Tampilkan postingan dengan label majalah tashfiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label majalah tashfiyah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 52

Qana’ah (merasa cukup), sebuah kata yang mudan diucapkan, ringan didengar, akan tetapi sulit diamalkan. Betapa banyak pembicara yang berbicara penulis yang menulis, pengkhutbah yang berknutbah menguraikan makna dan penjabarannya. Akan tetapi berapa banyak di antara mereka yang mampu mengamalkannya? Entahlah!

jika kita mampu mengamalkannya, Masya Allah, betapa bahagianya! Hidup serasa tanpa beban. Makanan apa pun yang dihidangkan untuknya dilahapnya dengan penuh kenikmatan asalkan halal.
Pakaian apapun yang ia kenakan terasa nyaman dengan syarat sesuai syariat. Rumah apapun yang ia tempati serasa surga jika tanpa kemaksiatan. Dan seterusnya.
Akan tetapi, apakah qonaah itu identik dengan kemiskinan? Belum tentu! Seseorang yang kekurangan harta, akan tetapi hatinya, jiwanya, tekadnya, usahanya, dan seluruh olah pikirnya selalu terpusat untuk mengejar harta, harta, dan dunia, tentu bukan termasuk orang yang qona’ah.
Lalu, apakah yang bisa qana'ah hanya orang kaya saja? Atau apakah kekayaan merupakan simbol berkecukupan (qana’ah)? Belum tentu juga. Betapa banyak orang kaya yang masih merasa kurang. Tahun ini ingin membeli ini. Tahun depan ingin membeli itu, padahal di rumahnya sudah ada ini dan itu. Benar?
Kalau kita buka Iembaran sejarah para sahabat tentulah mudah menemukan figur-figur dalam bidang ini.
Kisah mereka masyhur menghiasi buku-buku sejarah. Kemampuan mereka untuk tetap tersenyum tatkala terlilit kelaparan, kemampuan mereka berbagi meskipun hidangan di rumah tinggal sepiring, kemampuan mereka mencukupkan diri dengan harta yang halal dan sederhana, serta kemampuan mereka yang Iainnya. Ya, hati mereka kaya meskipun tanpa harta. Kaya hati itulah kaya yang hakiki.

Produk: Majalah Tashfiyah Edisi 52
Topik Bahasan: Kaya Hati Kaya Hakiki
Penerbit : Media Tashfiyah
Ukuran: 12X18cm
Berat: 80gr

Daftar Isi:
Tas Baru
Kaya Tak Selalu Berlimpah Harta
Mengetam Bulir-Bulir Qanaah
Menyemai Qanaah di Ladang kalbu
Mentadaburi Ayat-Ayat
Memotivasi Qanaah
Teladan Nabi  dalam Oanaa'ah
Dunia di Depan Mata
Memahami Arti Imam
AI Mundzir bin Amr
Ketergelinciran Ulama
Jamuan Nobi Ibrahim  
Virus Pembumuh Hati
Perang Bani Ouraizhah
Seandainya Tidak Ada Aku
Pamer, Lagi-Lagi Pamer
Di Sudut Bumi Yang Lain
Kita Adalah Cermin
Saat Orang Tua Diingatkan

Sabtu, 12 September 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 50

Jika melihat kondisi kaum muslimin saat ini, serasa meneteslah air mata. Keterpurukan mereka di bidang akidah, manhaj, akhlak, kelemahan kekuasan serta terpasungnya kemerdekaan teritorial seakan telah mencapai klimaksnya. Tiada yang bisa dibanggakan kecuali sebagian kecil saja.
Namun demikian, firman-Nya dan sabda Rasul- Nya adalah kebenaran semata janji-Nya untuk tetap menjaga agama-Nya hingga akhir zaman adalah sebuah kepastian. Di tengah-tengah terkoyaknya kehormatan sebagian besar saudara-saudaranya,  masih saja ada sekelornpok kaum muslimin yang tetap tegar, membusungkan dada menampakkan kemuliaan agamanya di atas yang Iainnya.
Secercah cahaya keemasan Islam yang tetap berkilau di tengah reruntuhan sebagian besar umatnya saat ini, tetap menjanjikan untuk kembali bersinar terang. Seiring dengan ketentuan-Nya secercah cahaya itu saat ini terus rnembesar penampakannya. Seolah-olah ingin memberi peringatan kepada kegelapan agar segera enyah dari hadapannya.
Ya, cemerlangnya keemasan Islam sesungguhnya tidak pernah pudar. Ia tetap bersinar tidak pernah tertutup sama sekali oleh kegelapan masa. Kecemerlangan generasi yang langsung di bawan bimbingan Rasulullah &seoIah tak pernah bisa dilupakan. Cahaya keemasannya terus bersinar sampai sekarang. Demikian pula generasi setelannya dan setelahnya. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rasul-Nya.
Tashfiyah kali ini mengangkat tema tentang zaman keemasan dan kebangkitan Islam. Zaman keemasan itu telah terjadi, sedangkan zaman kebangkitan itu yang kita nanti. Jalan menuju ke Sana sudah terbentang.
Tinggal siapakah di antara kita yang bersiap berjalan di atasnya. Mari singsingkan Iengan, bergandeng tangan menuju kemenangan!

Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 50
Penerbit: Media Tashfiyah
Isi: 112 halaman
Harga: 10.000

Daftar isi:
Berita Duka Kapan Sirna?
Zaman Keemasan Islam
Sebab Kemunduran Islam
Kebangkitan Islam dan Kaum Musllmin
Kunci Kejayaan Islam
Manusia Buih
Salat Sunnah Qabiyah Ashar
Andaikan Saja...
Asma’ binti Abdillah, Dzatu Nithaqain
Kaidah Qiyas dalam islam
Detik Kabisat
Perang Bani Qaraizhah
Bahagia Dunia Akhirat
Bangun Karaktermu, Bangun Bangsamu!
Bila Makananmu Melelaihi Kebutuhan
Menjaga Perasaam Pasangan
Teladan Bagi Anak

Rabu, 05 Agustus 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 49

Jannatu atau Jannah, surga, demikianlah kita menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa kata 'surga' berasal dari bahasa sansekerta. Oleh karena itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ’surga’ salah satunya diartikan dengan kayangan tempat kediaman Batara Guru (Siwa) atau yang mereka sebut dengan 'surgaloka’ _ Dalam arti Iain dalam kamus tersebut, disebutkan bahwa arti surga- jannah adalah alam akhirat tempat jiwa (roh) manusia mengenyam kebahagiaan sebagai pahala perbuatan baiknya semasa hidup di dunia.

Pembaca yang kami hormati, tentu surga dalam makna Al jannah yang kita bahas pada edisi khusus ini bukanlah sebagaimana yang diartikan dalam KBBI. Untuk pemaknaan surga dengan ’surgaloka’ jeIas salahnya Adapun pernaknaan surga dengan surga-jannah seperti yang tersebut dalam KBBI pun kurang tepat, Para ulama rnenjelaskan bahwa yang menikmati surga bukan hanya manusia dan bukan hanya jiwanya saja. Bahkan mereka menjelaskan bahwa manusia merasakan kenikmatan surga sekaligus jiwa dan raganya. Gambaran surga identik dengan keindahan. Bahkan puncak keindahan. Kelezatan, bahkan puncak kelezatan. Keindahan apapun yang tebersit dalam benak kita tidak dapat dibandingkan dengan hakikat keindahan di surga. jauh, jauh, dan jauh Iebih indah di surga hingga tak terbayangkan.
Allah dan Rasul-Nya menggambarkan keindahan surga dengan sesuatu yang kita kenal di dunia hanya sebagai pendekatan penggambaran. Adapun hakikatnya jauh Iebih indah dari yang kita bayangkan. Pembaca yang cintai, Tashfiyah kali ini hadir dengan edisi khusus tentang surga. Harapannya agar kita semua terpacu, termotivasi, dan terobsesi untuk meraihnya. Allah dan Rasul-Nya pun telah memberi petunjuk dengan segamblang- gamblangnya cara untuk mendapatkannya. Tinggal sekarang kita berusaha sekuat tenaga dengan berharap pertolongan- Nya.

Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 49
Penerbit: Media Tashfiyah
Isi: 112 halaman
Harga: 10.000

Daftar isi:
Bulan Surga
Taman Surga  
Bidadari Surga
Hidangan Surga
Kesibukan di Dalam Istana
Pasar di Surga
Kekal, Tanpa Kematian
Surga Telah Ada
Umar dan lstana Emasnya
Petasan
Derajat di Surga
Makam Rasulullah 
Sampai di sini saja
"Kami Angkat Rasa Dengki"
Murahnya Dunia, Mahalnya Akhirat
Akhlak Pemuda Surga
Jalan Mudah ke Jannah
Bersegera Menjemput Surga


Minggu, 24 Mei 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 47 Vol: 04

Dai komersial itulah kondisi nyata saat ini, pernah bercerita seorang teman kami di Jakarta bekerja disalah satu perusahaan swasta yang aktif dalam kegiatan dakwah menyampaikan ucapan seorang dai yang tak mau berdakwah, entah karena sebab apa beliau tidak mau berdakwah tapi ada satu ucapan yang membuat saya agak trenyuh dari ucapan beliau yaitu, “jika saya mau, bisa mendapatkan bayaran besar ketika berdakwah karena sudah ada tarifnya, untuk berdakwah dikalangan pejabat sekian, dakwah dikalangan masyarakat biasa sekian, dan seterusnya”, ucapan inilah yang membuat saya tidak heran jika saat ini banyak dai-dai bermunculan tanpa ada sebab musabab dan asal-usulnya, bahkan bekas premanpun bisa berdakwah setelah bertobat sehingga tak heran profesi dai menjadi ramai saat ini mulai dari pelawak, residivis, mantan preman, mualaf, dan lain-lain yang bermodalkan bisa bicara tentang islam dan berakting. Kondisi inilah yang menjadi inspirasi majalah tashfiyah untuk mengangkat tema hangat fenomena dai komersial yang menjual agama demi harta dan popularitas.

Daftar isi:
Ramai-ramai menjual agama
Ketika Hamba Harus Memilih
Hinaan Penjual Agama
Fenomema Dai Artis
Kematian dan Dunia Yang menipu
Untuk Siapa Kita Menuntut Ilmu
Jangan Salahkan Angin Berembus
Gurih Lezat MSG
Ars Alloh Bergetar dengan Wafatnyo Sa’ad bin Mu'adz
Dosa Besar
Perang Adalah Tipu Daya
Akibat Kebodohan
Mendamba Rumah Mewah
Tazkiyatun Nufus
Pilih Temanmu Sebelum Datang Sesalmu
Di Manakah Kedamaiam Hati?
Mengaji Sampai Maut Menjemput
Saat Pikun Memimpanya
Nyantri? Why Not?
Lebih Jauh Mengenal Pasangan
Permisalan Untuk Ananda

Minggu, 19 April 2015

Tashfiyah Edisi 46

Dalam edisi kali ini, majalah tashfiyah mencoba mengangkat tema tentang kesempurnaan islam yang tidak perlu ditambah atau dikurangi walaupun dengan segudang alasan yang tampaknya baik dalam pandangan akal manusia, akan tetapi Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hikmah yang besar dengan tidak perlunya ajaran islam ini tidak perlu ditambah atau dikurangi.

Ide tak cemerlang, itulah tema utama dalam pembahasan ini di tengah banyaknya ide-ide brilian dari orang-orang cerdas yang melahirkan berbagai teori untuk mengalihkan cara pandang manusia dalam memahami keagungan ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga tak heran jika saat ini banyak kita temukan para mahasiswa yang belajar ilmu pengetahuan berani bahkan lancang mengkritisi ajaran islam dengan anggapan tak sempurna berdasarkan ide-ide yang diperolah dari perguruan tinggi. Ironisnya ide tersebut muncul dari sebagian perguruan tinggi islam baik dari dalam dan luar negeri. Bagaimana perkembangan pemikiran tersebut merasuk ke dalam pola pikir anak-anak muda seperti itu, simaklah kajian khusus dalam edisi kali ini. Masih segar dalam ingatan kita seorang mahasiswi (muslimah) yang baru saja menginjakkan kaki di negri kafir dalam hitungan minggu sudah berani mengkritisi undang-undang perkawinan dalam ajaran islam yang diterapkan di Indonesia.

Daftar isi majalah tashfiyah edisi 46 vol 04, April tahun 1436H/2015M:
Ide Tak Cemerlang
Islam Sudah Sempurna
Kronologi Penyimpangan Umat
Jalan Selamat Agar Tak Tersesat
Kemurnian Pasti Kan Terjaga
Orang-orang terasing
Fenomena Nabi Palsu
Perilaku Hidup Sehat
Al Mughirah Bin Syu’bah
Kisah-kisah Bani Israil
Merasa Cukup Dengan Bersyukur
Ka’bah
Penghianatan Bani Quraizhah
Saat Fir’aun Bertaubat
Buktikan Harapanmu
Berenang di Lautan Dunia
Jinakkan Harimaumu
Anda Sopan Kami Segan
Kuterima Dirimu Dengan Kekuranganmu
Tanamkan Keberanian

Kamis, 19 Maret 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 45 Volume 4 1436H-2015M

Majalah Tashfiyah Edisi 45 Volume 4 1436H-2015M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 45 Volume 4 1436H-2015M
Mudah Berfaedah, Tema : Melihat Dunia Senyatanya
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 45 Volume 4 1436H-2015M, Melihat Dunia Senyatanya

Tak henti-hentinya segenap pujian kita persembahkan kepada Rabb alam semesta. Tak terhingga kenikmatan yang telah kita dapatkan bahkan semenjak kita belum bias merasakan nikmat itu. Bukankah demikian? Iya, semenjak kita masih di rahim bunda, Sudah tak ternitung nikmat yang telah kita peroleh. Hanya saja saat ini, tidak ada di antara kita yang ingat akan nikmat itu. lya, karena kenikmatan itu hanya bersifat sementara. Dernikian pula nalnya kenikrnatan yang sedang kita rasakan saat ini tak Iebin hanya sesaat saja.jika telah berlalu, segera akan terlupakan.
Pembaca Tashfiyah yang kami cintai, sebenarnya tanpa kita sadari sangat banyak kenikrnatan yang telah kita rasakan yang saat ini tinggal kenangan. Ketika melihat ananda sedang dibuai dalam pelukan bundanya, barangkali kita saat ini hanya bisa membayangkan betapa dulu pun kita rnasing-masing pernah merasakannya. Ah, kenyataannya saat ini bunda telah tiada, ayahanda pun telah berpulang. Yah, itulah dunia. Yang dulu ada, kini sirna. Yang kini ada, suatu saat nanti akan tiada.
Apakan Anda pernah membayangkan tentang nikmat yang tak pernah sirna? Allah dan Rasul-Nya telah mengabarkan itu semua dalam firman-Nya dan sabdanya. Kenikmatan yang tiada taranya dari segi kuantitas dan kualitas, tak berbatas waktu dan ruang, Serta tak tergambarkan dalam kata-kata. Lalu mengapa kita harus terperangkap oleh nikmat yang fana dan melupakan yang baka?
Pembaca Tashfiyah yang semoga dirahmati Allah, pada edisi ini, kami menghaturkan telaah tentang hakikat dunia dan akhirat untuk Anda. Betapa manusia banyak yang gagal menyadari hakikat tujuan penciptaan mereka. Betapa banyak di antara mereka tertipu dengan gemerlap dunia yang sekejap mata. Padahal pada dasarnya kebahagiaan kita ada di hakikat tujuan penciptaan kita sendiri yaitu agar beribadah kepada-Nya saja.
Pembaca yang kami cintai, mari kita bergandeng tangan berjalan menjauhi fatamorgana yang fana ini, menuju ke ridha-Nya semata. Mari!

Daftar isi Majalah Tasfiyah edisi 45 thn 1436 H/2015 M
  1. Angan-Angan Dunia
  2. Dunia, Dermaga Persinggahan
  3. Sang Tamu, Pasti ‘Kan Berlalu
  4. Asal Selamat di Akhirat
  5. At Takatsur, Penyakit Perusak Hati
  6. Harta, Ujian Iman Kita
  7. Hari Menghitung Amal
  8. Si Kental Merah Enak Tapi Berbahaya
  9. Salim Maula Abu Hudzaifah
  10. Persatuan di Atas Kebenaran
  11. Charlie Hebdo Penghina yang Terhina
  12. Islam di Prancis
  13. Pertemuan Dua Pasukan
  14. Melihat Wali Allah Subhanahu wa Taála
  15. Hukum-Hukum Seputar Shalat
  16. Sehatpun Cobaan
  17. Waktu Berharga Bagimu
  18. Izinkan Aku Berzina
  19. Bahasa Arabnya Dong
  20. Suplemen Untuk Keluarga
  21. Bagus Sekali Pertanyaanmu Nak

Sabtu, 07 Maret 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 44 Volume 4 1436H-2015M

Majalah Tashfiyah Edisi 44 Volume 4 1436H-2015M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 44 Volume 4 1436H-2015M
Mudah Berfaedah, Tema : Toleransi Islami yang Asli
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 44 Volume 4 1436H-2015M

Pembaca Tashfiyah yang semoga dirahmati Allah, keanekaragaman adalah sunatullah di alam jagad raya ini. Kesadaran untuk hidup bercorak ragam mau tidak mau menjadi sebuah kemestian. Barang siapa memberontak dari kenyataan ini, maka boleh jadi akan menjadi pribadi yang gagal secara sosial.
Ajaran Islam sering dituding oleh musuh-musuhnya mengemban pesan membenci keanekaragaman. Gambaran kekerasan yang diperoleh dari ‘gerombolan teroris' yang mengatasnamakan Islam ini lantas dipublikasikan besar-besaran oleh media-media yang tidak berpihak kepada kaum muslimin. Padahal senyatanya ajaran Islam berbeda seratus depalan puluh derajat dengan tuduhan itu.
Namun demlkian, Islam pun tidak memillkl ajaran kebebasan mutlak seperti yang dipahami kaum orientalls. Toleransi di dalam Islam mengandung hikmah yang mulia yang bersumber dari bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Bukan toleransi tanpa batas yang sampai mengorbankan akidah.
Pembaca Tashfiyah yang kami cintai, Majalah Tashfiyah edisi kali ini, mengangkat tema toleransi sebagai bahasan utama agar kita bias memahami bagaimana dan seperti apa makna toleransi yang sesuai syariat Islam ltu. Agar kita semakin mengenal keindahan Islam, mencintai, dan mengamalkan dengan sebenar-sebenarnya. Agar kita juga tak terpedaya mengikuti arus yang tak tentu arahnya.
Di rubrik lain di edisi ini, kami menyajikan pula banyak hal tentang Islam dan tokoh-tokohnya. Betapa indah dan seimbangnya Islam dari segala sisinya. Betapa Islam mengajarkan keseimbangan dalam mengelola jasmani dan rohani. Betapa ajaran Islam selalu sesuai dengan fitrah yang suci. Betapa Islam telah melahirkan tokoh-tokoh yang senantiasa membuat lisan berdecak kagum. Mudah-mudahan kita dapat mengambil kesimpulan yang jernih dari itu semua. Selamat membaca.

Minggu, 01 Maret 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 43 Volume 4 1436H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 43 Volume 4 1436H-2014M

Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 43 Volume 4 1436H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : Menyelisik ke Lain Dunia
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 43 Volume 4 1436H-2014M

Pembaca yang kami hormati, senang kembali bisa berjumpa dengan Anda. Mudah-mudahan Anda senantiasa dalam keadaan terbaik memulai hari-hari beraktivitas, bekerja dan beribadah.
Dulu, kami puhya tetangga, termasuk baik perangainya. Suatu ketika ia menderita sakit. Selama sakitnya, ia selalu meracau, berbicara tentang banyak hal yang kami pahami maknanya tetapi sebagiannya tidak kami pahami konteksnya. Akhirnya kami pun berkesimpulan ia menderita sakit akibat ulah makhluk dari dunia lain.
Lain lagi dengan pengalaman Pak Saleh (bukan nama sebenarnya). Ia terkenal oleh tetangganya memiliki kemampuah menyembuhkan pasien yang terkena penyakit akibat gangguan jin. Profilnya biasa-biasa saja, tidak terlihat istimewa. Hanya saja dari tutur katanya terlihat ketegasan dalam usaha meniti jalan kebenaran. Beliau banyak bercerin tentang pengalamannya bersinggungan dengan racauan para penderita kesurupan.
Alhamdulillah, beliau banyak menyembuhkan atau setidaknya meringankan penderitaan beberapa pasien dengan bacaan ayat-ayat ilahi. Bukan profesi, tetapi sekedar bukti empati tanpa imbalan.
Pengalaman Bagas (bukan nama sebenamya) berbeda. Ia remaja seperti pada umumnya. Kurang lebih setahun ini hidupnya agak berbeda. Terkadang ia dapat melihat makhluk yang tak terlihat oleh kebanyakan orang. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia alami. Wujud rupa yang aneh-aneh pada awalnya membuatnya takut. Akan tetapi atas saran ayahnya, ia ambil langkah tak peduli.
Apakah benar ada makhluk gaib hidup di sekitar kita? Bagaimana pandangan syariat Islam terhadapnya? Lalu bagaimana dengan kuntilanak, genderuwo, pocong, tuyul, dan lain-lain penamaan makhluk menyeramkan yang sering muncul di cerita-cerita horor? Bagaimana sikap kita dalam menghadapi mereka? Tashiyah edisi ini insya Allah membahas sebagiannya.
Selamat membaca ulasan kami, semoga bermanfaat.

Selasa, 16 Desember 2014

Majalah Tashfiyah Edisi 42 Volume 4 1436H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 42 Volume 4 1436H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 42 Volume 4 1436H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : ABG, Anak Bau Surga
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 42 Volume 4 1436H-2014M

Tak disadari ternyata ia telah tumbuh menjadi seorang remaja. Setahun yang lalu ia masih terlihat bermain gundukan pasir di samping rumah, tapi sekarang tampaknya gundukan itu tak berarti baginya. Kurang lebih sebulan yang lalu suaranya mulai berubah, membesar tak beraturan. Kumis tipis mulai menghiasai bagian atas
bibirnya. Hmm, rupanya ia kini teiah memasuki dunia baru.
Dunia ABG (Anak Baru Gede). Sebentarnya lagi tentu ia akan menjadi seorang pemuda. Rentang usia 12-19 tahun adalah usia remaja, 20-35 tahun adalah usia pemuda, mungkin seperti itu masa-masa yang penuh tantangan. Perubahan fisik dan psikis
menyertai kehidupannya. Gejolak dan ketidakstabilan mewarnai hari-harinya. Akankah ia kokoh menghadapi berbagai cobaan yang menghadang?
Pembaca yang budiman, jika Anda seorang remaja  janganlah galau. Jika Anda seorang pemuda inilah saatnya menunjukkan prestasi. Jika Anda orang tua, waspadalah terhadap putra-putri remaja Anda.
Meskipun penuh tantangan, masa muda masa penuh harapan, masa keemasan dalam kehidupan.
Onak duri gejolak syahwat memang dapat merintangi. Perubahan visi dalam melihat hari-hari acap kali terjadi. Belum lagi serbuan teknologi di kanan kiri akan mengganggunya jika tidak segera diantisipasi.
Di sisi lain, masa muda menjanjikan banyak prestasi. Kesempatan waktu luang, kesegaran berpikir, kekuatan fisik dan energi yang tersimpan merupakan modal yang tak akan pernah kembali jika terlewatkan. Oleh karena itu, kesempurnaan syariat Islam telah
pula mencukupinya dengan segudang bimbingan agar masa emas ini dapat diraihnya. Agar ia dapat pula berdiri di belakang barisan ABG (Anak Bau surGa) dari kalangan para sahabat Rasulullah.
Selamat menyimak lembaran-lembaran kami.

Minggu, 09 November 2014

Majalah Tashfiyah Edisi 41 Volume 4 1436H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 41 Volume 4 1436H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 41 Volume 4 1436H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : Yang Seharusnya Tersembuyi
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 41 Volume 4 1436H-2014M

”Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah”. Jujur, Pembaca, stiker berisi kutipan terjemahan hadits Rasululullah tadi senantiasa terpampang di lemari butut saya. Agar istri dan putri tercinta termotivasi. Di tengah-tengah hiruk-pikuk kehidupan akhir zaman yang semakin gila mengiklankan aurat wanita, saya berharap mereka menjadi perhiasan yang sebenarnya di rumahnya.
Dalam hadits tersebut, tersirat diakui bahwa pada hakikatnya wanita adalah perhiasan. Bahkan dibandingkan dengan perhiasan emas dan perak, berlian dan mutiara, wanita lebih mempesona. Dan telah melegenda pemeo 'adalah wanita makhluk lemah penakluk utama pria perkasa'. Sosoknya sendiri adalah perhiasan, bagaimana lagi jika padanya bertaburan emas dan perak, berlian dan mutiara? Tubuhnya sendiri adalah godaan bagaimana lagi jika berbalut busana tak tertutup pandangan? Lenggak-lenggoknya sendiri adalah ujian iman, bagaimana lagi jika bercampur harumnya wewangian Duhai, tak ayal lagi setan pun menari-menari mengkhayalkan keindahan dalam keharaman.
Demikianlah Pembaca, mirisnya fenomena buka ’aurat’ dan'tabaruj’  kami kupas selengkapnya pada rubrik utama majalah kesayangan kita edisi ini.
Di rubrik lain, tak lupa, Pembaca sekalian, kami pun ingin berbagi cita-cita yang mulia. Cita-cita untuk meraih kebahagiaan
yang menjadi impian segenap manusia. Di rubrik Akidah kami
mengupas permasaiahan kufur nikmat yang tak disadari, di rubrik
Titian kami membahas konsisten di atas Islam, di rubrik Tazkiyatun Nufus ada ’Buah Ketakwaan', di rubrik Spirit Muda ada nasihat untuk berbakti kepada orang tua.
Dan jangan lupa, di rubrik Info Sehat kami senantiasa berbagi informasi bermanfaat di dunia kesehatan. Kali ini kami mengupas
kesegaran dan manfaat cincau. Mudah-rnudahan semuanya dapat menjadi pelepas dahaga akan ilmu yang dapat mengantar menuju kebahagiaan Anda yang sebenarnya, walaupun serasa hanya setetes saja.

Minggu, 02 November 2014

Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M

Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : Jangan Sakiti Tetangga
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M

Manusia adalah makhluk sosial. Hampir tidak ada dari berbagai sisi kehidupan kita melainkan membutuhkan uluran tangan orang lain. Orang yang paling dekat dengan Kita adalah keluarga kemudian tetangga.
Kehidupan bertetangga adalah kehidupan kita semua saling mengenal, saling memgerti, saling menghormati, dan saling mengasihi adalah potret kehidupan bertetangga yang indah. Rasulullah pun menegaskan bahwa kehidupan bertetangga yang harmonis merupakan salah satu kebahagiaan dalam kehidupan. Yah, betapa pentingnya arti tetangga bagi kehidupan kita. Itulah mengapa kami menjadikannya sebgai tema kali ini.
Melengkapi sajian kami pada Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M  ini, simak pula figuritas sahabat lbnul Ash di rubrik figur. Padanya, Anda akan menemukan sebuah teladan tentang seorang pemuda yang sangat patuh kepada Allah dan Rasul-Nya.
Di rubrik Sirah, kali ini Anda akan diajak menyaksikan pertempuran melawan Bani Nadhir. Kelompok Yahudi yang tinggal di dekat Kota Madinah.
Adapun di Rabrik Hukum Islam membahas tentang "Sutrah" Apa itu "sutrah"? Silakan simak satu per satu dalilnya.
Dirubrik-rubrik lainnya pada Majalah Tashfiyah Edisi 40 masih banyak tema pembahasan yang disajikan. Semuanya sangat Anda butuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ambillah pelajaran-pelajaran yang tak ternilai harganya di Sana. Semoga kehadirannya Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M ini menjadikan kehidupan Anda lebih bermakna.

Minggu, 24 Agustus 2014

Majalah Tashfiyah Edisi 39 Volume 4 1435H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 39 Volume 4 1435H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 39 Volume 4 1435H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : Janji di atas Ingkar
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 39 Volume 4 1435H-2014M Tema Janji di atas Ingkar

Pembaca yang budiman, kehidupan manusia tak pernah lepas dari interaksi sesamanya. Dalam interaksi ini, tak jarang memerlukan janji untuk mengukuhkan kesepakatan kedua belah pihak.
Islam, sebagai agama sempurna dan rahmatan lil'alamin, pun mengatur pemeluknya dalam masalah janji ini. Mereka dituntut untuk menjaga janji tersebut. Dilarang keras kita menyelisihi janji yang pernah terucap.
Sangat disayangkan, janji sekarang mengalami desakralisasi. Janji sekarang terasa mudah diingkari. Obral janji terdengar di sana sini tanpa ada realisasi. Apalagi dalam musim pencoblosan yang telah kita lewati.
Namun budaya obral ingkar janji tidak hanya beredar di kalangan calon legislatif saja. Ibu-ibu di pasar, bapak-bapak di sawah, bahkan di rumah tangga kita pun sering didapati budaya yang tidak baik ini.
Inilah faktor utama yang mendorong kami untuk menuliskan beberapa artikel tentang menjaga janji. Sebagai ikhtiar dalam mengingatkan kaum muslimin ajaran mulia dari agama kita ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan.
Adapun figur kita edisi ini menceritakan biografi sahabat Abu Sufyan bin Harb. Seorang sahabat dari tokoh Quraisy. Setelah sekian lama memusuhi dakwah Rasulullah,  Allah pun membuka kalbunya untuk menerima hidayah. Simak kisahnya dalam rubrik  Figur.
Pembaca yang budiman, masih ada beberapa artikel yang kami sajikan di edisi ini. Semoga bermanfaat.

Rabu, 28 Mei 2014

Majalah Tashfiyah Edisi 37 Volume 4 1435H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 37 Volume 4 1435H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 37 Volume 4 1435H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : Baktiku untuk Ayah dan Bunda
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 37 Volume 4 1435H-2014M

Membahas tentang ayah dan ibu, mengingatkan  kepada figur yang sangat berarti dalam hidup kita. Melalui merekalah kita ada di dunia.  Dengan penjagaan, kasih sayang, dan  bimbingan merekalah, kita tumbuh besar  menjadi dewasa. Kita bisa memaknai dunia dan memberi makna padanya pun melalui perantara belaian kedua orang tua. Rasanya tak akan  ada habisnya kata-kata ini untuk mengungkapkan kemuliaan kedudukan mereka  dalam hidup kita.
Pembaca Tashfiyah yang kami cintai,  kedudukan kedua orang tua sangatlah mulia dan penting dalam pandangan syariat Islam, bahkan Allah seringkali menggandengkan perintah berbhakti kepada keduanya dengan perintah-Nya yang paling agung, perintah tauhid. Sebaliknya, betapa Allah dan Rasul-Nya mengancam dengan hukuman yang sangat berat kepada para pendurhaka kedua orang tua. Mendulang makna berbhakti kepada kedua orang tua, menelisik keutamaannya, membentengi diri dari durhaka kepadanya, itulah perolehan yang kami harapkan dari pembaca sekalian, setelah menyimak seluruh rubrik telaah kita pada edisi kali ini.
Pada rubrik motivasi dan spirit, kiranya para pembaca semua dapat mengambil emasnya semangat berbhakti kepada kedua orang tua. Bagaimana pentingnya kehadiran mereka di tengah-tengah hidup kita, semestinya sesuatu yang harus kita tangkap esensinya. Terkhusus bagi pembaca yang masih memiliki kesempatan bersama kedua orang tua. Hal-hal inilah kemudian yang menjadikan kita pada edisi kali ini membahas tema birrul walidain -berbuat bhakti kepada kedua orang tua- sebagai bahasan utama.
Pada rubrik yang lain, pembaca kami suguhi pembahasan-pembahasan yang tak kalah menariknya. Pada rubrik figur, pembaca kami ajak berkenalan dengan salah satu tokoh penghafal al-Quran dari kalangan sahabat Rasulullah. Di rubrik akidah kami suguhkan pembahasan agar pembaca dapat tegar diatas nikmat Islam. Pada rubrik Hukum Islam, kami suguhkan pula pembahasan yang menarik yakni tentang adab memakai sandal.
Masih banyak lagi pembahasan kita pada rubrik-rubrik yang lain. Kami persilahkan para pembaca menikmati sajian kami.  Semoga bermanfaat.

Majalah Qudwah Edisi 18 Vol.2 1435H-2014M

Majalah Qudwah Edisi 18 Vol.2 1435H-2014M
Judul : Majalah Qudwah Edisi 18 Vol.2 1435H-2014M
Untaian Kisah Mutiara Hikmah, Tema : Indahnya Persatuan Islam
Penerbit : Media Tashfiyah, Ponpes Darul Atsar Temanggung
Tebal : 112 halaman
Fisik : 15 cm x 23 cm, uv, soft cover
Harga :  Rp. 12.000 (jawa) 14.000 (Luar jawa)

Sinopsis Majalah Qudwah Edisi 18 Vol.2 1435H-2014M

Sapa Redaksi Majalah Qudwah Edisi 18 Vol.2 1435H-2014M
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pembaca Qudwah yang semoga dirahmati Allah. Saat ini kaum muslimin benar-benar dalam kondisi yang memprihatinkan. Bukan hanya perpecahan, bahkan pertempuran di antara mereka pun sedang terjadi. Persatuan Islam menjadi sesuatu yang sangat didamba.
Berbagai sudut pandang, topik pembahasan, bahkan langkah riil untuk mewujudkan persatuan ini telah dilakukan banyak pihak. Namun demikian, persatuan Islam kian menjadi fatamorgana yang seolah-olah tak mungkin diwujudkan. Benarkah demikian?
Pembaca yang kami cintai, melalui rubrik mauizhah, Majalah Qudwah edisi bulan ini membahas tuntas seputar permasalahan persatuan Islam ini. Jalan mana yang harus kita tempuh untuk mewujudkannya? Sebab-sebab apa yang dapat mengantarkan kita ke sana? Semuanya dapat Anda simak pada lembaran-lembaran berikutnya setelah ini. Mudah-mudahan sajian kami ini paling tidak, mampu menggugah semangat kita untuk berusaha menempuh jalannya.
Pintu tobat masih terbuka selama nyawa belum menyentuh kerongkongan dan selama matahari masih terbit dari sebelah timur. Sebuah peristiwa perzinaan yang melibatkan seorang wanita di zaman Nabi, menjadi sebab murkanya salah seorang sahabat Rasul yang mulia. Akan tetapi Allah Maha Pengampun, kesempatan bertobat pun masih terbuka lebar. Mengganti keburukan dengan kebaikan itulah salah satu syarat tobat. Selengkapnya dapat Pembaca temukan di rubrik Tobat.
Masih banyak tema-tema dan kisah-kisah yang kami sajikan dalam majalah Qudwah edisi ini. Mulai dari kisah Nabi Ibrahim, Nabi Musa, sahabat nabi Jabir bin Abdillah, kisah para ulama dan tema-tema yang lain kami sajikan dalam rubrik-rubrik yang menarik.
Menyimak kisah yang bertaburan hikmah, mendulang faedah, dan beramal shalihah semoga itulah rangkaian aktivitas anda bersama majalah Qudwah. Silahkan menyimak.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sabtu, 03 Mei 2014

Majalah Tashfiyah Edisi 36 Volume 3 1435H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 36 Volume 3 1435H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 36 Volume 3 1435H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : Muraqabah Mutiara Berharga
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

 Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 36 Volume 3 1435H-2014M

Pembaca majalah Tashfiyah, semoga Allah menjaga kita semua.
Telaah Majalah Tashfiyah kali ini membahas sebuah tema tentang perbuatan hati. Sesuatu yang esensinya barangkali pernah kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kalau Anda seorang pelajar, mungkin pernah merasa tegang ketika harus mengerjakan soal-soal ujian dalam keadaan pak guru berjalan mondar-mandir mengawasi. Kalau anda seorang karyawana, mungkin pernah merasakan nervous ketika tiba-tiba si bos melakukan inspeksi mendadak. atau mungkin pernah merasa tak enak hati tatkala penjaga minimarket senantiasa memelototi semua gerak-gerik Anda saat berbelanja? Takut berbuat salah, tidak suka terlihat kurang baik, ingin menunjukkan kemampuan, dan lain-lain berkelebat dalam hati.
Demikianlah sedikit gambaran tentang amalan jiwa yang satu ini.
Muraqabah, merasa diawasi Allah, sebuah ibadah yang sangat agung. Yang Maha Mengetahui sedang mengawasi semua gerak-gerik kita bahkan yang terselip dalam relung hati yang terdalam. Duhai, betapa kita harus tampil dengan penampilan yang terbaik, lahir batin dihadapan-Nya. Rasanya tak ngin kita berbuat dosa demi meraih cita-cita-Nya. Maka, pada edisi ini majalah tashfiyah mengangkat tema ini sebgai bahasan utama dalam rubrik Telaah Kita.
Dalam rubrik Figur, tergambar sosok al-Abbas yang sangat kuat pembelaanya terhadap utusan Rabbnya. Kisah heroik dan haru tatkala Rasulullah dan para shahabat mendapatkan ujian dalam perang Uhud.
Beberapa rubrik kami yang lain membahas mengenai memaknai musibah dengan muhasabah (instropeksi), menata diri dan hati untuk mencapai prestasi, tentu lebih bermanfaat daripada sekedar saling berebut mengorek-orek kesalahan sesama. Berbahagia rasanya kami bisa menemani Anda dalam meraih itu semua melalu benang merah Tashfiyah Edisi 36 bulan april.
Dapatkan Majalah Tashfiyah Edisi 36 Volume 3 1435H-2014M hanya disini

Senin, 31 Maret 2014

Majalah Tashfiyah Edisi 35 Volume 3 1435H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 35 Volume 3 1435H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 35 Volume 3 1435H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : Runtuhnya Aqidah Trinitas
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

 Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 35 Volume 3 1435H-2014M

Pembaca majalah Tashfiyah, semoga Allah menjaga kita semua. Trinitas, keyakinan bahwa tuhan terdiri dari tiga unsur, merupakan sebuah doktrin utama dalam agama Kristiani. Mereka menganggap bahwa tuhan bapa, tuhan Yesus, dan roh kudus adalah satu kesatuan.

Tentu ini merupakan sebuah keyakinan batil yang salah total. Allah dalam banyak ayat-Nya dengan tegas telah membantah konsep keyakinan ini. Mulai dari penjelasan bahwa Allah tidak beranak, sampai pengakuan Nabi Isa sendiri tentang batilnya doktrin ini. Namun begitu, pemeluk Kristiani terus menyebarkan doktrin yang jelas-jelas keliru ini. Dengan dibumbui filsafat-filsafat kacangan, tidak sedikit orang yang mulanya muslim murtad ke agama Nasrani,

Makanya, pada kesempatan kali ini majalah Tashfiyah menitikberatkan telaah pada keyakinan batil orang-orang Nasrani terhadap Nabi Isa. Harapan kami, kaum muslimin bisa menepis kerancuan-kerancuan yang ditebarkan para penginjil akhir-akhir ini.

Dalam sajian kami yang lainnya, kami hadirkan sebuah figur shahabat yang mulia, Zaid bin Tsabit, seorang pemuda yang telah diamanahi untuk menulis A|-Quran. Simak kisahnya di dalam rubrik Figur.
Rubrik Sirah masih senantiasa tersaji sebagai cerminan teladan bagi umat. Di Sana, masih tersisa kisah mengenai usainya perang Uhud. Abu Sufyan yang masih musyrik waktu itu, bertindak sebagai panglima perang kafir Quraisy. Dia mencari kabar, apakah Rasulullah sudah terbunuh atau belum. Tentunya, Allah tidak akan mewafatkan beliau hingga Dia menyempurnakan urusan-Nya.
Nah pembaca sekalian, silakan simak sajian kami.

 Dapatkan Majalah Tashfiyah Edisi 35 Volume 3 1435H-2014M hanya di sini...

Minggu, 02 Februari 2014

Majalah Tashfiyah Edisi 33 Volume 3 1435H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 33 Volume 3 1435H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 33 Volume 3 1435H-2014M
Mudah Berfaedah
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 33 Volume 3 1435H-2014M

Salam Redaksi
”Selamat, Anda adalah pemenang undian program berhadiah dari Telkomsel. Undian dilakukan tadi malam pukul xx.xx. Silakan hubungi bapak Drs. H. Sujono di nomor xxxxxxxx. Pin anda adalah 23abcd.” Kira-kira beginilah bunyi SMS yang dikirim beberapa waktu lalu ke nomor redaksi.

Bukan gembira dan senang yang kami rasakan. Yang kami rasakan justru sedih dan marah. Sedih, melihat realita umat yang rela menjual akhiratnya hanya demi mereguk sepeser dari dunia. Marah, karena dusta kini menjadi Suatu hal yang lumrah.Tak bisa diingkari. Tak bisa dihindari.

Alhamdulillah, Tashfiyah masih diberi kesempatan bersua dengan para pembaca sekalian. Kita saling mengingatkan dan saling mewasiatkan dengan kebenaran. Kami pun mengangkat kejujuran sebagai topik utama di edisi ini. Melihat pentingnya hal terebut, sebagai bekal bagi umat. Harapannya, masyarakat Indonesia ini -atau paling tidaknya, kita semua- tersadar, bahwa kejujuran merupakan modal “utama kebahagiaan. Tidak hanya di akhirat. Dunia pun dermikian.

Pada halaman lainnya, kami memaparkan sedikit biografi shahabat yang mulia, Miqdad bin Al-Aswad rodhiyallohu’anhu, agar kita lebih dekat mengenal beliau. Di dalam rubrik Syabab, kami menyoroti tentang pentingnya kaum remaja untuk mengatakan “tidak” bagi sesuatu yang bermudarat mereka. Karena periode remaja adalah periode pencarian karakter. Mereka tidak segan untuk ’mencicipi’ hal yang baru. Maka, berani mengatakan ’tidak’ adalah hal yang penting bagi mereka.
Nah pembaca, mari kita simak bahasannya!

Selasa, 17 Desember 2013

Majalah Tashfiyah Edisi 32 Volume 3 1435H-2013M

Majalah Tashfiyah Edisi 32 Volume 3 1435H-2013M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 32 Volume 3 1435H-2013M
Mudah Berfaedah
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

 Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 32 Volume 3 1435H-2013M

Salah kaprah menilai hak asasi manusia, demikian kita katakan pada sebagian orang. Bahkan, justru kebanyakan mereka telah salah dalam menyimpulkan makna yang benar dari hak asasi manusia itu sendiri.

HAM, sebuah senjata yang ampuh dalam mempertahankan ego diri. Bila ada yang berani protes atas tindakan yang dilakukan, cukup katakan HAM, dia pun bebas untuk melakukan yang disuka.
Bila ada yang mengatakan bahwa tindakannya melanggar norma, ia pun sontak mengatakan bahwa normalah yang salah. Norma telah melanggar HAM. Ya, memaknai HAM yang berlaku saat ini, lebih tepat untuk dikatakan kebebasan melakukan apapun yang manusia sukai. Sebab, batasan HAM  itu sendiri bersifat semu sesuai kemauan sendiri, tiada batasan pasti. Bila sudah demikian, tentulah kehidupan beringas tanpa ada batasanlah yang mendominasi. Na'udzubillai min dzalik.
Adapun Islam, hukumnya telah Allah syariatkan. Dialah yang menciptakan makhluk. Tentulah setiap larangan dan perintah yang ada senantiasa sesuai dengan keadilan dan ilmu-Nya yang sempurna. Jadi, tidak akan rugi jika kita manaati-Nya. Sebab semuanya sesuai dengan keadilan Allah bagi makhluk. Siapa yang keluar dari aturan ini, bisa dipastikan dia akan menuai kerugian.
Sayangnya banyak orang justru menilai negatif terhadap aturan Islam. Mereka anggapIslam hanya akan mengekang kebebasan wanita, mengekang keadilan, dan memunculkan kekerasan dan pelanggaran HAM. Sungguh dangkaltuduhan tersebut. Sebenarnya mereka hanya menginginkan kebebasan mutlak sesuai dengan hawa nafsu tanpa aturan, laiknya kehidupan binatang.
Pembaca, di dalam Majalah Tashfiyah Edisi 32 Volume 3 1435H-2013M kali ini, kami mencoba mengetengahkan sedikit pembahasan HAM, demi memebantah banyaknya anggapan salah tentang Islam. Semoga kita semua diberi hidayah untuk tundukdan menerima syariat-Nya yang sempurna.

Dapatkan Majalah Tashfiyah Edisi 32 Volume 3 1435H-2013M hanya di sini..........

Minggu, 17 November 2013

Majalah Tashfiyah Edisi 31 Volume 3 1434H-2013M

Sampul Majalah Tashfiyah Edisi 31 Volume 3 1434H-2013M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 31 Volume 3 1434H-2013M
Mudah Berfaedah
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 31 Volume 3 1434H-2013M

Menjadi insan yang dicintai Allah, mungkin inilah yang diidamkan manusia. Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

Salah satu caranya adalah dengan hidup zuhud. Zuhud tidaklah melulu harus miskin dan merana. Namun, dengan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan, -meski kita memilikinya- kita akan merasakan manisnya sikap zuhud ini. Boleh jadi seorang yang kaya namun tetap disebut seorng zuhud karena hatinya, boleh jadi pula seorang yang miskin tetapi tidak dikatakan seorang zuhud karena hatinya. Oleh karenanya menyikapi dunia dengan cara yang enar dan akherat dengan cara yang benar pula itulah seorang yang zuhud.
Pada Tashfiyah edisi kali ini bertema hidup zuhud, makna zuhud, dan tauladan dalam sikap ini. Semoga kita dapat terinspirasi untuk menjadi salah satu insan yang bersikap zuhud.
Dalam rubrik lain ada kisah menarik dari sahabat Ammar bin Yasir rodhiyallohu'anhuma. Seorang sahabat yang lemah kedudukannya di mata manusia, namun berani menunjukan keimanan di depan pemimpin-pemimpin kebathilan. Inilah seorang sahabat Nabi yang suci dan disucikan oleh  Allah dan menjadi tolok ukur kebenaran dari dua kelompok Islam dan kafir yang saling bertikai.
Juga  ada rubrik menarik yang sayang kalau dilewatkan

Dapatkan Majalah Tashfiyah Edisi 31 Volume 3 1434H-2013M hanya di sini....

Minggu, 06 Oktober 2013

Majalah Tashfiyah Edisi 30 Volume 3 1434 H – 2013 M

Majalah Tashfiyah Edisi 30 Volume 3 1434 H – 2013 M
Gambar Majalah Tashfiyah Edisi 30 


Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 30 Volume 3 1434 H – 2013 M
Mudah Berfaedah
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)



Pembaca Tashfiyah Edisi 30. Bila kita mau mau sejenak merenungi Al-Qur'an sebagai kalam ilahi, pasti akan kita dapatkan disana ketentraman yang banyak dicari manusia. Apalagi bila Al-Qur'an ini dibaca dari orang yang memang ahli dalam memabacanya, dan memahami artinya.
Dahulu para shahabat tidak pernah lepas dari Al-Qur'an. Mereka membacanya ataupun mendengar bacaan Al-Qur'an itu dari selain mereka. Merekapun praktekan dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya mereka menjadi generasi yang terbaik dan mulia kedudukannya. Generasi selanjutnya pun bila mau meneladani para shahabat pasti akan mendapatkan kemuliaan seperti para shahabat. Sayangnya kaum kafir berusaha sekuat tenaga demi menjauhkan kaum muslimin dari Al-Qur'an, dan mereka sudah berhasil.
Jadilah generasi kita menjadi generasi yang krisis dari mengenal Al-Qur'an terlebih untuk mengamalkannya.
Dalam Tashfiyah Edisi 30 kali ini, majalah kesayangan kita menyuguhkan pembahasan tentang Al-Qur'an pada rubrik telaah. Juga sebagai pengingat betapa lalainya kita dari Al-Qur'an. Di rubrik lain dibahas perang uhud pada rubrik Sirah, Juga akan dibahas tentang sikap kita saat tertimpa musibah pada rubrik Tazkiyatun Nufus. Dan rubrik-rubrik lain yang sayang untuk dilewatkan.