Tampilkan postingan dengan label buku islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku islami. Tampilkan semua postingan
Selasa, 30 September 2014
Attuqa Pindah Alamat
Bismillah...
Pengumuman alamat baru Attuqa.
Untuk lebih memudahkan mobilisasi Pengunjung dan Pelayanan Kami, Sekarang kami berpindah tempat di Jl. Raya Besi-Jangkang KM. 2, Klidon Ngaglik Sleman. Atau, dari arah Jalan Kaliurang KM 13.5 masuk ke simpang Besi ke arah timur. Kurang Lebih 2,5 km di sebelah Kanan Jalan anda akan lihat Toko Attuqa dan Kafilah Herbal (kurang lebih 1 km sebelum perempatan pombensin Mindi).
Dengan alamat baru Attuqa, Insyallah diharapkan kedepannya akan lebih meningkatkan pelayanan kami dan memudahkan pengunjung yang mencari.....
Jazakumullahu khiron terimakasih...
Sabtu, 15 Maret 2014
SUFI NYELENEH VS SALAFI SHOLEH
Judul : Sufi Nyeleneh VS Salafi Sholeh
Penulis : Abu Mujahid
Penerbit : Toobagus Publising
Harga :Rp. 70.000,-
Harga Hemat : Rp. 56.000,-
Masih membaca buku-buku teks sejarah Indonesia yang banyak beredar sekarang ini? Percaya apa yang ditulis tentang Islam di Indonesia didalam buku-buku itu?
Jika ya, akan terbaca bahwa kaum sufi memiliki peran besar dalam islamisasi di Nusantara. Merekalah yang ditulis sebagai para penerus usaha islamisasi sampai pelosok-pelosok Nusantara yang semula hanya terbatas pada bandar- bandar niaga, kota-kota pesisir.
Jika pembacaan itu diteruskan, akan kembali ditemukan bahwa yang banyak berperan secara khusus dalam proses itu adalah sufi-sufi dari tarekat Syattariyah. Fleksibilitas anggota-anggota tarekat Syattariyah dalam menjalankan Islam membuat banyak penduduk pedesaan banyak tertarik pada Islam, meskipun tentu saja disatu sisi tidak total melepaskan keyakinan kuno mereka.
Buku-buku teks sejarah itu, ternyata berbicara juga tentang perseteruan antara kaum Sufi dan mereka yang disasar sebagai Wahabi (Wahhabi). Ya, sebuah perseteruan yang panjang dan lama dalam sejarah Islam di Indonesia. Sebuah perseteruan yang sering disederhanakan menjadi tradisional versus modernis.
Buku ini semacam tanggapan yang bersifat eksplanatif atas apa yang ditulis dalam Sufi "ndeso" VS Wahabi Kota. Berusaha berbicara tentang apa yang terjadi ditengah kubu Sufi ndeso dan Wahabi kota sekarang. Sufi nyleneh Versus Salafi Sholeh ini, jelas, berisi cerita yang masih terus berjalan.
Penulis : Abu Mujahid
Penerbit : Toobagus Publising
Harga :
Harga Hemat : Rp. 56.000,-
Masih membaca buku-buku teks sejarah Indonesia yang banyak beredar sekarang ini? Percaya apa yang ditulis tentang Islam di Indonesia didalam buku-buku itu?
Jika ya, akan terbaca bahwa kaum sufi memiliki peran besar dalam islamisasi di Nusantara. Merekalah yang ditulis sebagai para penerus usaha islamisasi sampai pelosok-pelosok Nusantara yang semula hanya terbatas pada bandar- bandar niaga, kota-kota pesisir.
Jika pembacaan itu diteruskan, akan kembali ditemukan bahwa yang banyak berperan secara khusus dalam proses itu adalah sufi-sufi dari tarekat Syattariyah. Fleksibilitas anggota-anggota tarekat Syattariyah dalam menjalankan Islam membuat banyak penduduk pedesaan banyak tertarik pada Islam, meskipun tentu saja disatu sisi tidak total melepaskan keyakinan kuno mereka.
Buku-buku teks sejarah itu, ternyata berbicara juga tentang perseteruan antara kaum Sufi dan mereka yang disasar sebagai Wahabi (Wahhabi). Ya, sebuah perseteruan yang panjang dan lama dalam sejarah Islam di Indonesia. Sebuah perseteruan yang sering disederhanakan menjadi tradisional versus modernis.
Buku ini semacam tanggapan yang bersifat eksplanatif atas apa yang ditulis dalam Sufi "ndeso" VS Wahabi Kota. Berusaha berbicara tentang apa yang terjadi ditengah kubu Sufi ndeso dan Wahabi kota sekarang. Sufi nyleneh Versus Salafi Sholeh ini, jelas, berisi cerita yang masih terus berjalan.
100 Kisah Tragis Orang-Orang Zalim
Judul : 100 Kisah Tragis Orang-Orang Zalim
Terjemah Kitab: 100 Qishshah Min Nihaayah Azh Zhaalimin
Penulis : Hani Al-Hajj
Penerbit : Buana Ilmu Islami (BILI)
Ukuran: buku besar 16 x 24 cm, ix + 542 halaman, berat: 820 gram
Fisik: sampul: soft cover, doff, plastic shrink, isi: kertas hvs 70 gram
Harga:Rp. 115.000,-
Terjemah Kitab: 100 Qishshah Min Nihaayah Azh Zhaalimin
Penulis : Hani Al-Hajj
Penerbit : Buana Ilmu Islami (BILI)
Ukuran: buku besar 16 x 24 cm, ix + 542 halaman, berat: 820 gram
Fisik: sampul: soft cover, doff, plastic shrink, isi: kertas hvs 70 gram
Harga:
Harga Hemat : Rp. 97.000,-
METODE PENULISAN BUKU 100 KISAH TRAGIS ORANG-ORANG ZALIM
Penulis Buku 100 Kisah Tragis Orang-Orang Zalim berkata: “Aku mengumpulkan kisah-kisah (tragis orang-orang zalim) ini berdasarkan dorongan dari Al Ustadz Abdul Hamid. Beliau adalah Pemilik Penerbit Al Maktabah At Tauqifiyyah. Hal ini karena di dalam kisah-kisah tersebut memuat berbagai kejelekan dan hukuman yang diberikan kepada orang-orang zalim, yang semua bisa dijadikan sebagai bahan pelajaran dan renungan bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran. Juga sebagai peringatan bagi orang-orang zalim serta petuah bagi orang-orang yang bertakwa.
Tidak ada yang bisa aku banggakan dari penyusunan buku (100 Kisah Tragis Orang-Orang Zalim) ini. Hanya saja aku berusaha melakukan seleksi dan pemilihan dengan sebaik-baiknya. Jika pembaca menganggap baik apa yang aku tulis ini dan dia mendapatkan faedah yang memuaskan dari sebagian yang aku dapatkan, maka aku telah mencapai apa yang aku inginkan.
Rujukan utama yang aku gunakan dalam penulisan buku 100 Kisah Tragis Orang-Orang Zalim ini adalah kitab yang berjudul Al Jazaa’ Min Jinz Al ‘Amal karya Dr Sayyid Husain Al ‘Affani. Kitab ini kitab kumpulan yang mengandung banyak faedah. Demikian juga kitab Qashash Wa ‘Ibar karya Yusuf ‘Ajlan, demikian juga At Tahdzir Min Suu’ Al Khatimah karya As Suhaibani.”
Di antara kisah yang bisa ditemukan dalam Buku 100 Kisah Tragis Orang-Orang Zalim ini adalah kisah seorang khatib sangat masyhur di Kerajaan Mesir waktu itu, yaitu pada masa Raja Fuad semasa dengan ayah Syaikh Ahmad Muhammad Syakir. Orang tersebut bernama Syaikh Muhammad Al-Mahdi. Dia rela menjual agama hanya untuk mendapatkan harta yang sedikit. Dia memuji sang raja dan menyindir Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ayah Syaikh Ahmad Muhammad Syakir menyaksikan sendiri Mahmud Al-Mahdi yang dulunya seorang khatib terkenal bahkan sampai sang raja berkeinginan untuk shalat bermakmum padanya, pada akhirnya dia menjadi seorang yang hina, tidurnya di salah satu masjid dan mempunyai pekerjaan rendahan mengambili sandal-sandal orang-orang yang shalat di masjid. Demikianlah hukuman yang disegerakan di dunia.
Jumat, 25 November 2011
Islam Itu Mulia
Judul : Islam Itu Mulia
Penulis : Asy Syaikh Abdul 'Aziz Ibn Abdullah Ibn Bazz
Penerbit : Pustaka Salafiyah
Tebal : -
Harga Rp : 22.000
Harga Disini Rp : 17.600
Discount Murah 20%
Penulis : Asy Syaikh Abdul 'Aziz Ibn Abdullah Ibn Bazz
Penerbit : Pustaka Salafiyah
Tebal : -
Harga Rp : 22.000
Harga Disini Rp : 17.600
Discount Murah 20%
Langganan:
Postingan (Atom)

