Tampilkan postingan dengan label majalah asy-syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label majalah asy-syariah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2015

Majalah Asy-Syariah Edisi 106 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah

Majalah Asy-Syariah Edisi 106 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah
Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi 106 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah
Tema : Melawan Kristenisasi
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 13.000

Pengantar Redaksi Majalah Asy-Syariah Edisi 106 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah

Kristenisasi Tiada Henti
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Sebuah ironi baru saja dipertontonkan di negeri ini. Gempita natal begitu meriah, seolah negeri ini mayoritas dihuni oleh nasrani. Mal, pusat perbelanjaan, supermarket, hotel, rumah makan dan tempat wisata atau rekreasi, dipenuhi pernak-pernik natal. Pohon natal dan patung sinterklas raksasa, miniatur Bethlehem, topi sinterklas yang menghiasi kepala karyawan sampai yang berkerudung sekalipun, menjadi potret buram di negara dengan populasi muslim terbesar di dunia ini, itulah Indonesia. Kristenisasi dengan begitu halusnya menyeruak. Semarak natal mampu menembus pelbagai batas. Di kota-kota kecil, bahkan yang dikenal dengan kota santri sekalipun, natal demikian meriah.
Sebuah pemandangan yang tentu berbeda pada satu dekade silam. Ini memang bukan semata peringatan Natal. Populasi Nasrani faktanya memang naik tanpa disadari. Ragam Cara pemurtadan terus digeber habis-habisan, berbagai bentuk penistaan agama diciptakan, serta agama-agama yang merupakan gado-gado Islam dan Nasrani dibela mati-matian berdalihkan kebebasan agama dan berkeyakinan  (baca:lagi-lagi HAM).
Miris memang. Semakin miris kala seruan untuk bertoleransi sudah kebablasan, pencitraan Nasrani sebagai agama yang penuh damai dan kasih demikian tebal, dan ocehan-ocehan para “tokoh” muslim justru menihilkan Kristenisasi. Isu Kristenisasi, oleh para  “cendekiawan” muslim itu, dianggap Kristenfohia. Padahal, Allah   sendiri yang menyatakan hahwa kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha hingga kita mengikuti agama mereka. Artinya, Kristenisasi tidak akan pernah berhenti di setiap tempat dan waktu. Ia akan selalu menyelinap, menyusup di tengah masyarakat muslim dimanapun dan sampai kapan pun. Bagi pemeluknya, Kristenisasi, atau yang transformasi atau penuaian jiwa adalah tugas suci sesuai pesan Bibel.Sebab menurut mereka, dunia tidak mungkin dikristenkan. Maka dari itu, Kristenisasi adalah harga mati. Lebih-lebih kucuran dana dari negara-negara kuat seperti AS dan Inggris siap mendukung geliat kristenisasi di Indonesia.
Apalagi apabila Kristenisasi tidak bisa dilepaskan dari sejarah Misionaris Kristen atau Katholik masuk Indonesia bukan 20 atau 50 tahun lalu, tetapi sejak penjajah Belanda masuk negeri ini. Pemurtadan oleh penjajah juga tidak semata menyasar suku-suku terasing, tetapi masyarakat muslim, dengan dukungan yang besar dari pemerintah Hindia Belanda kala itu.
“Hasil”nya kita rasakan sekarang. Konflik sesama anak bangsa yang berbeda agama seperti di Maluku dan Poso adalah peninggalan para penjajah yang akan terus kita warisi, Kristenisasi telah memecah daerah konflik tersebut baik secara geografis maupun ideologis. Sebut saja Desa Sirisori di Pulau Saparua. Karena Kristenisasi penjajah, desa ini pecah menjadi dua: Sirisori Islam dan Sirisori Kristen. Kala Maluku tengah di-setting memanas, warga Kristen berulah menyerang tetangganya yang beragama Islam.
Begitulah, jika akidah Kristen telah bersemi di dalam dada, tetangganya yang masih mempunyai pertalian darah sekalipun, tak segan akan dibantai. Di luar Cara-Cara halus yang selama ini jamak dilakukan, kaum salibis nyatanya berani menabuh genderang perang di saat mereka minoritas. Apa jadinya jika Kristenisasi yang ditarget tahun 2020 berhasil? Jangan jadi penonton, mari kita lawan derasnya arus pemurtadan. Ingat, Kristenisasi tidak akan pernah berhenti.

Jumat, 02 Januari 2015

Majalah Asy-Syariah Edisi 105 Vol.IX 1435H-2014 dan Sakinah


Majalah Asy-Syariah Edisi 105 Vol.IX 1435H-2014 dan Sakinah
Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi 105 Vol.IX 1435H-2014 dan Sakinah
Tema : Bijak Menyikapi Media
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 13.000 (Harga Naik)

Pengantar Redaksi Majalah Asy-Syariah Edisi 105 Vol.IX 1435H-2014 dan Sakinah

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Media : Pisau Bermata Dua
Media memang pisau bermata dua. Di satu sisi ia bisa multiguna, disisi lain juga bisa membawa petaka.  Sisi manfaat media memang tak terhitung. Banyak hal-hal keduniawian bahkan akherat yang bisa ditunjang dengan media. Usaha, berita terkini, hingga dakwah, bisa demikian berkembang dengan adanya media, biidznillah.
Sisi lain, dampak negatif yang ditimbulkan media juga tak terbendung. Media sering dijadikan alat propaganda, dari soal politik hingga soal agama. Banyak kesesatan yang tumbuh subur dan dengan cepat dianut masyarakat karena dilariskan media. Banyak kemaksiatan yang mudah diakses hanya dengan memainkan jari-jemari kita di rumah.
Lebih-lebih dengan menjamurnya media sosial di dunia maya. Ruang-ruang pribadi yang tercipta membuat manusia lupa. Perselingkuhan pun menjadi muaranya. Sebaliknya, media
sosial juga menciptakan ruang publik yang seluas-luasnya. Di sini, manusia pun lupa. Pamer kekayaan dan kesuksesan dipertontonkan. Masalah pribadi dan rumah tangga diumbar.
Foto-foto narsis bahkan yang memamerkan aurat dipajang seakan media sosial adalah kamar pribadinya.
Tak cukup sampai di sini sisi negatif media yang kita tuai. Islam sebagai agama yang haq, sering menjadi bulan-bulanan media. Pengusaha media yang mayoritas orang-orang non-Islam atau muslim tetapi tidak paham Islam, menjadikan media sebagai alat untuk menyudutkan Islam dan kaum muslimin. Dari yang halus, yakni mencitrakan kemaksiatan sebagai sesuatu yang lumrah, hingga yang sudah “menabuh genderang perang” yakni
menghina Islam secara terang-terangan.
Opini demi opini terus diciptakan demi mengesankan bahwa Islam adalah agama yang kolot dan horor. Ajaran Islam yang demikian
melindungi wanita dianggap sudah tak relevan. Adapun terorisme dan anarkisme terkesan dilakukan oleh muslim yang "lahiriahnya” taat. Sekian juta umat pun termakan. Opini media  mampu membolak-balik penilaian seseorang.
Masyarakat juga latah mengekor media yang menjelma menjadi hakim. Kasus apa saja, karena sudah menjadi konsumsi media, dengan mudahnya masyarakat memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah. Hanya dengan bermodal baca koran atau menonton televisi, masyarakat dengan strata apapun telah demikian "pintar" menghakimi. Kebenaran menjadi demikian sempit, sebatar apa yang dibaca, apa yang ditonton, dan apa yang mau disimpulkan.
Padahal, disadari atau tidak, media massa lebih sering mengajarkan buruk sangka, utamanya jika sasarannya adalah pemerintah. Di mata media, pemerintah berkuasa seakan tidak pernah ada benarnya, kebijakannya seakan 100% cacat dan cela. Seakan-akan jika kita duduk di pemerintahan, kita mampu
mengemban amanat yang demikian besar dengan mudahnya. Kita bahkan lupa bahwa kita sendiri juga manusia biasa. Menjadi amat aneh, jika media sekarang mengaku tidak memihak, objektif, dan independen. Berita kecelakaan yang nyaris
tanpa tendensi saja, bisa berbeda versi antara satu dengan yang lainnya, Bagaimana jadinya jika berita itu sudah masuk ranah politik? Bukankah orang-orang di balik media juga memiliki keberpihakan? Jika satu media mendukung dan satunya menentang lantas mana yang benar? Mana yang harus kita ikuti?
Namun layaknya senjata, media akan kembali pada siapa yang memegangnya. Senjata bisa mencelakai diri bahkan orang lain, namun bisa memberi manfaat jika digunakan sebagaimana mestinya.
Maka dari itu, dengan keadaan diri kita yang banyak dosa, yang mudah terjerumus ke dalamnya, kita juga hidup di tengah masyarakat yang lebih banyak maksiat daripada yang taat,
sudah semestinya kita menjauhi media-media yang lebih, banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.
Wallahu a’lam.
Sajian Majalah asy-Syariah
- Shaf shalat jenazah jika makmum satu orang
- Jangan gampang menggosip
- Globalisasi menghancurkan generasi
- Merasa nyaman dengan hukuman
- Pengaruh media massa terhadap akidah umat
- Makar orang kafir melalui media massa
- Amalahn semata tidak menyebabkan masuk surga
- Efek Pemeberitaan dalam Islam
- Efek negatif media massa
- Khutbah jumat: Tiga hal yang diridhai dan tiga hal yang dimurkai Allah.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Minggu, 21 September 2014

Majalah Asy-Syariah Edisi 103 Vol-IX 1435H-2014 tema Metode Tafsir al-Quran

Majalah Asy-Syariah Edisi 103 Vol-IX 1435H-2014 tema Metode Tafsir al-Quran
Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi 103 Vol-IX 1435H-2014 tema Metode Tafsir al-Quran
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 12.000


Pengantar Redaksi Majalah Asy-Syariah Edisi 103 Vol-IX 1435H-2014 tema Metode Tafsir al-Quran


Mencari Tafsir yang Benar

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai produk intepretasi, tafsir niscaya akan beragam. Walaupun objek tafsirnya sama, namun keilmuan penafsir, serta pemikiran dan kultur yang mempengaruhi, akan membedakan hasilnya.

Benar memang jika dikatakan bahwa al-Qur’an bagaikan permata, dipandang dari sudut mana pun akan tetap memancarkan cahaya. Namun, bukan berarti semua “sudut pandang” ini lantas dikatakan benar semua. Objektivitas tetaplah dibutuhkan. Secara akal sehat, tafsir yang benar adalah tafsir yang penafsirnya tidak menaruh pemikirannya di dalamnya. Ketika tafsir sudah dirancukan oleh pernikiran penafsir atau menitikberatkan pada paham tertentu, produk tafsirnya jelas akan berkurang nilainya.

Tafsir yang dalam memahami kandungan ayat a1-Qur’an lebih menitikberatkan pada ayat al-Qur’an dan riwayat hadits, tentunya akan lebih selamat. Karena tafsir sejatinya menjelaskan makna ayat-ayat al-Qur’an dari berbagai sisi, baik konteks historisnya maupun sebab turunnya, dengan menggunakan penjelasan yang dapat menunjuk kepada makna yang dimaukan.

Sebagai hasil penalaran, kajian, dan ijtihad para mufassir (baca: manusia) yang terbatas, tafsir memang bisa saja salah, Para sahabat yang secara umum menyaksikan turunnya wahyu, memahami konteksnya, serta mengerti struktur bahasa dan makna kosa katanya, bisa berbeda pendapat dalam memahaminya, tentu kita yang ilmunya dangkal dan dipisahkan oleh rentang waktu yang panjang dari turunnya wahyu, sangat mungkin salah.

Oleh karena itu, seseorang yang mengaku ahli tafsir atau suka menafsirkan ayat tapi tidak paham ilmu bahasa Arab, ilmu nahwu sharaf, ilmu ma’any, ilmu bayan, ilmu badi’, ilmu qiraah, asbabun nuzul, nasikh dan mansukh, musthalah hadits, dan ilmu lain yang dipersyaratkan dimiliki oleh seorang mufassir, dijamin dia akan gegabah dalam menafsirkannya.

Maka menjadi aneh jika muncul metode-metode tafsir kontemporer seperti: hermeneutik, ternatik, dan semiotik, yang tidak berpijak pada ilmu-ilmu tersebut, bahkan tidak menggunakan sumber penafsiran yang jelas: yakni al-Qur’an sendiri, hadits-hadits Nabi yang berkaitan dengan topik penafsiran, riwayat para sahabat dan tabi’in, kaidah-kaidah bahasa Arab, pendapat salafush shalih, dan lain sebagainya. Bisa dibayangkan, produk tafsir macam apa yang dihasilkannya.

Wajar jika tafsir berlabel “kontekstualisas" yang kuat bersentuhan dengan pemikiran Barat ini, tidaklah dianggap sama sekali. Di saat Rasulullah masih hidup, umat memang tidak menemukan kesulitan dalam memahami “petunjuk” karena mereka memiliki tempat untuk bertanya. Namun, sepeninggal Rasulullah umat Islam banyak menemukan kesulitan. Meskipun ada yang mengerti bahasa Arab al-Qur’an, namun dalam kenyataannya, tidak semua orang bisa dengan mudah memaharni al-Qur`an.

Oleh sebab itu, mereka membutuhkan tafsir yang bisa membimbing dan mengantarkan mereka untuk memahami kandungan yang terpendam di dalamnya.

Maka dari itu, ulama tafsir memegang posisi yang sentral. Melalui produk tafsirnya, mereka banyak memberikan kemaslahatan bagi umat. Tinggal kita sebagai umat sekaligus masyarakat pembacanya, bisa memilih dan memilah produk tafsir yang benar dan selamat.

Sabtu, 28 Desember 2013

Majalah Asy-Syariah Edisi 98 1434H-2013 dan Sakinah

Majalah Asy-Syariah Edisi 98 1434H-2013 dan Sakinah
Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi 98 1434H-2013 dan Sakinah
Tema : Mengenal Dakwah Salafiyah dan Ulamanya
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 12.000

Pengantar Redaksi Majalah Asy-Syariah Edisi 98 1434H-2013 dan Sakinah

SALAFI: TU]UAN ATAU PENYUCIAN DIRI?

Dakwah salaf bukanlah ruang di dalam sebuah bangunan bernama Islam. Akan tetapi, dakwah salaf adalah bangunan itu sendiri. Peletak batu pertamanya adalah Rasulullah sallahu’alaihiwasallam, bukan asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sebagaimana sering dikicaukan oleh para penentang dakwah tauhid Wa sunnah.
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab hanyalah mengembalikan gerbong Islam pada relnya, saat kereta bernama Islam itu disesaki para penumpang gelap berwajah Islam, para pedagang asongan
sufi dan kuburanisme (baca: kesyirikan),para penjaja “makanan” yang menaburi racun-racun Syi’ah, Khawarij, Mu’tazilah,dan sebagainya pada “jualan”-nya.
Apa yang beliau usung sejatinya adalah gerakan pemurnian, kernbali kepada ajaran yang dibawa Rasulullah   dan generasi salaf  sahabat, tahi’in, dan seterusnya). Jadi, salafiyah dan dakwah salaf bukanlah agama baru. Salafiyah adalah Islam itu sendiri. Islam yang berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman salafush shalih yang dahulu diajarkan oleh Rasulullah dan beliau amalkan beserta para sahabatnya.
Ikatan Wala dan bara, cinta dan benci di kalangan Ahlus Sunnah adalah di atas Islam, bukan yang lain. Tidak di atas sebuah symbol tertentu, tidak pula karena partai tertentu. Yang ada hanya al-Kitab dan sunnah. Juga tidak mengundang mereka untuk fanatik kepada orang tertentu selain Rasulullah.
Seseorang yang mengaku bermanhaj salaf tidak akan membabi buta membela syaikhnya, karena semua ada timbangannya, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Di sisi lain, seorang muslim juga tidak akan menghujat ulama hanya karena ridak sejalan dengan “pemikiran”-nya yang hanya dibangun di atas fanatisme atau semangat buta, tidak dibangun atas dalil apa pun.
Seorang muslim bukanlah orang rendah yang mau menukar agamanya dengan mi instan, mengaburkan manhajnya demi dunia. Ahlus Sunnah lebih rela disebut tidak “cerdas”, namun tidak akan rela melunturkan agamanya demi segepok dana yang tidak seberapa. Salafi tidak akan memelintir agamanya demi dunia atau memelintir kata-kata di dunia maya demi mengaburkan manhajnya. Juga jauh dari sikap membentur-benturkan fatwa antarulama demi mendapat pembenaran atas pemikirannya.
Saat sekte sesat dalam kubu umat Islam kian menjamur, yang semua mengaku mendakwahkan Islam, serta menjadikan hakikat Islam yang diajarkan oleh Rasulullah kian kabur, tentu menjadi sikap yang tidak cerdas jika orang yang mengaku Ahlus Sunnah justru merangkul pihak-pihak yang bermudah-mudah terhadap kesesatan mereka.
Oleh karena itu, sudah semestinya kita menisbatkan diri kepada manhaj salaf yang sebenarnya. Ia adalah stasiun terakhir yang setiap muslim semestinya menuju ke sana. Tatkala muncul bid’ah, Ahlus Sunnah membedakan diri dengan sunnah. Tatkala ra’yu (akal) dijadikan hakim, Ahlus Sunnah membedakan diri dengan hadits dan atsar.
Istilah Ahlus Sunnah, ath-Thaifah al-Manshurah, dan al-Firqatun an-Najiyah sendiri dimunculkan dan disebarluaskan oleh para ulama dahulu hingga sekarang untuk menjelaskan kepada umat Islam tentang hakikat Islam yang sesuai dengan ajaran Nabi   dan orang-orang yang senantiasa istiqamah meniti jejak langkah beliau.
Tinggal bagaimana kejujuran kita terhadap penisbatan tersebut. Salafi bukanlah tazkiyala (penyucian), melainkan sebuah upaya, tujuan dari keislaman kita. Semoga!

Segera dapatkan Majalah Asy-Syariah Edisi 98 1434H-2013 dan Sakinah hanya di sini.....

Minggu, 17 November 2013

Majalah Asy-Syariah Edisi 97 1435H-2013 dan Sakinah

Sampul Majalah Asy-Syariah Edisi 97 1435H-2013 dan Sakinah
Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi 97 1435H-2013 dan Sakinah
Tema : Dicari Suami Ideal
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 12.000

Sinopsis Majalah Asy-Syariah Edisi 97 1435H-2013 dan Sakinah

Dicari : Suami Ideal

Banyak suami yang merasa telah berperan besar dengan mencari nafkah, lalu merasa mendapat pembenaran untuk tidak mau tahu dengan urusan rumah. Mengurus anak, pekerjaan rumah tangga, hingga hal-hal yang lebih kecil dari itu, seperti "wajib" dibebankan pada istri semata.

Itulah salah satu "egoisme" suami yang banyak kita jumpai dalam kehidupan rumah tangga saat ini. Terlihat sepele, namun sejatinya cukup menggerogoti harmonisasi dalam keluarga. Apalagi bara egoisme itu terus disulut dengan sikap suami yang lebih senang menuruti kesenangan pribadi: menonton sepak bola, memancing, main game, internetan, nongkrong bersama teman-temannya, atau malah terlampau asyik dengan pekerjaan kantornya. Alih-alih bicara kepedulian, waktupun seperti tiada untuk keluarga.
Patut disadari, suami dengan segala karakternya, jelas dominan memberi warna dalam rumah tangganya, karena ia adalah kepala rumah tangga. Pada dirinya kepemimpinan itu berada, pada dirinya keteladanan harus ditampakkan, dan di pundaknya tugas mencari nafkah itu dibebankan. Dengan sederet tanggung jawab yang besar itu, rumah tangga jelas membutuhkan karakter suami yang bisa memimpin, membimbing, tegas, cepat dan tepat dalam mengambil keputusan, bisa memberi teladan, tidak pantang menyerah, ulet dalam bekerja dan mencari nafkah, dan sebagainya. Sudahkah ini semua dimiliki seorang suami?
Pada kenyataannya, kita justru menjumpai yang sebaliknya. Banyak suami yang tidak punya visi dalam berumah tangga, hingga terkesan nekat ketika memasuki gerbang pernikahan. Usaha/pekerjaan apa yang akan ditekuni, akan tinggal dimana setelah berumah tangga, seperti jauh dari rencana. Ada suami yang masih tinggal jadi satu dengan orang tua dalam  keadaan belum punya pekerjaan, justru merasa nyaman-nyaman saja padahal segala kebutuhan rumah tangganya masih di-support orang tuanya. Galibnya, sebagai kepala rumah tangga ia dituntut untuk menafkahi keluarganya, tidak berlindung dibalik kata tawakkal untuk menutupi kemalasan dan keputusasaannya.
Parahnya, dalam keadaan yang serba kekurangan ini banyak suami yang justru emosional. Menuruti emosi, ancaman cerai sedikit-sedikit ditebar. Seolah-olah cerai itu adalah perkara remeh yang tidak punya konsekwensi apapun. Seakan-akan dengan ancaman cerai dia bisa menjadi laki-laki sejati, superior, dan membuat wanita tak berdaya. Bahkan, ada yang menjadi ringan tangan demi menutupi "kegagalannya".
Ada pula yang sebaliknya. Suami dikaruniai rezeki yang luas, namun dia justru pelit memberi nafkah kepada keluarganya. Bahkan, dia menyalahgunakan kepercayaan istri untuk bermaksiat di luar rumah, berfoya-foya hingga selingkuh. Ada juga tipe suami yang tertutup, tidak mau terbuka kepada istrinya, dari soal pekerjaan atau penghasilannya, lebih-lebih uangnya ke mana saja dibelanjakan.
Padahal istri butuh tipe suami yang terbuka, mau mendengarkan dan mengajaknya bermusyawarah, perhatian, tidak otoriter, dan tidak selalu merasa benar sendiri. Akan tetapi, alih-alih penuh pengertian, sabar, dan pemaaf, banyak suami yang justru tidak mau menganggap, bahkan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali.
Itu baru soal karakter. Pertengkaran rumah tangga yang bisa berujung perceraian juga tidak jarang dipicu dari kebiasaan sepele. Seperti suami yang  jorok, kurang memperhatikan penampilan, kerapian rambut atau pakaian, dan sebaginya.
Sederet sifat atau kebiasaan jelek suami bisa jadi akan panjang dibeberkan di sini. Intinya, sebisa mungkin kita menghindari hal-hal yang bisa menyuntikan kebencian dalam rumah tangga. Menjadi ideal tidak berarti menjadi pribadi yang sempurna, tetapi tetap bisa diupayakan selama kita mau berusaha, insya Allah.

Diantara isi Majalah Asy-Syariah Edisi 97 1435H-2013 dan Sakinah

Tujuh Kriteria Suami Ideal,
Pemimpin rumah tangga yang dirahmati,
Ibadah yang paling Utama. dan masih banyak lagi

Dapatkan Majalah Asy-Syariah Edisi 97 1435H-2013 dan Sakinah hanya di SINI....

Jumat, 30 Agustus 2013

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.95/ 1434 H/2013, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.95/ 1434 H/2013, dan Sakinah
Mengapa Rakyat Harus Taat
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 12.000

Isi: Etika terhadap penguasa, Thalut vs Jalut, Akkah dengan selain kambing, Bedah mayat dan otopsi jenazah, Hubungan rakyat dan pemerintah dalam pandangan islam, mengenal waliyul amri, Menghormati pemerintah sebagai waliyul amri, Pemerintah yang kafir, Hukum merendahkan waliyul amri, Ahlusunnah mendoakan waliyul amri, Waliyul amr rujukan umat, Sosok yang suci bukan syarat penguasa negeri, Mewaspadai makar syaiton, Khutbah jum'at: Tiga perkara yang diridhai Allah, Apabila terbetik "rasa" saat melihat wanita non mahrom, Hukuman yang harus dihindari, Masih tentang wanita bekerja, Hukum mengakikahi orang yang mati, Sakaratul maut menghapus dosa, Memelihara burang dalam sangkar, Menempel doa di pintu, Sepuluh hak yang harus dipenuhi, dll.

Minggu, 07 Juli 2013

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.94/ 1434 H/2013, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.94/ 1434 H/2013, dan Sakinah
Meraih Kebahagiaan dengan Kesabaran
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 11.000

Isi: Meraih pahala dengan bersabar, Kisah Mualaf Kampung Laut, Bacan-bacaan tasyahud, Ceramah setelah penguburan jenazah, Menggenggam bara kesabaran, Rahasia di balik kata sabar, mendulang kesabaran di atas kebenaran, kewajiaban setiap insan beriman, Menengok kesabaran diri, Kala ujian menerpa, Mereka adalah teladan dalam kesabaran, Sabar tidak berarti diam dari kemungkaran, Agar tetap sabar, Sebab yang menguatkan kecintaan, Sabar di atas agama Allah, Sikap bijak dalam mendidik anak, Bekerja di luar rumah menurut tinjauan syariat, Mengusap kerudung ketika berwudhu, Eek samping minum pil pencegah hamil, Amanat anak manusia.

Rabu, 29 Mei 2013

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.93/ 1434 H/2013, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.93/ 1434 H/2013, dan Sakinah
Mukjizat dan Karamah di Tengah Penyimpangan Akidah
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 11.000







Isi:
Mukjizat Dan Karamah Di Tengah Penyimpangan Akidah
Karamah Wali, Bagian Dari Mukjizat Nabi
Berlindung Kepada Allah Dari Empat Hal
Posisi Kedua Tangan Saat Tasyahud
Menghilangkan Jari Yang Berlebih
Berlomba Dalam Kebaikan
Berita-Berita Mukjizat Nabi Dan Rasul
Antara Mukjizat, Karamah, Dan Sihir
Mengenal Beberapa Faedah Mukjizat
Mukjizat-Mukjizat Rasulullah
Al-Qur'an, Bukti Abadi Kenabian
 Akidah Salaf Tentang Al-Qur'an
Al-Faruq Menjadi Penasehat Abu Bakr
Nikmat Berganti Petaka
Saat Anda Berada Dalam Kebatilan
Rasulullah Dan Tanda-Tanda Kenabiannya
Ummu Syarikh Al-Amiriyah
Peran Ibu Dalam Pendidikan Keluarga
Rezeki Telah Dibagi
Gaya Rambut Pirang

Senin, 15 April 2013

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.92/ 1434 H/2013, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.92/ 1434 H/2013, dan Sakinah
Islam sama Dengan Syiah, Benarkah?
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 11.000


Sebagian Daftar Isi:
Islam sama Dengan Syiah, Benarkah?
Membantah Hujah Praktk Mut'ah
Kepalsuan Doktrin Imamah Syiah
Jejak Langkah Syiah di Indonesia
Hukum Membaca Al-Fatihah bagi Mkamum
Menawan Hati Istri
Mengingat-Mu si Sepanjang Waktu
Mencari Sosok Pemuda Idaman

Rabu, 13 Maret 2013

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.91/ 1434 H/2013

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.91/ 1434 H/2013, dan Sakinah
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin Keteladan Sang Ulama
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 11.000


Sebagian Daftar Isi:
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin
Pelita di tengah Umat
Akidah Salafiyah Ahlussunnah wal Jamaah
Memerangi bid'ah
Amar ma'ruf nahi munkar
Keindahan akhlak dan sikap tawadhu
Mereka menuduh Ibnu Utsaimin
Al-Kautsar, sungai di dalam surga
Amalan-amalan perisai api neraka
Hukum khitan bagi wanita
Mendahulukan kecintaan Allah dan Rasul-Nya
Orang-orang yang mendapatkan pahala dua kali
Jejak, Al-FAruq Umar bin Al-Khatab
Antara syukur dan kufur nikmat
Pria yang disenangi wanita

Minggu, 27 Januari 2013

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.90/ 1434 H/2013, dan Sakinah Sudah Benarkah Iman Anda kepada Rasul?

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VIII/No.90/ 1434 H/2013, dan Sakinah
Sudah Benarkah Iman Anda kepada Rasul?
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 11.000


Sudah Benarkah Iman Anda kepada Rasul?
Rasul Allah, Sang Penegak Hujah
Masuk Islamlah, Untukmu Dua Pahala
Penguasa 1/3 Belahan Dunia dari Quraisy
Nasihat Imam Al-Barbahari Tentang Kebidahan dan Pelakunya
Hak-Hak Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang wajib kita tunaikan
Hadits-hadits Palsu Berisi Ghuluw Terhadap Rasul
Beberapa Kekhususan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Akhir Kehidupan Pendusta Para Rasul
Para Petani dan Tuan-Tuan Kebuh Bag. 2
Rakaat Kedua Shalat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

Sakinah Lembar untuk Wanita dan Keluarga
Mandi Jinabah Bagi Wanita Haid
Pilih Yang Cantik dan Shalihah
Hak Anak Sebelum Dilahirkan
Jauhi Yang Membuatmu Gundah
Menghadiahi salah seorang anak

Jumat, 12 Oktober 2012

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.87/ 1433 H/2012, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.87/ 1433 H/2012, dan Sakinah
Shalat Berjamaah Menyatukan Umat
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 11.000


Shalat Berjamaah Menyatukan Umat
Sikap Muslimin terhadap Film Yang Menghina Nabi
Kriteria Imam dalam Shalat
Hukum Penghasilan Praktisi Bekam
Kriteria Imam dalam Shalat
Kisah Sapi Betina

Sakinah Lembar untuk Wanita dan Keluarga
Menghormati Suami dan Haknya
Kehilangan Manisnya Iman
Akhiri semuanya dengan tobat
Aurat Wanita di Hadapan Ajnabi

Kamis, 30 Agustus 2012

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.86/ 1433 H/2012, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.86/ 1433 H/2012, dan Sakinah
Mengapa Teroris tak Pernah Habis
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 11.000


Demokrasi lahan Subur Terorisme
Hukuman Bagi Para Penyamun
Perang Dzatu as-Salasil (Pasukan Berantai)
Persolan-Persoalan Seputar Akikah
Diantara Adab Bertanya
Bahaya Laten Terorisme
Rekam jejak Aksi Terorisme
Bani Israil Menyembah Anak Sapi


Sakinah Lembar untuk Wanita dan Keluarga
Pernikahan Dini
Khansa' bintu Khidzam Al-Anshariyah
Aurat Wanita Dalam Shalat
Obat Sakit Jiwa
Jenis Manusia dalam Hal Tobat

Senin, 30 Juli 2012

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.85/ 1433 H/2012, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.85/ 1433 H/2012, dan Sakinah
Poligami Problem atau Solusi
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 11.000

Bersikap Adil, Wahai Suami!
Bahaya yang Mengancam Keharmonisan Rumah Tangga
Penaklukan Irak
Huku Arisan

Sakinah Lembar untuk Wanita dan Keluarga
Tumbuh dalam Asuhan Ibu
Bertobat Sebelum Dijemput Ajal
Rasul Kita Berpoligami

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.84/ 1433 H/2012, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.84/ 1433 H/2012, dan Sakinah
Ibadah Bersama Pemerintah
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 11.000


Ibadah Bersama Pemerintah
Suami Taat Beribadah, Tidak Memerhatikan Istri
Sikap-Sikap Yang Salah Terhadap Pemerintah
Cara Menasehati Pemerintah
Kewajiban Pemerintah dan Rakyat
Melintasi Laut Merah

Sakinah Lembar untuk Wanita dan Keluarga
Istri Terbaik
Solusi Problematika Pemuda
Memandang Selain Mahram
Untuk Suami, Anak, dan Rumah Anda

Rabu, 16 Mei 2012

Majalah Asy-Syariah Edisi No.83, Keadilan Hukum Al-Qur'an

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.83/ 1433 H/2012, dan Sakinah
Keadilan Hukum Al-Qur'an
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik : 16 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 11.000


Mengapa mereka meragukan keindahan Islam?
Berjuta cinta dalam Bayang-bayang Pedang
Ramah Lingkungan
Batasan Laba Maksimum dalam Penjualan
Dunia akan berlalu, akhirat akan menyongsong
Di balik keindahan Islam
Islam itu kejam?

Sakinah Lembar untuk Wanita dan Keluarga
Tempuhlah jalan-jalan kebaikan
Mengobati rasa sempit di dada
Memberikan kebahagiaan

Selasa, 17 April 2012

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.82/ 1433 H/2012, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.82/ 1433 H/2012, dan Sakinah
Jum'at antara Mitos dan Keutamaan
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik : 16 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 11.000


Jum'at antara Mitos dan Keutamaan
Hukum wanita Haid Membaca al-Qur'an
Khutbah Jum'at Digugat
Menumpas Musailamah al-Kadzdzab
Asiah dan Masyithah

Sakinah Lembar untuk Wanita dan Keluarga
Kenakalan remaja kian merajalela
Pakaian, aurat dan hokum keduanya dalam pandangan Islam
Menutupi wajah dengan Mushaf saat takut jin

Selasa, 13 Maret 2012

Fikih Gadai Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.81/ 1433 H/2012, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.81/ 1433 H/2012, dan Sakinah
Fikih Gadai
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik : 16 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 11.000


Fikih Gadai
Dari Gadai kita belajar Akhlak Nabi
Agar tidak terjerat riba
Nilai harta seorang muslim
Kriteria azan yang wajib dihadiri

Sakinah Lembar untuk Wanita dan Keluarga
Istri Salehah yang Didamba
Gaya hidup Konsumtif  Mencekeram anak-anak kita
Pakaian dan Perhiasa Nikmat Allah bagi Insan


Jumat, 20 Januari 2012

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.79/ 1433 H/2012, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.79/ 1433 H/2012, dan Sakinah
Menuju Kesucian Jiwa
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik : 16 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 11.000
Stok: Habis


Menuju Kesucian Jiwa
Hidup Kumuh Ala Sufi
Sebab Kerasnya hati
Upaya Salaf dalam menyucikan Jiwa
Jalan Meraih Manisnya Iman
Pelajaran Penting Untuk Para Hartawan


Hukum Memakai kaos Tangan bagi wanita
Wanita Memakai celak saat keluar rumah
Agar Bahtera sampai tujuan
Kiat Menghadapi Fitnah Wanita

Jumat, 16 Desember 2011

Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.78/ 1433 H/2011, dan Sakinah

Judul: Majalah Asy-Syariah Edisi Vol. VII/No.78/ 1433 H/2011, dan Sakinah
Sahabat Nabi Dihujat
Penerbit: Oase Media (Majalah Asy-Syariah)
Tebal: 112 halaman
Fisik : 16 cm x 24 cm, uv, soft cover
Harga: Rp 11.000


Hukum Memanfaatkan Alkohol
Sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
Menjawab fitnah Atas Mu'awwiyah bin Abu Sufyan
Jangan Mencela Sahabat Nabi
Maulid Nabi Bukti Cinta Rasul?
Membantu Kebutuhan Seorang Muslim
Pelajaran Penting Untuk Para Hartawan

Saat Badai Menerpa
Mahramkan Anak Pungut?
Bahaya Majalah Tidak Bermoral