Tampilkan postingan dengan label Majalah Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Majalah Syariah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 September 2015

Majalah Asy-Syariah Edisi 110

Segala sesuatu yang mengandung berkah, semua telah dijelaskan secara gamblang dalam al-Qur’an, hadits-hadits Rasulullah   dan riwayat-riwayat para sahabat. Maka dari itu, ketika sesuatu telah dijelaskan oleh nas atau syariat, semestinya kita tidak perlu repot mencari-cari apalagi sibuk mencari pembenaran sesuatu yang tidak dijelaskan oleh syariat. Tak perlu membela diri demi “menghalalkan” air Ponari, tidak perlu galau dengan kotoran kerbau, tidak perlu kurang kerjaan dengan herendam di sebuah petilasan, juga tidak perlu menjadi hodoh karena herebut puntung rokok seorang tokoh.
Rasulullah   sebagai utusan Allah  yang paling mulia dan kekasih Allah  saja tidak mampu mendatangkan sedikit pun kebaikan atau menolak mudarat atas diri beliau, lebih-lebih atas orang lain. Saat air keluar dari jari-jemari Rasulullah yang digunakan untuk berwudhu dan minum oleh ribuan sahabat  , Rasulullah tegas mengatakan, “Berkah itu dari Allah.” Artinya, Rasulullah   selalu  bahwa Allah   adalah satu-  yang memiliki berkah, dan  satu-sagunya Dzat yang memberkahi.  dimohon berkah. juga   diyakini para sahabat,  terbaik setelah para nabi.

ltu, manusia-manusia selain mereka yang tidak dijamin masuk surga, tapi justru berlumur dosa, lebih tidak hisa untuk memberikan berkah, apalagi memutuskan sesuatu mengandung berkah atau tidak. Dikemanakan ayat atau hadits yang berbicara bahwa yang memherikan berkah adalah hak Allah,  keyakinan dari mana bahwa para tokoh atau kyai yang kita agungkan setinggi langit itu mempunyai berkah dari jasadnya? Apakah para tokoh yang kita sematkan hak-hak ilahiah memang dijamin masuk surga sehingga kita rela berebut bekas air minumnya? Apakah pantas orang yang melakukan kesyirikan dan kebid’ahan kita agung-agungkan sedemikian rupa?
Sadarkah kita, Dosa syirik menganga lebar di depan kita jika kita salah cari berkah? Kebenaran adalah apa yang berasal dari Allah   dan Rasul-Nya. Syariat kita yang sempurna tidak memberi celah sedikit pun bagi kita untuk membuat syariat atau “berkah-berkah” baru di luar yang telah digariskan syariat.
Syirik adalah dosa yang tidak terampuni kecuali dengan tobat. Maka dari itu, Cari berkah jangan asal. Neraka siap mengancam jikakita salah cari berkah.

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi 110
Tema : Cara Salah Cari Berkah
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 13.000

Daftar isi:
Tabarruk dengan Nabi Muhammad 
Mencari Jalan Menuju Kebaikan
Meraih Keberkahan Hidup dengan Tawakal
Adab di Hadapan Guru
Tabarruk, Antara Pelanggaran Agama dan Komoditas Bisnis
Barakah dan Tabarruk dalam Tinjauan Syariat
Memohon Barakah Hanya kepada Allah 
mengenal Dua jenis Tabarruk
Ngalap Berkah Kiai dengan Dalil dan Analogi Batil
Beda Tawaf &Mencium Hajar Aswad dengan Amalan Musyrikin
Bertabaruk Dengan Peninggalan Orang Shaleh, Ghuluw Dalam Agama
Umar bin khaththab bag 16
Ziarah Makam Wali
Kemuliaan Bulan-Bulan Haram
Dibalik Rumah Tangga Sang Rasul
Membiasakan Anak Shalat
Buku Pendidikan Anak Tulisan

Rabu, 12 Agustus 2015

Majalah Asy-Syariah Edisi 109

Kala itu, dari sebuah desa terpencil bernama dammaj yang berjarak sekitar 250 KM dari ibukota Yaman, terpancar sebuah dakwah yang marnpu menyinari sebagian besar wilayah Yaman. Dengan kondisi  Yaman yang dipenuhi orang-orang Rafidhah, Syi’ah Zaidiyah, Sufi, dan komunis, tentu berdakwah di Negara ini bukan perkara mudah. Apalagi Yaman terhitung sebagai negara miskin, tentu menambah beban dakwah tersendiri.

Namun, ketika Allah berkehendak, apa pun bisa terjadi. Di tengah karut-marut keberagamaan Yaman, muncullah seorang asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i yang menebar dakwah tauhid, memerangi segala kesyirikan yang bercokol di negeri tersebut. Membendung laju Sufi dan Syiah dengan dakwah as-Sunnah.
Berawal dari mengajari al-Qur'an kepada anak-anak di kampungnya yang kecil yang dikelilingi gunung-gunung, pelan namun pasti, cahaya dakwah asy-Syaikh Muqbil bertebaran ke seantero Yaman. Setiap beliau mengisi muhadharah (taklim) dikota-kota di Yaman, selalu dihadiri ribuan orang, hingga masjid tidak mampu rnenampung jumlah yang hadir.
Asy-Syaikh Muqbil memang telah diberikan banyak kelebihan oleh Allah, salah satunya adalah ilmu hadits. Tak heran jika rnasyarakat Yaman memberi tempat bagi dakwah beliau. Dengan izin Allah kemudian dengan kesabaran beliau, masyarakat Yaman sedikit-sedikit mulai meninggalkan kesyirikan dan kernaksiatan yang telah mengakar menjadi kebiasaan.
Berdirilah kemudian ma’had (pondok pesantren) Ahlus Sunnah yang pertarna dan terbesar di Yaman di desa Dammaj bernama Darul Hadits. Yang menakjubkan, tidak hanya dari masyarakat Setémpat, berdatanganlah para penuntut ilmu dari dari luar Yaman seperti  Arabia, Indonesia, Mesir, Kuwait, Libya,  Aljazair, Maroko, Turki, Amerika  Serikat, Somalia, Belgia, dan  lainnya, tentu sudah menjadi keniscayaan, para penentang selalu  siap sedia menghadang.
Apalagi beliau dikenal berani dalam mengingkari  kemungkaran. Beliau banyak membantah kesesatan sekaligus menyingkap kedok kelompok-kelompok menyimpang seperti syi’ah, Sufi, lkhwanul Muslimin (baca: lkhwaniil Muflisin), Jum’iyatul Hikmah, Jum’iyaijul Ihsan, atau ‘Ilmaniyun (sekuler) melalui muhadharah atau tulisan dilengkapi dengan pendalilan yang sangat kuat yang teramat sulit dibantah.
Upaya-upaya pembunuhan yang dilakukan musuh-musuh dakwah untuk menghabisi nyawa asySyaikh, bahkan murid- muridnya, tidak pernah menyurutkan langkah asy-Syaikh Dan dakwah as-Sunnah. Kejujuran, keikhlasan, kesabaran, kezuhudan, kesederhanaan, kedermawanan, dan sikap wam’nya, setelah taufik Allah, menjadi kunci keberhasilan dakwah asy-Syaikh Muqbil di Yaman hingga rnampu menernbus belantara paham Syiah dan Sufi yang mengakar di Yaman. Dakwah beliau begitu rnenyentuh hingga banyak berpengaruh di hati-hati manusia. Beliau selalu mengajak untuk beragama dengan menyandarkan diri kepada dalil yang sahih.
Beliau juga mewariskan banyak tulisan dan nasihat untuk umat. Tak heran jika banyak pujian ulama mengalir ke pribadi beliau.
“Sesungguhnya Allah membangkitkan untuk umat ini di Setiap ujung seratus tahun orang yang memperbarui untuk mereka agama mereka." (HR. Abu Dawud [no. 4291] dan yang lainnya) Ya, asy-Syaikh Muqbil rnenjadi pembaru agama di negara yang kemurnian Islamnya telah mulai memudar. Wallahu a’lam,


Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi 109
Tema : Sang Teladan, Asy Syaikh Muqbil Pembaru Dakwah Negeri Yaman
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 13.000 

Daftar isi:
Dakwah Harus Memiliki Keistimewaan
Menyoal Urusan Gaib
Agar Sabar Menghadapi Gangguan
Ziarah Kubur Saat Hari Raya
Waspada Kemaksiatan
Asy- Syaikh Muqbil, Dakwah di Tengah Basis Syiah
Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi‘i Mujaddid Dakwah Salafiyah Negeri Yaman
Kecintaan dan Perhatian terhadap llmu yang Bermanfaat
Kepribadian, Akhlak, dan Perangai yang Mulia
Nasihat & Pengarahan asy-Syaikh Muqbil
Wafatnya Asy-Syaikh Muqbil 
Belajar Mencintai llmu Hadits dari asy-Syaikh Muqbil
asy-Syaikh Muqbil Sang Teladan
Amirul Mukminin   
Umar bin al-Khaththab
lblis vs Manusia 
Makna syahadat Muhammad Rasulullah
Di Balik Rumah Tangga`Sang Rasul
Nasihat Ulama Seputar Pendidikan Anak
sebutan Almarhum     
Memberi Zakat Tanpa Memberitahu Itu Adalah Harta Zakaf     
Anak yang Meninggal Sebelum Baligh
Apakah Membaca Hadits Nabi Berpahala?
Sebab Terjatuh Dalam Dosa

Minggu, 24 Mei 2015

Majalah Syariah Edisi 108 vol: IX

Seorang dari adalah seorang pendidik dan pengajar, akan tetapi berita akhir-akhir ini membuat kita bertanya-tanya siapakah mereka sebenarnya dan mengapa mereka bisa menjadi seorang dari yang dijadikan panutan umat. Dai artis salah satu fenomena menarik untuk ditelusuri untuk memperoleh jawaban mengapa begitu banyak dai-dai sejenis ini sekarang dan apa latar belakang pendidikan mereka kok tiba-tiba muncul menjadi seorang juru dakwah. Yang lebih tragis adanya seorang dai yang baru saja masuk islam dijadikan panutan atau prilaku menyimpang seorang dai baik dari sisi syariat maupun moral seorang yang terdidik dengan akhlakul karimah. Masih pantaskan para dai tersebut dijadikan keteladanan bagi umat ini? Majalah syariah edisi 108 menyoroti perilaku para dai yang akhir-akhir ini marak memenuhi media sebagai cara berdakwah moderen, satu pertanyaan untuk Anda, benarkan mereka seorang dai yang bisa dijadikan contoh berprilaku dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana kondisi sebenarnya dai tersebut jika tidak sedang tampil berdakwah.


Daftar isi:
Profil Dai Rabbani
Meneladani Pemimpin Umat
Mengoreksi Perilaku Para Dai
Hukum Menunda-nunda Membayar Utang
Sumber Kerusakan dalam Agama
Iblis vs Manusia bag, 3
Khutbah jumat - Anak adalah Amanat
Menjalin Kerja Sama Dalam Dakwah
Mengayuh Biduk : Kita Menikah, Terapi ceraikan Dia!
Kedudukan dan Kemuliaan Seorang Dai
Sikap yang Tepat dalam Mendidik Anak
Dakwah dan Kewaiiban Dai
Bekal Dai Ketika Berdakwah
Nilai Integritas Seorang Dai
Kemuliaan Akhlak Muslimah
Mengeraskan Bacaan dalam Shalat bagi Wanita
Wanita Shalat di Rumahnya Setelah Azan atau Setelah Iqamat di Masjid?
Syarat Wanita Menjadi Imam bagi Sesamanya
Hukum Wanita Mengimami Anak Lelaki
Tauhid Awal Dakwah Ilallah
 Shalat Kusuf/Gerhana di Rumah
Akhlak Seorang Dai
Ucapan Ta’ziyah
Amirul Mukminin Umar Ibn al-Khaththab   Bagian ke-14
Mutiara Kata - Dia Tidak Riya

Kamis, 19 Februari 2015

Majalah Asy-Syariah Edisi 106 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah

Majalah Asy-Syariah Edisi 106 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah
Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi 106 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah
Tema : Melawan Kristenisasi
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 13.000

Pengantar Redaksi Majalah Asy-Syariah Edisi 106 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah

Kristenisasi Tiada Henti
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Sebuah ironi baru saja dipertontonkan di negeri ini. Gempita natal begitu meriah, seolah negeri ini mayoritas dihuni oleh nasrani. Mal, pusat perbelanjaan, supermarket, hotel, rumah makan dan tempat wisata atau rekreasi, dipenuhi pernak-pernik natal. Pohon natal dan patung sinterklas raksasa, miniatur Bethlehem, topi sinterklas yang menghiasi kepala karyawan sampai yang berkerudung sekalipun, menjadi potret buram di negara dengan populasi muslim terbesar di dunia ini, itulah Indonesia. Kristenisasi dengan begitu halusnya menyeruak. Semarak natal mampu menembus pelbagai batas. Di kota-kota kecil, bahkan yang dikenal dengan kota santri sekalipun, natal demikian meriah.
Sebuah pemandangan yang tentu berbeda pada satu dekade silam. Ini memang bukan semata peringatan Natal. Populasi Nasrani faktanya memang naik tanpa disadari. Ragam Cara pemurtadan terus digeber habis-habisan, berbagai bentuk penistaan agama diciptakan, serta agama-agama yang merupakan gado-gado Islam dan Nasrani dibela mati-matian berdalihkan kebebasan agama dan berkeyakinan  (baca:lagi-lagi HAM).
Miris memang. Semakin miris kala seruan untuk bertoleransi sudah kebablasan, pencitraan Nasrani sebagai agama yang penuh damai dan kasih demikian tebal, dan ocehan-ocehan para “tokoh” muslim justru menihilkan Kristenisasi. Isu Kristenisasi, oleh para  “cendekiawan” muslim itu, dianggap Kristenfohia. Padahal, Allah   sendiri yang menyatakan hahwa kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha hingga kita mengikuti agama mereka. Artinya, Kristenisasi tidak akan pernah berhenti di setiap tempat dan waktu. Ia akan selalu menyelinap, menyusup di tengah masyarakat muslim dimanapun dan sampai kapan pun. Bagi pemeluknya, Kristenisasi, atau yang transformasi atau penuaian jiwa adalah tugas suci sesuai pesan Bibel.Sebab menurut mereka, dunia tidak mungkin dikristenkan. Maka dari itu, Kristenisasi adalah harga mati. Lebih-lebih kucuran dana dari negara-negara kuat seperti AS dan Inggris siap mendukung geliat kristenisasi di Indonesia.
Apalagi apabila Kristenisasi tidak bisa dilepaskan dari sejarah Misionaris Kristen atau Katholik masuk Indonesia bukan 20 atau 50 tahun lalu, tetapi sejak penjajah Belanda masuk negeri ini. Pemurtadan oleh penjajah juga tidak semata menyasar suku-suku terasing, tetapi masyarakat muslim, dengan dukungan yang besar dari pemerintah Hindia Belanda kala itu.
“Hasil”nya kita rasakan sekarang. Konflik sesama anak bangsa yang berbeda agama seperti di Maluku dan Poso adalah peninggalan para penjajah yang akan terus kita warisi, Kristenisasi telah memecah daerah konflik tersebut baik secara geografis maupun ideologis. Sebut saja Desa Sirisori di Pulau Saparua. Karena Kristenisasi penjajah, desa ini pecah menjadi dua: Sirisori Islam dan Sirisori Kristen. Kala Maluku tengah di-setting memanas, warga Kristen berulah menyerang tetangganya yang beragama Islam.
Begitulah, jika akidah Kristen telah bersemi di dalam dada, tetangganya yang masih mempunyai pertalian darah sekalipun, tak segan akan dibantai. Di luar Cara-Cara halus yang selama ini jamak dilakukan, kaum salibis nyatanya berani menabuh genderang perang di saat mereka minoritas. Apa jadinya jika Kristenisasi yang ditarget tahun 2020 berhasil? Jangan jadi penonton, mari kita lawan derasnya arus pemurtadan. Ingat, Kristenisasi tidak akan pernah berhenti.

Selasa, 01 Januari 2013

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.89/ 1434 H/2012, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.89/ 1434 H/2012, dan Sakinah
Busana Takwa Syar'i atau Trendi?
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 11.000


Daftar isi Majalah Asy-Syariah Edisi 89

Busana Takwa Syar'i atau Trendi?
'Id Jatuh pada Hari Jumat
Meluruskan Istilah Seputar Jilbab dan Hijab
Takwa, Pakaian Terbaik
Hukum Isbal
Mempertahankan identitas muslim
Luasnya Nikmat Allah
Pakaian adalah nikmat Allah
Rambu-rambu berpakaian
Larangan memakai pakaian mu'ashfar
Larangan tasyabuh dalam berpakaian
Larangan menyerupai lawan jenis
Pakaian kemasyhuran
Ketentuan pakaian wanita
Pakaian wanita di hadapan wanita lain dan mahramnya
Pengaburan makna jilbab
Bercanda ada etikanya
Para petani dan tuan-tuan kebun
Khutbah: Berhias sesuai syariat dan yang tidak

Sakinah Lembar untuk Wanita dan Keluarga

Boleh keluar asal sesuai syariat
Berobat kepada lawan jenis
Wanita keluar rumah tanpa kebutuhan
Haidah ultah pernikahan
Tercelanya orang yang merusak suami istri
Agama itu mudah, jangan memberatkan diri

Kamis, 29 November 2012

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.88/ 1433 H/2012, Lembar Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.88/ 1433 H/2012, dan Sakinah
Asy-Syaikh Bin Baz Potret Pejuang Dakwah
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 11.000

Asy-Syaikh Bin Baz Potret Pejuang Dakwah
Pembelaan Terhadap Asy-Syaikh Abdul Aziz Bin Baz
Akibat Bagi Yang Mencela Ulama
Wasiat Khalifah Ash-SHiddiq radhiyallahu 'anhu
Hukum Qunut Subuh
Saat Ujian Menimpa
Akhlaq Orang Yang Berilmu
Kisah Sapi Betina – bagian 2
Buah Keimanan – bagian 7
Memuliakan Ulama Pewaris Nabi


Sakinah Lembar untuk Wanita dan Keluarga
Zainab bintu Abi Salamah
Pakaian Haid
Kabar Gembira Yang Disegerakan
Pandai Menjaga Rahasia
Mengganti Shalat yang Luput