Tampilkan postingan dengan label Media Tashfiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Tashfiyah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 49

Jannatu atau Jannah, surga, demikianlah kita menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa kata 'surga' berasal dari bahasa sansekerta. Oleh karena itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ’surga’ salah satunya diartikan dengan kayangan tempat kediaman Batara Guru (Siwa) atau yang mereka sebut dengan 'surgaloka’ _ Dalam arti Iain dalam kamus tersebut, disebutkan bahwa arti surga- jannah adalah alam akhirat tempat jiwa (roh) manusia mengenyam kebahagiaan sebagai pahala perbuatan baiknya semasa hidup di dunia.

Pembaca yang kami hormati, tentu surga dalam makna Al jannah yang kita bahas pada edisi khusus ini bukanlah sebagaimana yang diartikan dalam KBBI. Untuk pemaknaan surga dengan ’surgaloka’ jeIas salahnya Adapun pernaknaan surga dengan surga-jannah seperti yang tersebut dalam KBBI pun kurang tepat, Para ulama rnenjelaskan bahwa yang menikmati surga bukan hanya manusia dan bukan hanya jiwanya saja. Bahkan mereka menjelaskan bahwa manusia merasakan kenikmatan surga sekaligus jiwa dan raganya. Gambaran surga identik dengan keindahan. Bahkan puncak keindahan. Kelezatan, bahkan puncak kelezatan. Keindahan apapun yang tebersit dalam benak kita tidak dapat dibandingkan dengan hakikat keindahan di surga. jauh, jauh, dan jauh Iebih indah di surga hingga tak terbayangkan.
Allah dan Rasul-Nya menggambarkan keindahan surga dengan sesuatu yang kita kenal di dunia hanya sebagai pendekatan penggambaran. Adapun hakikatnya jauh Iebih indah dari yang kita bayangkan. Pembaca yang cintai, Tashfiyah kali ini hadir dengan edisi khusus tentang surga. Harapannya agar kita semua terpacu, termotivasi, dan terobsesi untuk meraihnya. Allah dan Rasul-Nya pun telah memberi petunjuk dengan segamblang- gamblangnya cara untuk mendapatkannya. Tinggal sekarang kita berusaha sekuat tenaga dengan berharap pertolongan- Nya.

Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 49
Penerbit: Media Tashfiyah
Isi: 112 halaman
Harga: 10.000

Daftar isi:
Bulan Surga
Taman Surga  
Bidadari Surga
Hidangan Surga
Kesibukan di Dalam Istana
Pasar di Surga
Kekal, Tanpa Kematian
Surga Telah Ada
Umar dan lstana Emasnya
Petasan
Derajat di Surga
Makam Rasulullah 
Sampai di sini saja
"Kami Angkat Rasa Dengki"
Murahnya Dunia, Mahalnya Akhirat
Akhlak Pemuda Surga
Jalan Mudah ke Jannah
Bersegera Menjemput Surga


Sabtu, 20 Juni 2015

Majalah Qudwah ed 29 vol. 03

Iliya’ nama lama dari negeri palestina, di bumi baitul maqdis/baitul muqoddas berdirilah kokoh sebuah bangunan yang menjadi simbol suci keberadaan umat islam yang telah dikotori oleh ulah para perusak bumi dari kalangan yahudi dan nashrani terus bahu membahu menghancurkan islam dari berbagai sisi, berbagai peristiwa penting disajikan indah dalam majalah qudwah edisi 29 vol. 03 tahun 1436 H/ 2015 M.

Judul: Majalah Qudwah ed 29 vol. 03
Penerbit: Media Tashfiyah
Berat: 100 gr
Harga: 12000
Daftar isi:
Duel Maut (lanjutan Kisah Nabi Samuel)
Cerita Suci dari Tanah Suci
Mimpi yang Menjadi Nyata (Shafiyah binti Huyay)
Berkah Do’a Nabi
Menepis Hasad di Hati
Saksi Kepercayaan
Cerita Suci di Tanah Suci
Baitul Maqdis
Sejarah Pahit Para Pengaku Cinta Ahlul Bait
Keajaiban Malam Mi’raj
Buah Kesabaran Dzatu Anwath
AI Adab AI Mufrad
Aku Ingin Tobat

Minggu, 24 Mei 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 47 Vol: 04

Dai komersial itulah kondisi nyata saat ini, pernah bercerita seorang teman kami di Jakarta bekerja disalah satu perusahaan swasta yang aktif dalam kegiatan dakwah menyampaikan ucapan seorang dai yang tak mau berdakwah, entah karena sebab apa beliau tidak mau berdakwah tapi ada satu ucapan yang membuat saya agak trenyuh dari ucapan beliau yaitu, “jika saya mau, bisa mendapatkan bayaran besar ketika berdakwah karena sudah ada tarifnya, untuk berdakwah dikalangan pejabat sekian, dakwah dikalangan masyarakat biasa sekian, dan seterusnya”, ucapan inilah yang membuat saya tidak heran jika saat ini banyak dai-dai bermunculan tanpa ada sebab musabab dan asal-usulnya, bahkan bekas premanpun bisa berdakwah setelah bertobat sehingga tak heran profesi dai menjadi ramai saat ini mulai dari pelawak, residivis, mantan preman, mualaf, dan lain-lain yang bermodalkan bisa bicara tentang islam dan berakting. Kondisi inilah yang menjadi inspirasi majalah tashfiyah untuk mengangkat tema hangat fenomena dai komersial yang menjual agama demi harta dan popularitas.

Daftar isi:
Ramai-ramai menjual agama
Ketika Hamba Harus Memilih
Hinaan Penjual Agama
Fenomema Dai Artis
Kematian dan Dunia Yang menipu
Untuk Siapa Kita Menuntut Ilmu
Jangan Salahkan Angin Berembus
Gurih Lezat MSG
Ars Alloh Bergetar dengan Wafatnyo Sa’ad bin Mu'adz
Dosa Besar
Perang Adalah Tipu Daya
Akibat Kebodohan
Mendamba Rumah Mewah
Tazkiyatun Nufus
Pilih Temanmu Sebelum Datang Sesalmu
Di Manakah Kedamaiam Hati?
Mengaji Sampai Maut Menjemput
Saat Pikun Memimpanya
Nyantri? Why Not?
Lebih Jauh Mengenal Pasangan
Permisalan Untuk Ananda

Majalah Qudwah Edisi 28 Vol: 3

Bumi Levant, tak banyak orang yang mengenalnya, padahal disanalah awal sejarah panjang perjalanan seorang nabi yang membawa salah satu syariat hingga saat ini amalan tersebut masih terus dilakukan oleh kaum muslimin pada bulan haji, secara geografis bumi levant menghubungkan daratan Asia, Afrika, dan Eropa dengan kekayaan alam yang begitu melimpah sehingga kemakmuran didapatkan penduduk negeri tersebut. Apakah Anda tak ingin mengetahui rahasia bumi levant? Simak salah satu rahasia bumi levant di majalah Qudwah edisi 28 Vol: 3.

Daftar isi:
Kisah Indah Dibumi Levant
Bejana Perak Dari Langit
Wahai Abu Bakar, Kami Sudah Penuhi Janji Itu
Shilah dan Seekor Singa
Mengharap Ridha Orang Tua
Bobolnya Benteng Kokoh Nahawand
Mencari Ridha Istri Mendapat Murka Ilahi
Malam Indah Berisra’
Saat Bulan dan Matahari Menghilang
Ighatsatul Lahafan min Masyahidis Syaithan
Mengharap Ridha Orang Tua
Engkau Belum Melakukannya
Terus Bertafakur

Majalah Azka Edisi 29 Tahun Ke-3

Majalah azka edisi 29 tahun ke-3 kali ini menyajikan beberapa tema, di antaranya pendidikan anak agar cinta untuk shalat berjamaah di masjid dan menerapkan adab-adab ketika di masjid. Pendidikan adab yang lain juga disajikan tentang larangan mengumpat, dan agar kita dicintai Allah berserta trik-trik agar dicintai Allah. Kisah menarik tentang perjalanan Nabi Musa ‘Alaihissalam ke Mesir serta kisah malaikat jibril yang enggan masuk ke rumah Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam karena ada sesuatu yang menghalangi malaikat jibril masuk ke rumah beliau. Bagaimana kisah selengkapnya, silahkan baca dalam Majalah azka edisi 29 tahun ke-3


Daftar isi:
Tarikh khulafa: Abu Bakar radhiyallahu’anhu menjadi khalifah
Bantu azka: Mencari jalan
Tafsir: Jangan jadi pengumpat
Flora: Rumput laut dulse
Aqidah: Rejeki makhluk
Ibadah yuk: Yuk shalat berjamaah
Fikih: Shalat tahiyatul masjid
Akhlak: Meraih cinta Allah
Berhitung: Perkalian dua angka di bawah angka dua puluh
Mufradat: Ada apa dikamar mandi
Bantu azka: Mengurutkan huruf
Kesehatan: Minuman instant
Jalan-jalan: Puncak jaya wijaya
Bantu azka: tes IQ 2
Bantu azka: Hubungkan gambarnya
Iptek: Pesawat gendong pesawat
Anbiya: Nabi Musa álaihissalam kembali ke Mesir
Uswah: Ummu Salamah Radhiyallahuánhu
TTS: gelar shahabat
Kisah: Malaikat Jibril tidak mau masuk rumah
Observasi: lentera kaleng
Fauna: Thorny Devil
Ayah bunda: Mengajarkan Adab Islam Bag. 5

Senin, 20 April 2015

Majalah qudwah edisi 27

Majalah qudwah edisi 27 vol 3, April 1436 H/2015 M sedikit beda dari edisi sebelumnya, karena dalam kesempatan kali ini redaksi majalah Qudwah menghadirkan sebuah kisah yang cukup langka dikenal kaum muslimin. Dialah Nabi Samuel seorang nabi di masa Bani Israil tepatnya di masa Nabi Musa ‘Alaihissalam. Bersenjatakan iman dan ikhtiyar Allah subhanahu wa ta’ala memberi kemudahan bani Israil terbebas dari keterpurukan dengan diangkatkan Thalut sebagai raja mereka, akan tetapi memang demikianlah watak asli Bani Israil yang tidak terima dengan keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan Thalut sebagai raja dari berita yang disampaikan Nabi Samuel.

Bagaimanakah kisah selengkapnya, silahkan baca di Majalah qudwah edisi 27 vol 3, April 1436 H/2015 M.

Daftar isi Majalah qudwah edisi 27 vol 3, April 1436 H/2015 M
Nabi Samuel Dan Pemimpin Ideal
Al Faruq Menyongsong Hidayah
Biografi Ibnu Katsir
Wafatnya Sang Khalifah
Bukan Lantara Fisiknya
Seumpama Hujan Membasahi Bumi
Kau Tutupi Kekuranganmu Dengan Menuntut Ilmu
Kaum Hawari, Pengikut Setiap Kalimatullah
Berhati-hati Dari Fitnah
Yang Harus Memilih di Antara Dua Cinta
Berdakwah Di Thaif
Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam-pun Bercanda
Pertemanan Berbuah Kekufuran
Penghancur Takabur
Sifat Shalat Nabi Shallahu’alihi wa Sallam

Minggu, 19 April 2015

Tashfiyah Edisi 46

Dalam edisi kali ini, majalah tashfiyah mencoba mengangkat tema tentang kesempurnaan islam yang tidak perlu ditambah atau dikurangi walaupun dengan segudang alasan yang tampaknya baik dalam pandangan akal manusia, akan tetapi Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hikmah yang besar dengan tidak perlunya ajaran islam ini tidak perlu ditambah atau dikurangi.

Ide tak cemerlang, itulah tema utama dalam pembahasan ini di tengah banyaknya ide-ide brilian dari orang-orang cerdas yang melahirkan berbagai teori untuk mengalihkan cara pandang manusia dalam memahami keagungan ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga tak heran jika saat ini banyak kita temukan para mahasiswa yang belajar ilmu pengetahuan berani bahkan lancang mengkritisi ajaran islam dengan anggapan tak sempurna berdasarkan ide-ide yang diperolah dari perguruan tinggi. Ironisnya ide tersebut muncul dari sebagian perguruan tinggi islam baik dari dalam dan luar negeri. Bagaimana perkembangan pemikiran tersebut merasuk ke dalam pola pikir anak-anak muda seperti itu, simaklah kajian khusus dalam edisi kali ini. Masih segar dalam ingatan kita seorang mahasiswi (muslimah) yang baru saja menginjakkan kaki di negri kafir dalam hitungan minggu sudah berani mengkritisi undang-undang perkawinan dalam ajaran islam yang diterapkan di Indonesia.

Daftar isi majalah tashfiyah edisi 46 vol 04, April tahun 1436H/2015M:
Ide Tak Cemerlang
Islam Sudah Sempurna
Kronologi Penyimpangan Umat
Jalan Selamat Agar Tak Tersesat
Kemurnian Pasti Kan Terjaga
Orang-orang terasing
Fenomena Nabi Palsu
Perilaku Hidup Sehat
Al Mughirah Bin Syu’bah
Kisah-kisah Bani Israil
Merasa Cukup Dengan Bersyukur
Ka’bah
Penghianatan Bani Quraizhah
Saat Fir’aun Bertaubat
Buktikan Harapanmu
Berenang di Lautan Dunia
Jinakkan Harimaumu
Anda Sopan Kami Segan
Kuterima Dirimu Dengan Kekuranganmu
Tanamkan Keberanian

Selasa, 31 Maret 2015

Majalah Azka Edisi 28

Memperkenalkan aqidah sejak dini bagi anak-anak adalah saat yang tepat karena pada masa perkembangannya anak-anak menemukan berbagai masalah baru disekitarnya terkait aqidah yang dianut masyarakat disekitar kita, banyak keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi kita Muhammad Shalallahu’alaihi wa Sallam menjadi ideologi yang susah diseterilkan karena sudah tercampur berbagai pemikiran dan pemahaman rancu dalam memahami aqidah, akibatnya setelah menjadi sebuah keyakinan sekian lama dan mendarah daging sangat sulit untuk diluruskan dan diperbaiki.
Majalah azka edisi 28 kali ini menyajikan tips menanamkan aqidah yang benar tentang keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala ditengah banyaknya pemahaman umat islam tentang keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sebenarnya berdasarkan keterangan dalam al Qur’an dan hadits shahih. Sebagian kaum muslimin dilingkungan kita yang disebabkan tidak adanya pembimbing tentang syariat yang benar menyebabkan berbagai persepsi dan teori tentang keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, di antaranya ada yang mengatakan bahwa Allah ada di mana-mana, jika pemahaman tersebut kita luruskan bahwa tidak mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala di mana karena jika berada di mana-mana berarti Allah ada di setiap tempat baik tempat yang suci atau kotor semisal tempat sampah, kamar mandi, dan lain-lain. Kira-kira apa jawaban mereka?
Dalam edisi kali ini, majalah anak islam "Azka" menyajikan beragam materi untuk menunjang pembentukan karakter seorang muslim yang berpemahaman benar sesuai syariat.

Tema majalah anak islam Azka edisi 28:
  1. Di manakah Rabbmu? (Allah subhanahu wa Ta'ala di atas langit)
  2. Berdakwah Bagaikan Lebah
  3. Daun Sang (Sang daun raksasa)
  4. Kisah Orang Yang Sombong
  5. Burung Rangkong (Burung berparuh tanduk)
  6. Tehnologi Unik Si Tukang Sapu

Daftar isi edisi 28:
  • Sifat Mulia Abu Bakar as Shiddiq Radhiyallahu’anhu
  • Mengenal 5 perbedaan dalam gambar
  • Bimbingan ulama di tengah umat
  • Muslim sejati menjaga lisan dan tangannya
  • Daun sang
  • Di manakah rabbmu?
  • Shalat dhuha
  • Berdakwah seperti lebah
  • Pasang bola
  • Kisah orang yang sombong
  • Belajar bahasa arab dasar mufrodat: apa yang ada di dapur?
  • Teknologi unik si tukang sapu
  • Gunung uhud
  • Mewarnai mobil
  • Zaid Ibnul Khaththab Radhiyallahu’anhu
  • Nabi Musa ‘Alaihissalam Menuju Madyan
  • Aqidah
  • Membuat Sampul Buku Unik dari Kardus
  • Bermain Kata
  • Tes IQ
  • Mengenal Burung Rangkong
  • Mengajari Adab Dalam Islam bag;1

Kamis, 19 Maret 2015

Majalah Qudwah Edisi 26 Vol 3 1436H-2015

Majalah Qudwah Edisi 26 Vol 3 1436H-2015
Judul: Majalah Qudwah Edisi 26 Vol 3 1436H-2015
Untaian Kisah Mutiara Hikmah, Tema : Cahaya Bulan di Rumah Imam Ahmad
Penerbit : Media Tashfiyah, Ponpes Darul Atsar Temanggung
Tebal : 112 halaman
Fisik : 15 cm x 23 cm, uv, soft cover
Harga :  Rp. 12.000 (jawa) 14.000 (Luar jawa)

Sapa Redaksi Majalah Qudwah Edisi 26 Vol 3 1436H-2015

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pembaca Qudwah yang semoga dirahmati Allah, membaca kisah para ulama Rabani tak jarang kita menemukan keunikan yang menggugah kesadaran. Kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual mereka yang demikian cemerlang seringkali memunculkan fenomena yang menakjubkan. Kejadian-kejadian yang bagi kebanyakan orang tak terlintas di akal.
Pada edisi ini kami mengangkat kisah persahabatan dua ulama besar sepanjang zaman yakni Imam Syafi’i dan Imam Ahmad. Nama keduanya sampai sekarang masih saja harum di tengah-tengah kaum muslimin, meskipun jasad mereka telah ratusan tahun terkubur di gelapnya Iiang Iahat. Kisah persahabatan dua insan yang memiliki segudang keutamaan ini menyisakan banyak sekali faedah untuk kita.
Yah, kehadiran seorang ulama di tengah-tengah umat benar-benar sangat berarti. Bukan hanya uraian keilmuan yang lancar mengalir dari lisan-lisan mereka, bahkan cara berjalan, cara duduk dan tingkah Iaku sehari-hari mereka kadang berlimpah makna. Di masa-masa banyak terjadi kerancuan dalam berfikir dan beragama, saran dan solusi mereka seringkali menjanjikan pencerahan. Di tengah-tengah kegundahan dan kegelisahan, nasihat mereka seringkali menjadi penyejuk jiwa. Di tengah malam yang gelap gulita mereka ibarat cahaya rembulan.
Pembaca Qudwah yang semoga dirahmati Allah, simaklah kisah utama kami pada edisi ini di Rubrik Ulama.
Semoga kita dapat menemukan saripati dari faedah kisah tersebut. Betapa kita akan melihat kesungguhan mereka dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya. Betapa kita akan melihat bagaimana upaya mereka dalam menggali ilmu dari sumbernya yang jernih kemudian berusaha membimbingkannya kepada umat dengan penuh tanggung jawab.
Di rubrik yang lain pada edisi ini, kami menyajikan banyak kisah pula yang menggugah. Semoga yang kami hadirkan kali ini dapat menjadi katalisator bagi kita untuk mengasah kecerdasan emosional dan spiritual. Setidaknya karena kita tentu ingin bisa seperti mereka para ulama.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabaraatuh

Daftar isi Majalah Qudwah edisi 26 thn 1436 H/2015 M
  1. Mengapa Merindukan Surga
  2. Ibnul Yaman Pemegang Rahasia Rasulullah
  3. Ibnu Abdil Barr
  4. Cahaya Bulan di Rumah Imam Ahmad
  5. Tak Hanya Modal Semangat
  6. Merajut Kepedulian Untuk Sesama
  7. Kisah Tragis Anthakiyah
  8. Ketergelinciran Lisan
  9. Wanita yang Mengalahkan Dunia Untuk Akhirat
  10. Tahun Kesedihan
  11. Bangga Diri dan Sombong
  12. Qadisiyah, Momen Menegangkan
  13. Kuterima Hadiahmu, Tapi...
  14. Bukti Cinta Untuk Junjungan Kita
  15. Tipu Daya Iblis

Majalah Tashfiyah Edisi 45 Volume 4 1436H-2015M

Majalah Tashfiyah Edisi 45 Volume 4 1436H-2015M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 45 Volume 4 1436H-2015M
Mudah Berfaedah, Tema : Melihat Dunia Senyatanya
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 45 Volume 4 1436H-2015M, Melihat Dunia Senyatanya

Tak henti-hentinya segenap pujian kita persembahkan kepada Rabb alam semesta. Tak terhingga kenikmatan yang telah kita dapatkan bahkan semenjak kita belum bias merasakan nikmat itu. Bukankah demikian? Iya, semenjak kita masih di rahim bunda, Sudah tak ternitung nikmat yang telah kita peroleh. Hanya saja saat ini, tidak ada di antara kita yang ingat akan nikmat itu. lya, karena kenikmatan itu hanya bersifat sementara. Dernikian pula nalnya kenikrnatan yang sedang kita rasakan saat ini tak Iebin hanya sesaat saja.jika telah berlalu, segera akan terlupakan.
Pembaca Tashfiyah yang kami cintai, sebenarnya tanpa kita sadari sangat banyak kenikrnatan yang telah kita rasakan yang saat ini tinggal kenangan. Ketika melihat ananda sedang dibuai dalam pelukan bundanya, barangkali kita saat ini hanya bisa membayangkan betapa dulu pun kita rnasing-masing pernah merasakannya. Ah, kenyataannya saat ini bunda telah tiada, ayahanda pun telah berpulang. Yah, itulah dunia. Yang dulu ada, kini sirna. Yang kini ada, suatu saat nanti akan tiada.
Apakan Anda pernah membayangkan tentang nikmat yang tak pernah sirna? Allah dan Rasul-Nya telah mengabarkan itu semua dalam firman-Nya dan sabdanya. Kenikmatan yang tiada taranya dari segi kuantitas dan kualitas, tak berbatas waktu dan ruang, Serta tak tergambarkan dalam kata-kata. Lalu mengapa kita harus terperangkap oleh nikmat yang fana dan melupakan yang baka?
Pembaca Tashfiyah yang semoga dirahmati Allah, pada edisi ini, kami menghaturkan telaah tentang hakikat dunia dan akhirat untuk Anda. Betapa manusia banyak yang gagal menyadari hakikat tujuan penciptaan mereka. Betapa banyak di antara mereka tertipu dengan gemerlap dunia yang sekejap mata. Padahal pada dasarnya kebahagiaan kita ada di hakikat tujuan penciptaan kita sendiri yaitu agar beribadah kepada-Nya saja.
Pembaca yang kami cintai, mari kita bergandeng tangan berjalan menjauhi fatamorgana yang fana ini, menuju ke ridha-Nya semata. Mari!

Daftar isi Majalah Tasfiyah edisi 45 thn 1436 H/2015 M
  1. Angan-Angan Dunia
  2. Dunia, Dermaga Persinggahan
  3. Sang Tamu, Pasti ‘Kan Berlalu
  4. Asal Selamat di Akhirat
  5. At Takatsur, Penyakit Perusak Hati
  6. Harta, Ujian Iman Kita
  7. Hari Menghitung Amal
  8. Si Kental Merah Enak Tapi Berbahaya
  9. Salim Maula Abu Hudzaifah
  10. Persatuan di Atas Kebenaran
  11. Charlie Hebdo Penghina yang Terhina
  12. Islam di Prancis
  13. Pertemuan Dua Pasukan
  14. Melihat Wali Allah Subhanahu wa Taála
  15. Hukum-Hukum Seputar Shalat
  16. Sehatpun Cobaan
  17. Waktu Berharga Bagimu
  18. Izinkan Aku Berzina
  19. Bahasa Arabnya Dong
  20. Suplemen Untuk Keluarga
  21. Bagus Sekali Pertanyaanmu Nak

Sabtu, 07 Maret 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 44 Volume 4 1436H-2015M

Majalah Tashfiyah Edisi 44 Volume 4 1436H-2015M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 44 Volume 4 1436H-2015M
Mudah Berfaedah, Tema : Toleransi Islami yang Asli
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 44 Volume 4 1436H-2015M

Pembaca Tashfiyah yang semoga dirahmati Allah, keanekaragaman adalah sunatullah di alam jagad raya ini. Kesadaran untuk hidup bercorak ragam mau tidak mau menjadi sebuah kemestian. Barang siapa memberontak dari kenyataan ini, maka boleh jadi akan menjadi pribadi yang gagal secara sosial.
Ajaran Islam sering dituding oleh musuh-musuhnya mengemban pesan membenci keanekaragaman. Gambaran kekerasan yang diperoleh dari ‘gerombolan teroris' yang mengatasnamakan Islam ini lantas dipublikasikan besar-besaran oleh media-media yang tidak berpihak kepada kaum muslimin. Padahal senyatanya ajaran Islam berbeda seratus depalan puluh derajat dengan tuduhan itu.
Namun demlkian, Islam pun tidak memillkl ajaran kebebasan mutlak seperti yang dipahami kaum orientalls. Toleransi di dalam Islam mengandung hikmah yang mulia yang bersumber dari bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Bukan toleransi tanpa batas yang sampai mengorbankan akidah.
Pembaca Tashfiyah yang kami cintai, Majalah Tashfiyah edisi kali ini, mengangkat tema toleransi sebagai bahasan utama agar kita bias memahami bagaimana dan seperti apa makna toleransi yang sesuai syariat Islam ltu. Agar kita semakin mengenal keindahan Islam, mencintai, dan mengamalkan dengan sebenar-sebenarnya. Agar kita juga tak terpedaya mengikuti arus yang tak tentu arahnya.
Di rubrik lain di edisi ini, kami menyajikan pula banyak hal tentang Islam dan tokoh-tokohnya. Betapa indah dan seimbangnya Islam dari segala sisinya. Betapa Islam mengajarkan keseimbangan dalam mengelola jasmani dan rohani. Betapa ajaran Islam selalu sesuai dengan fitrah yang suci. Betapa Islam telah melahirkan tokoh-tokoh yang senantiasa membuat lisan berdecak kagum. Mudah-mudahan kita dapat mengambil kesimpulan yang jernih dari itu semua. Selamat membaca.

Minggu, 01 Maret 2015

Majalah Tashfiyah Edisi 43 Volume 4 1436H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 43 Volume 4 1436H-2014M

Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 43 Volume 4 1436H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : Menyelisik ke Lain Dunia
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 43 Volume 4 1436H-2014M

Pembaca yang kami hormati, senang kembali bisa berjumpa dengan Anda. Mudah-mudahan Anda senantiasa dalam keadaan terbaik memulai hari-hari beraktivitas, bekerja dan beribadah.
Dulu, kami puhya tetangga, termasuk baik perangainya. Suatu ketika ia menderita sakit. Selama sakitnya, ia selalu meracau, berbicara tentang banyak hal yang kami pahami maknanya tetapi sebagiannya tidak kami pahami konteksnya. Akhirnya kami pun berkesimpulan ia menderita sakit akibat ulah makhluk dari dunia lain.
Lain lagi dengan pengalaman Pak Saleh (bukan nama sebenarnya). Ia terkenal oleh tetangganya memiliki kemampuah menyembuhkan pasien yang terkena penyakit akibat gangguan jin. Profilnya biasa-biasa saja, tidak terlihat istimewa. Hanya saja dari tutur katanya terlihat ketegasan dalam usaha meniti jalan kebenaran. Beliau banyak bercerin tentang pengalamannya bersinggungan dengan racauan para penderita kesurupan.
Alhamdulillah, beliau banyak menyembuhkan atau setidaknya meringankan penderitaan beberapa pasien dengan bacaan ayat-ayat ilahi. Bukan profesi, tetapi sekedar bukti empati tanpa imbalan.
Pengalaman Bagas (bukan nama sebenamya) berbeda. Ia remaja seperti pada umumnya. Kurang lebih setahun ini hidupnya agak berbeda. Terkadang ia dapat melihat makhluk yang tak terlihat oleh kebanyakan orang. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia alami. Wujud rupa yang aneh-aneh pada awalnya membuatnya takut. Akan tetapi atas saran ayahnya, ia ambil langkah tak peduli.
Apakah benar ada makhluk gaib hidup di sekitar kita? Bagaimana pandangan syariat Islam terhadapnya? Lalu bagaimana dengan kuntilanak, genderuwo, pocong, tuyul, dan lain-lain penamaan makhluk menyeramkan yang sering muncul di cerita-cerita horor? Bagaimana sikap kita dalam menghadapi mereka? Tashiyah edisi ini insya Allah membahas sebagiannya.
Selamat membaca ulasan kami, semoga bermanfaat.

Jumat, 27 Februari 2015

Majalah Qudwah Edisi 25 Vol 3 1436H-2015

Majalah Qudwah Edisi 25 Vol 3 1436H-2015
Judul: Majalah Qudwah Edisi 25 Vol 3 1436H-2015
Untaian Kisah Mutiara Hikmah, Tema : Doa si Tukang Sepatu
Penerbit : Media Tashfiyah, Ponpes Darul Atsar Temanggung
Tebal : 112 halaman
Fisik : 15 cm x 23 cm, uv, soft cover
Harga :  Rp. 12.000 (jawa) 14.000 (Luar jawa)

Sapa Redaksi Majalah Qudwah Edisi 25 Vol 3 1436H-2015

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dia bukan siapa-siapa. Bukan seorang ustadz, kiai, ulama, apalagi seorang nabi. Penampilannya pun tak istimewa, biasa-biasa saja. Hanya saja ia dikenal sebagai seorang tukang sepatu. Kisahnya diceritakan oleh seorang Imam dari kalangan tabi’in.
Kesederhanaan, low profile bukan lah penghalang untuk menjadi mulia di sisi-Nya. Keberadaannya seorang diri ternyata tak kalah berharga dibandingkan seluruh penduduk Madinah waktu itu. Ya, bahkan waktu itu, seperti yang anda tahu, di Kota Nabi masih bertebaran para uiama yang memiliki keutamaan yang menjulang.
Doa seorang rakyat jelata yang bertakwa ini ternyata menjadi perantara turunnya rahmat dari Yang Maha Kuasa. Keikhlasannya dalam berdoa mendapat jawaban yang begitu cepat dari Rabbnya. Kisahnya yang melegenda sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu sang pelaku pun pasti tak tahu. Sampai hari ini, kisahnya sampai di rumah kita, dalam keadaan shahibul kisah waktu itu pun raib tak tentu rimbanya.
Pembaca yang kami cintai, silahkan baca kisah Si Tukang Sepatu ini selengkapnya di Rubrik Ulama. Inilah kisah utama kita edisi ini.
Di Rubrik Khairul Ummah, anda juga masih akan membaca kisah tentang ‘orang biasa’ yang mulia di sisi-Nya. Kali ini kisah tentang ’figur biasa’ yang berasal dari kalangan sahabat nabi. Ia bukan lah seorang yang rupawan bukan pula hartawan maupun bangsawan.
Akan tetapi ketakwaanlah yang menjadikan ia mempunyai nilai istimewa di sisi-Nya dan di sisi nabi-Nya.
Akhirnya, Pembaca yang kami cintai, jangan pula lewatkan kisah-kisah kami yang lain untuk Anda baca. Untaian kisah yang bertaburan mutiara hikmah, berlimpah faedah. Selamat membaca.

Senin, 22 Desember 2014

Majalah Anak Islam Azka Edisi 27 Tahun III 2014M-1436H Tumbuh dalam Naungan Ibadah

Majalah Anak Islam Azka Edisi 27 Tahun III 2014M-1436H Tumbuh dalam Naungan Ibadah
Judul: Majalah Anak Islam Azka Edisi 27 Tahun III 2014M-1436H Tumbuh dalam Naungan Ibadah
Tema : Ke Kebun Surga Menjenguk Tetangga
Penerbit: Media Tashfiyah
Tebal: 48 hal, 24 hal full color, 24 hal satu warna
Fisik: sedang, 14 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 9.000 (Jawa) Rp. 10.000 (Luar Jawa)

Diskripsi Majalah Anak Islam Azka Edisi 27 Tahun III 2014M-1436H Tumbuh dalam Naungan Ibadah

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Teman-teman yang Azka cintai, apa kabar kalian? Semoga kalian senantiasa sehat dan semangat. Azka senang lho bisa berjumpa lagi dengan kalian.
Teman-teman, Azka kali ini punya rubrik baru nih. Setelah Nabi Muhammad meninggal, beliau posisi kepemimpinan beliau digantikan oleh para Khulafaur Rasyidin. Nah, makanya Azka akan menyuguhkan untuk kalian tentang perjalanan hidup mereka sebagai pengganti Nabi Muhammad yang wajib diteladani.
Azka mulai dengan kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Karena, beliau adalah sahabat yang menjadi pemimpin setelah Nabi Muhammad wafat. Beliau adalah orang yang terbaik setelah Rasulullah.Jadi, jangan lewatkan ya perjalanan hidup beliau.
Azka juga masih memiliki rubrik lainnya lho teman-teman. Ada pohon yang digunakan sebagai jembatan. Ada mentilin, hewan unik
teman Belitung. Ada pesawat tanpa awak. Wah pokoknya teman-teman harus baca semuanya ya.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selasa, 16 Desember 2014

Majalah Tashfiyah Edisi 42 Volume 4 1436H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 42 Volume 4 1436H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 42 Volume 4 1436H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : ABG, Anak Bau Surga
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 42 Volume 4 1436H-2014M

Tak disadari ternyata ia telah tumbuh menjadi seorang remaja. Setahun yang lalu ia masih terlihat bermain gundukan pasir di samping rumah, tapi sekarang tampaknya gundukan itu tak berarti baginya. Kurang lebih sebulan yang lalu suaranya mulai berubah, membesar tak beraturan. Kumis tipis mulai menghiasai bagian atas
bibirnya. Hmm, rupanya ia kini teiah memasuki dunia baru.
Dunia ABG (Anak Baru Gede). Sebentarnya lagi tentu ia akan menjadi seorang pemuda. Rentang usia 12-19 tahun adalah usia remaja, 20-35 tahun adalah usia pemuda, mungkin seperti itu masa-masa yang penuh tantangan. Perubahan fisik dan psikis
menyertai kehidupannya. Gejolak dan ketidakstabilan mewarnai hari-harinya. Akankah ia kokoh menghadapi berbagai cobaan yang menghadang?
Pembaca yang budiman, jika Anda seorang remaja  janganlah galau. Jika Anda seorang pemuda inilah saatnya menunjukkan prestasi. Jika Anda orang tua, waspadalah terhadap putra-putri remaja Anda.
Meskipun penuh tantangan, masa muda masa penuh harapan, masa keemasan dalam kehidupan.
Onak duri gejolak syahwat memang dapat merintangi. Perubahan visi dalam melihat hari-hari acap kali terjadi. Belum lagi serbuan teknologi di kanan kiri akan mengganggunya jika tidak segera diantisipasi.
Di sisi lain, masa muda menjanjikan banyak prestasi. Kesempatan waktu luang, kesegaran berpikir, kekuatan fisik dan energi yang tersimpan merupakan modal yang tak akan pernah kembali jika terlewatkan. Oleh karena itu, kesempurnaan syariat Islam telah
pula mencukupinya dengan segudang bimbingan agar masa emas ini dapat diraihnya. Agar ia dapat pula berdiri di belakang barisan ABG (Anak Bau surGa) dari kalangan para sahabat Rasulullah.
Selamat menyimak lembaran-lembaran kami.

Majalah Qudwah Edisi 23 Vol 2 1436H-2014M

Majalah Qudwah Edisi 23 Vol 2 1436H-2014M
Judul : Majalah Qudwah Edisi 23 Vol 2 1436H-2014M
Untaian Kisah Mutiara Hikmah, Tema : Rekam Jejak Agama Ibnu Saba
Penerbit : Media Tashfiyah, Ponpes Darul Atsar Temanggung
Tebal : 112 halaman
Fisik : 15 cm x 23 cm, uv, soft cover
Harga :  Rp. 12.000 (jawa) 14.000 (Luar jawa)

Sinopsis Majalah Qudwah Edisi 23 Vol 2 1436H-2014M

Sapa Redaksi Majalah Qudwah Edisi 23 Vol 2 1436H-2014M
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pembaca Qudwah yang kami hormati, rasanya tiada bosan kami senantiasa berkunjung di kediaman, di kantor, atau di mana pun tempatnya ketika Anda mulai membuka lembaran-lembaran ini. Rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta dan Maha Pemberi Hidayah tak henti-hentinya mesti kita desahkan demi limpahan nikmat yang telah kita reguk selama ini.
Berbeda dengan edisi-edisi rutin, Majalah Qudwah Edisi 23 Vol 2 1436H-2014M kali ini mengunjungi anda dengan membawa sebuah tema
besar. Sebuah tema yang membeberkan sepak terjang sebuah kelompok perusak. Syi’ah! Sebuah kelompok yang dibidani oleh Abdullah bin Saba' seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam, dibesarkan dengan khurafat dan kedustaan, Syiah telah tumbuh menjadi agama tersendiri.
Dengan berkedok mencintai ahlul bait, mereka telah menikam Nabi dari punggungnya. Melalui Rubrik Fokus, kami kemas rekam jejak kelam kelompok pengkhianat ini. Mengupas dan menyingkap bobroknya akidah, akhlak, dan muamalah mereka. Anda akan melihat betapa naifnya keyakinan mereka akan sebuah kebenaran. Keyakinan yang banyak didasari oleh hal-hal yang tidak masuk akal dan kepalsuan.
Maka tidak mengherankan dari ’cetak biru’ yang demikian itu lahirlah penampakan muamalah yang dapat mengernyitkan dahi pemilik jiwa yang bersih. Cercaan dan cacian mereka terhadap banyak pribadi-pribadi mulia seakan-akan tidak memberi peluang bagi akal kita kecuali untuk berprasangka buruk kepada mereka.  Apalagi kemudian bukti-bukti yang seterang sinar matahari bertebaran membenarkan.
Akhirnya, Pembaca sekalian yang budiman, bahasan kami kali ini semoga dapat menjadi bekal untuk waspada dengan bahaya ancaman kelompok pendusta ini. Sesosok di antara penampakan dajjal yang akan menyongsong dajjal besar di akhir Zaman. Hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan.
Diantara isi Majalah Qudwah Edisi 23 Vol 2 1436H-2014M:
- Kuburan Khomeini, Al Mahdi versi Rafidhah, Bagdad Banjir Darah, dan masih banyak lagi.

Minggu, 09 November 2014

Majalah Tashfiyah Edisi 41 Volume 4 1436H-2014M

Majalah Tashfiyah Edisi 41 Volume 4 1436H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Edisi 41 Volume 4 1436H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : Yang Seharusnya Tersembuyi
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Edisi 41 Volume 4 1436H-2014M

”Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah”. Jujur, Pembaca, stiker berisi kutipan terjemahan hadits Rasululullah tadi senantiasa terpampang di lemari butut saya. Agar istri dan putri tercinta termotivasi. Di tengah-tengah hiruk-pikuk kehidupan akhir zaman yang semakin gila mengiklankan aurat wanita, saya berharap mereka menjadi perhiasan yang sebenarnya di rumahnya.
Dalam hadits tersebut, tersirat diakui bahwa pada hakikatnya wanita adalah perhiasan. Bahkan dibandingkan dengan perhiasan emas dan perak, berlian dan mutiara, wanita lebih mempesona. Dan telah melegenda pemeo 'adalah wanita makhluk lemah penakluk utama pria perkasa'. Sosoknya sendiri adalah perhiasan, bagaimana lagi jika padanya bertaburan emas dan perak, berlian dan mutiara? Tubuhnya sendiri adalah godaan bagaimana lagi jika berbalut busana tak tertutup pandangan? Lenggak-lenggoknya sendiri adalah ujian iman, bagaimana lagi jika bercampur harumnya wewangian Duhai, tak ayal lagi setan pun menari-menari mengkhayalkan keindahan dalam keharaman.
Demikianlah Pembaca, mirisnya fenomena buka ’aurat’ dan'tabaruj’  kami kupas selengkapnya pada rubrik utama majalah kesayangan kita edisi ini.
Di rubrik lain, tak lupa, Pembaca sekalian, kami pun ingin berbagi cita-cita yang mulia. Cita-cita untuk meraih kebahagiaan
yang menjadi impian segenap manusia. Di rubrik Akidah kami
mengupas permasaiahan kufur nikmat yang tak disadari, di rubrik
Titian kami membahas konsisten di atas Islam, di rubrik Tazkiyatun Nufus ada ’Buah Ketakwaan', di rubrik Spirit Muda ada nasihat untuk berbakti kepada orang tua.
Dan jangan lupa, di rubrik Info Sehat kami senantiasa berbagi informasi bermanfaat di dunia kesehatan. Kali ini kami mengupas
kesegaran dan manfaat cincau. Mudah-rnudahan semuanya dapat menjadi pelepas dahaga akan ilmu yang dapat mengantar menuju kebahagiaan Anda yang sebenarnya, walaupun serasa hanya setetes saja.

Majalah Qudwah Edisi 22 Vol 2 1436H-2014M

Majalah Qudwah Edisi 22 Vol 2 1436H-2014M
Judul : Majalah Qudwah Edisi 22 Vol 2 1436H-2014M
Untaian Kisah Mutiara Hikmah, Tema : Si Pendusta Besar
Penerbit : Media Tashfiyah, Ponpes Darul Atsar Temanggung
Tebal : 112 halaman
Fisik : 15 cm x 23 cm, uv, soft cover
Harga :  Rp. 12.000 (jawa) 14.000 (Luar jawa)

Sinopsis Majalah Qudwah Edisi 22 Vol 2 1436H-2014M

Sapa Redaksi Majalah Qudwah Edisi 22 Vol 2 1436H-2014M
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Seseorang yang berbicara di Iuar kebenaran sesekali mungkin masih dimaafkan. Keteledoran menerima informasi sehingga bias dalam memaknai kadang terjadi. Namun pada dasarnya kepalsuan bukanlah tabiatnya, akan tetapi ketergelinciran berbicara semata. Jika demikian, tentu ia bukanlah seorang pendusta.
Demikian pula, jika berdusta itu muncul dari hawa nafsu yang gagal dijaga. Kesenangan sesaat yang diburunya yang muncul dari luapan syahwat kadang-kadang melahirkan pula sikap berdusta. Namun demikian seiring lenyapnya gelora syahwat terbit pula penyesalan. Tekadnya membulat untuk tidak kembali berdusta, maka tentu ia bukan pula pendusta.
Akan tetapi sosok yang sedang kita bicarakan ini adalah sosok yang gemar berdusta. Gayanya meyakinkan. Lisannya pandai berorasi. Mimiknya seakan menggambarkan kebenaran. Penampilannya tak meragukan. Siapa sangka ternyata ia seorang pendusta besar!
Kedustaan yang muncul dari lisan, mimik, dan amal perbuatannya menjadi tabiatnya. Tanpa rasa penyesalan, hari-harinya dilalui dengan senantiasa berdusta. Akhlaknya adalah menipu, membuat makar, bermuka ganda, berhati licik, duhai siapakah dia kiranya? Jika sudah demikian, jika ada kebenaran yang muncul dari nya pun, maka kebenaran itu tak disandarkan padanya.
Pembaca yang semoga dirahmati Allah, berhati-hatilah dari si pendusta besar ini yang kisah selengkapnya dapat anda baca di rubrik Asbabul Wurud.
Demikian pula beberapa kisah lain tentang sepak terjang tokoh pendusta kita kali ini dapat anda simak di rubrik Nubuwah.
Melengkapi perjumpaan kita di edisi ini, kami menyajikan pula banyak kisah lain di rubri-rubrik yang menarik. Kisah Nabi Syits putra Adam, kisah ruqyah Imam Ahmad, kisah Tidur Tiga Abad, dan yang lainnya, semoga menjadi sudut pandang yang lain bagi Anda untuk meraih hikmah intisari kebenaran. Semoga kehadiran kami melengkapi khazanah anda dalam menempuh jalan hidayah.

Minggu, 02 November 2014

Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M

Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M
Judul: Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M
Mudah Berfaedah, Tema : Jangan Sakiti Tetangga
Penerbit:  Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman (32 halaman full color)
Fisik: 12 cm x 18 cm, uv, soft cover
Harga: Rp. 10.000 (jawa) atau Rp. 12.000 (luar jawa)

Sinopsis Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M

Manusia adalah makhluk sosial. Hampir tidak ada dari berbagai sisi kehidupan kita melainkan membutuhkan uluran tangan orang lain. Orang yang paling dekat dengan Kita adalah keluarga kemudian tetangga.
Kehidupan bertetangga adalah kehidupan kita semua saling mengenal, saling memgerti, saling menghormati, dan saling mengasihi adalah potret kehidupan bertetangga yang indah. Rasulullah pun menegaskan bahwa kehidupan bertetangga yang harmonis merupakan salah satu kebahagiaan dalam kehidupan. Yah, betapa pentingnya arti tetangga bagi kehidupan kita. Itulah mengapa kami menjadikannya sebgai tema kali ini.
Melengkapi sajian kami pada Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M  ini, simak pula figuritas sahabat lbnul Ash di rubrik figur. Padanya, Anda akan menemukan sebuah teladan tentang seorang pemuda yang sangat patuh kepada Allah dan Rasul-Nya.
Di rubrik Sirah, kali ini Anda akan diajak menyaksikan pertempuran melawan Bani Nadhir. Kelompok Yahudi yang tinggal di dekat Kota Madinah.
Adapun di Rabrik Hukum Islam membahas tentang "Sutrah" Apa itu "sutrah"? Silakan simak satu per satu dalilnya.
Dirubrik-rubrik lainnya pada Majalah Tashfiyah Edisi 40 masih banyak tema pembahasan yang disajikan. Semuanya sangat Anda butuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ambillah pelajaran-pelajaran yang tak ternilai harganya di Sana. Semoga kehadirannya Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah Edisi 40 Volume 4 1435H-2014M ini menjadikan kehidupan Anda lebih bermakna.

Majalah Qudwah Untaian Kisah Mutiara Hikmah Edisi 21 vol 2 1435H-2014M

Majalah Qudwah Untaian Kisah Mutiara Hikmah Edisi 21 vol 2 1435H-2014M
Judul: Majalah Qudwah Untaian Kisah Mutiara Hikmah Edisi 21 vol 2 1435H-2014M
Untaian Kisah Mutiara Hikmah
Tema: Menang Tanpa Perang
Penerbit: Media Tashfiyah
Fisik: 110 hal, isi hvs, sampul soft cover, uv
Harga: Rp. 12.000 (jawa) atau Rp. 14.000 (luar jawa)

Sapa Redaksi Majalah Qudwah Untaian Kisah Mutiara Hikmah Edisi 21 vol 2 1435H-2014M

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Di akal kebanyakan orang, meraih kemenangan tentu harus melalui pertempuran. Hampir tidak terlintas di benak kita akan adanya musuh yang memberikan kemenangan kepada lawannya begitu saja. Apalagi musuh itu adalah musuh bebuyutan. Dendam kesumat dan kebencian meluap mestinya akan terpuaskan dengan pertumpahan darah.
Memang demikianlah keadaan orang-orang kafir Quraisy terhadap Rasulullah. Tentu saja tidak terlintas sedikit pun di benak mereka keinginan untuk menyerahkan urusan hidupnya kepada orang yang mereka anggap murtad dari agama nenek moyang. Orang yang mereka anggap telah merusak kehormatan kepemimpinan adat. Namun, makar mereka tidaklah berarti bagi Allah. Perjanjian Hudaibiyah! Pada awalnya kaum musyrikin gegap gempita, bersuka ria menyambut kemenangan semu mereka ini. Mereka tidak menyadari bahwa itulah awal keruntuhan dari kesombongan perbuatan ingkar kepada Rabbnya.
Bahkan, sahabat sekaliber Umar bin Khattab pun, pada awalnya belum mampu memahami sesuatu di balik itu. Setelah mengungkapkan perasaannya kepada Rasul-Nya, kemudian kepada sahabatnya Ash Shidiq, akhirnya beliau menyesali kekeliruan prasangkanya. Allah telah menetapkan adanya kemenangan gemilang tanpa berperang. Kisah yang mengaduk-ngaduk perasaan kecemburuan para sahabat terhadap islam ini selengkapnya tersaji dalam Rubrik Asbabul Wurud-rubrik tentang kisah-kisah latar belakang diriwayatkannya sebuah hadis Rasulullah.
Melengkapi kisah Hudaibiyah, di rubrik lain, pada Majalah Qudwah edisi ini, tersajikan pula beragam kisah yang menarik. Kisah kakek moyang manusia Adam dan Nabiyullah Dawud di rubrik Anbiya', kisah kepahlawanan Khubaib bin Adi di tiang salib di rubrik Khairul Ummah dan yang lainnya menyadarkan kita betapa indahnya ritual penghambaan kepada-Nya. Penghambaan yang melahirkan sikap siap berkorban jiwa dan raga. Tentu anda ingin merasakan indahnya pula.
Silahkan menyimak sajian Majalah Qudwah Untaian Kisah Mutiara Hikmah Edisi 21 vol 2 1435H-2014M kami selengkapnya.