Tampilkan postingan dengan label majalah islam muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label majalah islam muslimah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2015

Majalah Muslimah Qonitah Edisi 21 vo. 02 april 1436 H/ 2015 M

Sebagaimana yang diberitakan dalam hadits shahih bahwa kebanyakan penduduk neraka adalah dari kalangan wanita sehingga sudah seharusnya mereka menjaga diri jangan sampai menjadi penghuninya dan jadilah wanita pendamba surga, itulah tema utama yang disajikan majalah muslimah Qanitah edisi 21 vo. 02 april 1436 H/ 2015 M.

Judul: Majalah muslimah Qanitah edisi 21 vo. 02 april 1436 H/ 2015 M.
Dimensi: 16 X 24 cm
Berat:
Harga: Rp. 12.000 (jawa) Rp. 14.000 (luar jawa)

Daftar isi;

  • Taat Kepada Suami Bekalku Menghadap Ilahi
  • Sifat-sifat Wanita Penghuni Surga
  • Delapan Pintu Surga Terbuka Untuk Anda
  • Berhias Untuk Pasangan Penambah Keintiman
  • Al Isti’adah
  • Prinsip-prinsip Dakwah Salafiyah
  • Hadapkan Wajahmu ke Masjidil Haram
  • Haid dan Pernikahan
  • Doa Nabi Ayub Alaihissalam
  • Ummu Hani’ bintu Abi Thalib
  • Modis Gua Banget
  • Memerhatikan Kemampuan Anak
  • Mengenal Tanda-Tanda I’rab Bag 2
  • Menolak Pinangan Lelaki Sholeh Berdosa?
  • Suami Menggunakan Hak Istri
  • Tips Mengenakan Jilbab
  • Pelaksanaan Shalat Witir
  • Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Selama Kehamilan
  • Mengatasi Kebiasaan Mengompol Pada Anak
  • Tempat Pensil dari Koran dan Botol Bekas
  • Waspada Penyakit Demam Berdarah

Sabtu, 16 November 2013

Majalah Muslimah Qonitah Edisi 09 vol 01 1434H-2013M

gema-ilmu.com cover depan Majalah Muslimah Qonitah Edisi 09 vol 01 1434H-2013M
Judul: Majalah Muslimah Qonitah Edisi 09 vol 01 1434H-2013M
Media Cerdas Wanita Salehah,
Tema: Nama Untuk Ananda
Penerbit: Muslim Takwa Media
Fisik: 112 hal, isi hvs, 32 halaman full color, sampul soft cover, uv
Harga: Rp. 11.000 (jawa) atau Rp. 13.000 (luar jawa)

Sinosis Majalah Muslimah Qonitah Edisi 09 vol 01 1434H-2013M,

Betapa Berartinya Sebuah Nama

Kelahiran sang buah hati tentu menjadi momen yang sangat dinanti. Setiap orang tua aan menyiapkan berbagai keperluan bagi bayinya kelak. Sekian banyak persiapan fisik dan nonfisik tidak luput dari pikiran. Tak lupa, salah satu hal penting yang disiapkan adalah nama.
Beragam cara pandang orang tua ketika hendak memberi nama sang anak. Ada yang saking kagumnya, orang tua hendak menjadikan nama seorang selebritas -artis, tokoh politik, atau pemain bola terkenal- sebagai nama anaknya. Ada juga orang tua yang merasa kurang sreg kalau memberi anaknya dengan nama yang islami sehingga memilih nama yang kebarat-baratan. Alasanya bisa jadi karena orang tua ingin menunjukkan luasnya wawasan dan pemikiranya yang modern. Bisa jadi pula, sebabnya ialah krisis jati diri. Minder jika nama anaknya terkesan "tradisional" karena berbau Islam. Ini satu kutup.
Ada pula sekelompok lain yang berprinsip, "Apalah arti sebuah nama, mau dinamakan apapun, kalau mawar tetaplah wangi," persis seperti ucapan seorang pujangga kafir Eropa di era pertengahan yang gelap. Mereka tidak peduli akan nama anaknya. Dari mana diambil, apa artinya, baik atau buruk maknanya, dia tidak ambil pusing. Anak lahir, beri nama seadanya dan semaunya; selesai. Toh namanya anak tetap anak, esensinya adalah anak manusia. Mau diberi nama apapun, dia tetap manusia. Ini kutup yang lain.
Pembaca qonitah yang budiman, kedua kutup di atas tentu saja keliru dan sama-sama memprihatinkan. Bagaimanapun, nama menunjukan pemiliknya. Nama mengandung harapan dan doa. Nama yang baik akan memberi sugesti positif, baik bagi si pemilik nama maupun bagi orang yang mendengarnya. Demikian pula sebaliknya.
Orang tua tentu merasa senang ketika anaknya dipanggil dengan nama terbaik yang telah dia pilihkan untuknya. Muncul sebersit rasa senang terhadap keputusannya memberi nama pilihan untuk anaknya di masa silam.
Namun, ketika yang terjadi adalah sebaliknya, tegakah orang tua ketika kelak si anak dipanggil dengan nama yang buruk?, padahal dia sendiri yang telah menyematkannya?. Orang yang mendengar saja sudah risih, bagaimana halnya dengan si pemilik nama yang setiap saat menyandangnya?
Oleh karena itu, kita sangat perlu mengetahui bagaimana sebenarnya tuntunan Islam dalam hal pemberian nama anak. Dalam Islam, ada nama yang paling disukai oleh Allah dan nama yang baik, ada nama yang makruh, dan ada nama yang tidak boleh dipakai. Hati-hati dan cermatlah memilihkan nama untuk ananda tercinta.
Mengingat pentingnya pembahasan ini, kami tampilkan pembahasan ringkas pada rubrik Buah Kasih pada Majalah Muslimah Qonitah Edisi 09 vol 01 1434H-2013M ini.
Selamat membaca!

Kami sertakan daftar isi Majalah Muslimah Qonitah Edisi 09 vol 01 1434H-2013M antara lain :

Zikir berjamaah (bagian ke-2), Mengenal Allah (bagian ke-2), Faedah mengamalkan Sunnah Rosulullah, Surat an-Nisa ayat 34, Agar terhindar dari Pai Neraka, Berikanlah maaf, Harapkanlah Ampunan, Berwudhu dengan Bimbingan Syariat (bagian ke-2), Hukum wudhu wanita karena menyentuh Kemaluannya, Penyimpangan di Pesta Pernikahan (Bagian ke-2), Figur Mulia: Maimunah Penutup Ummahatul Mukminin, Kisah Maryam Bintu Imran, Wanita dan Pesona Parfum, Bahasa arab: Hukum-hukum jar, Nama untuk Ananda, dan masih banyak lagi insyaalloh...
Ayo beli Majalah Muslimah Qonitah Edisi 09 vol 01 1434H-2013M hanya disini.....

Sabtu, 12 Oktober 2013

Majalah Muslimah Qonitah Edisi 08 vol 01 1434 H – 2013 M

Majalah Muslimah Qonitah Edisi 08 vol 01 1434 H – 2013 M
Majalah Muslimah Qonitah Edisi 08
Judul: Majalah Muslimah Qonitah Edisi 08 vol 01 1434 H – 2013 M
Media Cerdas Wanita Salehah,
Tema: Kita Memang Beda
Penerbit: Muslim Takwa Media
Fisik: 112 hal, isi hvs, 32 halaman full color, sampul soft cover, uv
Harga: Rp. 11.000 (jawa) atau Rp. 13.000 (luar jawa)

Propaganda Kesetaraan Gender
setiap muslim tentulah mengakui bahwa dirinya beriman kepada Allah dan Rosul-Nya. Dan diantara konsekwensinya adalah menerima segala bentuk syariatyang telah ditetapkan-Nya. Inilah kandungan surat al-Ahzab ayat 36. Karena itu, ketika menyatakan beriman kepada Allah dan rosul-Nya, kita tidak boleh menerima sebagian hukum syariat lalu menentang sebagian lainya. Termasuk dalam hal ini adalah beberapa hukum syariat yang membedakan antara laki-laki dan perempuan.
Akan tetapi, sebagian manusia merasa sombong dengan kemampuan akal mereka. Mereka tidak mau tunduk menyadari bahw ada perbedaan bentuk dan fitrah antara laki-laki dan perempuan.
Isu feminisme kian menjadi perbinsangan yang terus menggaung di kalangan aktivis perempuan. Dengan mengusung seruan hak asasi  dan pemberdayaan perempuan, mereka berusaha menyamakan hak antara laki-laki dan perempuan yang meremehkan peranya sebagai istri dan ibu dari anak-anak. Mereka enggan direpotkan dengan urusan rumah tangga, kewajiban sebagai istri dan mengasuh anak-anak. Banyak di antara mereka yang memilih melakukan seks bebas tanpa komitmen, memilih membesarkan anak tanpa ayah, bahkan yang lebih parah mereka menikah dengan sesama jenis.
Isu kebebasan hak dan penyetaraan jender ini sejatinya tidaklah menempatkan wanita pada kedudukan yang terhormat, justru telah melempar mereka dalam lembah kehinaan. Padahal Islam agama yang agung ini sungguh telah memuliakan dan menjaga kehormatannya. Perbedaan-perbedaan yang telah ditetapkan oleh syariat antara laki-laki dan perempuan sepantasnya kita terima. Perbedaan fitrah ini menuntut adanya perbedaan peran dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Oleh karena itu, syariat Islam mengatur peran masing-masing dengan sempurna dan indah.
Meskipun membedakan laki-laki dan perempuan dalam beberapa hukum, syariat tetap menyamakan pahala  ibadah diantara mereka. Laki-laki dan perempuan yang berimandan taat kepada Allah, jujur dalam ucapanya, berlaku sabar, khusyu' dalam ibadahnya, bersedekah, berpuasa, dan senantiasa menjaga kemaluanya, Allah siapkan ampunan dan pahala yang sama besar bagi mereka. Demikian pula, laki-laki dan perempuaan yang banyak berzikir dan mengingat Rabb-Nya, mereka-pun akan mendapat kemuliaan yang sama di sisi Allah.
Kaum perempuan membawa karunia dan nilai-nilai yang unik bagi dunia. Keberadaanya menjadi penghias dunia ini. Disisinyalah pendidikan anak-anak ditempa pertama kalinya. peran istri dalam menciptakan nilai-nilai Islam dalam keluarga dan kehidupan masyarakat bisa membuat sang suami dan anak-anak hidup bahagia.
Cuplikan tuliasan diatas adalah kata pengantar redaksi majalah muslimah qonitah edisi 08.
Sebagian isi majalah muslimah qonitah edisi 08 ini antara lain: Zikir berjamaah, Mengenal allaoh, Jalan kebenaran hanya satu, Meraih hidup yang lebih baik, Surga bagi orang tua yang bersabar atas kematian anaknya, Memperbaiki kesalahan yang telah lalu, Berwudhu dengan bimbingan syariat, Hukum mengusap kerudung saat wudhu, Penyimpangan di pesta pernikahan, dan masih banyak lagi.
Ayo beli Majalah Muslimah Qonitah Edisi 08 hanya disini.....