena tidak semua media dakwah berjalan di atas sunnah dan tidak semua seruannya adalah kepada sunnah. Bahkan mungkin mayoritasnya berjalan di atas berbagai penyimpangan dan seruanyapun kepada berbagai hizbiyyah.
Kita bisa menyaksikan di tengah masyarakat banyaknya buku atau majalah yang diterbitkan oleh kelompok sesat seperti Syi'ah, Khowarij, Ikhwanul Muslimin, Sufi, Quburiyyun, dan sebgainya. Begitu pula di radio atau situs-situs internet, bahkan televisi. Berbagai macam aliran dan kelompok menyimpang benar-benar memanfaatkan berbagai media yang ada untuk menyebarkan racun-racun sesatnya kepada umat.
Maka sudah seharusnya kita hanya memilih media dakwah yang dikelola oleh ahlusuunah. apa yang dimiliki ahlussunnah sudah mencukupi. Kita tidak perlu melirik kepada media lain, meskipun dari sisi penampilan atau penyampaian terlihat lebih menarik.
Alhamdulillah di tengah kita sekarang telah banyak bermunculan media dakwah. Mulai dari media cetak seperti buku, buletin, majalah, media radio, internet, cd dakwah, media-media internet messanging macam WhatsApp dan selainnya.
Ketika kita tahu sebuah media dikelola oleh orang-orang yang suka menjalin hubungan dengan hizbiyyin misalnya, maka tidak perlu kita mengoknya. Begitu  pula bila kita tahu  sebuah media menampilkan dai yang telah diperingatkan para ulama agar kita menjauhinya, maka dengan segera kita menjauhi media tersebut, meskipun banyak orang mempromosikan media tersebut sebagai media ahlussunnah. Di masa sekarang fitnah semakin banyak dan samar, yang menuntut kita untuk selalu hati-hati dalam bertindak.

Diantara isi Majalah Fiqih Islami Fawaid Edisi 03 vol.01/Muharrom-Shofar 1435H/ November-Desember  2013 :

Hukum seputar jenggot, Wajibnya Mengamalkan Sunnah oleh Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed, Fiqih Nisa' Haid dan Sholat, Fiqih Keluarga Pendidikan Tauhid dan Sunnah Kepada Anak, Tahzir Asy-Syaikh Robi' bin Hadi terhadap Radio Rodja, Yazid Jawaas dan Ja'far Umar Thalib, dan lain-lain.