Tampilkan postingan dengan label majalah islam remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label majalah islam remaja. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2015

Majalah qudwah edisi 27

Majalah qudwah edisi 27 vol 3, April 1436 H/2015 M sedikit beda dari edisi sebelumnya, karena dalam kesempatan kali ini redaksi majalah Qudwah menghadirkan sebuah kisah yang cukup langka dikenal kaum muslimin. Dialah Nabi Samuel seorang nabi di masa Bani Israil tepatnya di masa Nabi Musa ‘Alaihissalam. Bersenjatakan iman dan ikhtiyar Allah subhanahu wa ta’ala memberi kemudahan bani Israil terbebas dari keterpurukan dengan diangkatkan Thalut sebagai raja mereka, akan tetapi memang demikianlah watak asli Bani Israil yang tidak terima dengan keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan Thalut sebagai raja dari berita yang disampaikan Nabi Samuel.

Bagaimanakah kisah selengkapnya, silahkan baca di Majalah qudwah edisi 27 vol 3, April 1436 H/2015 M.

Daftar isi Majalah qudwah edisi 27 vol 3, April 1436 H/2015 M
Nabi Samuel Dan Pemimpin Ideal
Al Faruq Menyongsong Hidayah
Biografi Ibnu Katsir
Wafatnya Sang Khalifah
Bukan Lantara Fisiknya
Seumpama Hujan Membasahi Bumi
Kau Tutupi Kekuranganmu Dengan Menuntut Ilmu
Kaum Hawari, Pengikut Setiap Kalimatullah
Berhati-hati Dari Fitnah
Yang Harus Memilih di Antara Dua Cinta
Berdakwah Di Thaif
Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam-pun Bercanda
Pertemanan Berbuah Kekufuran
Penghancur Takabur
Sifat Shalat Nabi Shallahu’alihi wa Sallam

Minggu, 02 Februari 2014

Majalah Tashfiyah Edisi 33 Volume 3 1435H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 33 Volume 3 1435H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 33 Volume 3 1435H-2014M
Mudah Berfaedah
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 33 Volume 3 1435H-2014M

Salam Redaksi
”Selamat, Anda adalah pemenang undian program berhadiah dari Telkomsel. Undian dilakukan tadi malam pukul xx.xx. Silakan hubungi bapak Drs. H. Sujono di nomor xxxxxxxx. Pin anda adalah 23abcd.” Kira-kira beginilah bunyi SMS yang dikirim beberapa waktu lalu ke nomor redaksi.

Bukan gembira dan senang yang kami rasakan. Yang kami rasakan justru sedih dan marah. Sedih, melihat realita umat yang rela menjual akhiratnya hanya demi mereguk sepeser dari dunia. Marah, karena dusta kini menjadi Suatu hal yang lumrah.Tak bisa diingkari. Tak bisa dihindari.

Alhamdulillah, Tashfiyah masih diberi kesempatan bersua dengan para pembaca sekalian. Kita saling mengingatkan dan saling mewasiatkan dengan kebenaran. Kami pun mengangkat kejujuran sebagai topik utama di edisi ini. Melihat pentingnya hal terebut, sebagai bekal bagi umat. Harapannya, masyarakat Indonesia ini -atau paling tidaknya, kita semua- tersadar, bahwa kejujuran merupakan modal “utama kebahagiaan. Tidak hanya di akhirat. Dunia pun dermikian.

Pada halaman lainnya, kami memaparkan sedikit biografi shahabat yang mulia, Miqdad bin Al-Aswad rodhiyallohu’anhu, agar kita lebih dekat mengenal beliau. Di dalam rubrik Syabab, kami menyoroti tentang pentingnya kaum remaja untuk mengatakan “tidak” bagi sesuatu yang bermudarat mereka. Karena periode remaja adalah periode pencarian karakter. Mereka tidak segan untuk ’mencicipi’ hal yang baru. Maka, berani mengatakan ’tidak’ adalah hal yang penting bagi mereka.
Nah pembaca, mari kita simak bahasannya!